
Saat ini dada Anita saat ini sudah jedag jedug tidak karuan
"mas Dimas sudah selesai olahraga nya"
" sudah.. " balas Dimas masi berada dekat dengan wajah Anita, menatap wajah mulus Anita tanpa polesan makeup apapun
" terus kenapa nggak mandi dulu"
Dimas menaikkan satu alisnya "Jangan jangan Anita mencium bau keringat ku " merasa tingkat ke PDannya menghilang menjadi 0% Dimas langsung berbalik dan masuk kamar mandi yang berada di kamar Yusuf
sedangkan Anita hanya terbengong melihat Dimas masuk ke kamar mandi terburu - buru "mas Dinas kenapa sih dari semalam aneh banget" gumam Anita padahal tadinya Anita hanya ingin mengingatkan Dimas untuk terlebih Dahulu mandi sebelum mendekati putranya, bukankah Dimas sendiri yang memberi peraturan siapa saja yang ingin mendekati atau menggendong Yusuf harus dalam keadaan bersih.
Di dalam kamar mandi
Dimas langsung berdiri dibawah shower tanpa melepas celana boxer nya, saat melihat pantulan dirinya di kaca dimas merasa frustasi dan mengusap wajahnya kasar, bagaimana bisa penampilan nya tadi yang ia rasa sudah sangat menggoda bisa hancur lebur gara gara ucapan Anita namun seingat nya Dimas tidak pernah memiliki bau badan apa itu hanya akal-akalan Anita ingin membuat dirinya malu...
beberapa saat setelah dirinya selesai mandi Dimas baru sadar dia tidak berada di kamar nya, melainkan di kamar mandi putranya, "ceroboh sekali... hanya karena ucapan Anita tadi bisa membuat ku lupa segalanya" Dimas memikirkan sesuatu dan bergegas membuka pelan pintu kamar mandi
"Nit... " Dimas memanggil dengan suara pelan
"Ya mas" untungnya Anita masih di dalam kamar jadi bisa langsung menghampiri Dimas
" tolong ambilin handuk sama baju aku... aku lupa "
__ADS_1
" kan di dalam ada handuk besar mas..."
"adanya handuk Yusuf, kecil Nit... "
"ada kok mas yang besar coba deh mas Dimas cari lagi di dalam"
"nggak ketemu, udah sana ambil di kamarku aja"
"ya, tunggu sebentar ya mas" Anita berbalik keluar dari kamar Yusuf, ketika sampai di depan kamar Dimas , Anita menarik nafas pelan.. " Ini perintah mas Dimas, jadi bukan salah aku kan jika aku masuk ke kamar mas Dimas dan kak Anisa"
ketika pintu kamar terbuka Anita masih merasa kaget dengan perubahannya, kamar yang dulunya penuh dengan foto, make-up, dan banyak lagi barang Anisa kini sudah berubah, kamar terlihat lebih ringkas hanya ada beberapa barang milik Dimas di sana.
" Pantas saja mas Dimas saat itu marah besar" Anita membalikkan tubuhnya, berjalan menuju walk in closet milik suaminya, Anita mengambil Handuk, kaos, celana rumahan, dan CD, saat mengambilnya pipi Anita terasa panas... bisa bisanya Dimas menyuruhnya mengambilkan barang pribadinya.
"Kok lama Sih"
ketika Anita keluar dari walk in closet Dimas tiba tiba sudah berada duduk di pinggir ranjang
" iya tadi nyari dulu Anita mendekati Dimas dan meletakkan pakaian yang telah di ambilnya di atas ranjang
Anita mendongak menatap Dimas yang tengah Duduk
"mas Dimas kok pakai handuk aku sih... "
__ADS_1
Dimas ikut melihat handuk yang melingkar di pinggangnya
"oh.... ini punya kamu" dengan entengnya Dimas membuka ikatan handuk nya dan mengganti dengan pakaian yang sudah di siapkan Anita
Anita yang seakan Syok dengan apa yang baru saja di lakukan Dimas. hingga Saat Dimas Selesai memakai celana luarnya baru Anita bisa sadar dan langsung berteriak " Aaaaaaaaa.... mas Dimas gak punya malu, mata aku udah ternoda " sambil Anita menutup matanya dengan kedua tangan
Dimas terkekeh dengan tingkah Anita " kenapa harus malu"
" mas Dimas gak boleh gitu harusnya kalau ganti Jagan di sini kan ada kamar ganti" jawab Anita dengan masih menutup matanya dengan kedua tangan
" tadi kan kamu yang protes karena aku pakai handuk kamu"
"iya mas... tapi bukan gitu maksut aku"
" sekarang kita seri" Dimas tersenyum meraih tangan Anita menjauh dari matanya
"maksudnya? "
Anita masih bingung dengan ucapan Dimas
"Aku udah lihat kamu, kamu juga sudah lihat aku "
Dimas berbisik disamping telinga Anita "Tanpa busana"
__ADS_1