
"hallo... " handphone Dimas yang berada di meja tiba-tiba berdering
".... "
"baik saya segera kesana"
"tut"
"Nita... ada panggilan dari rumah sakit, ada keadaan darurat, aku harus kesana sekarang" Dimas menatap Nita
"ya mas.. nanti aku pulang bareng Nanda"
"iya Nit kamu pulang bareng aku aja kan rumah kita searah" jawab Nanda antusias
"nggak nanti biar diantar Tomi" Dimas tidak mau jika Anita pulang bersama Nanda karena berarti Johan yang akan mengantarkannya pulang
"yah padahal aku kan masih kangen sama Nita" gumam Nanda pelan
"gimana kalau Nanda ikut aku sama kak Tomi pulangnya" Anita mencoba mencari solusi, dia juga sebenarnya mencarikan kesempatan untuk Nanda dan Tomi supaya bisa lebih akrab
"kamu nggak papa Jo kalau aku pulang sama Nita"
" Nggak papa Nda, terserah kamu aja"
"okke kalau gitu aku pulang bareng Nita ya.... "
"hemm"
"Tom kalau gitu... titip Nita ya"
"okke boss,"
Dimas segera meraih kunci dan berlari menuju keluar, panggilan mendadak dari rumah sakit memang kadang terjadi, seperti saat ini, ternyata sedang ada keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran Dimas.
Di pintu unit gawat darurat sedang terjadi keramaian, baru saja terjadi kecelakaan beruntun antar bus pariwisata yang mengangkut puluhan anak SD untuk berwisata. dalam kecelakaan ini ada beberapa yang mengalami luka serius dan juga ada yang mengalami luka ringan.
Dimas langsung bergabung bersama dokter lain untuk segera melakukan pertolongan
terdengar tangis anak-anak yang memenuhi ruang di rumah sakit. mereka sebenarnya sedang melakukan studytour namun belum sampai tujuan bus mengalami kecelakaan.
"Selamat malam tante"
"malam Tom..."
"malam tante.. "
"malam Nanda"
"loh kok Nita bareng kamu... Dimasnya mana? "
"Mas Dimas ke rumah sakit bu... ada panggilan darurat tadi" Nita menjawab pertanyaan
"Oh gitu... anak itu memang selalu sibuk, untung ada Anita yang mengurus anaknya, kalau nggak gimana coba" gumam bu Sofi
__ADS_1
"Yusuf nya mana tan... "
"Yusuf barusan tidur Tom.. , kamu gimana kabarnya kok sekarang jarang main sih,,, tante dah kangen sama Tania"
" aku lagi agak sibuk nih tan... besok kalau ada waktu pasti aku ajak Tania main kesini "
"makanya cepetan cari istri... biar kamu nya nggak repot antara kerjaan sama anak kamu"
"pinginnya sih gitu tan... tapi mau cari yang kaya Anita jarang ada sih... " Tomi mencuri pandang ke arah Nanda berharap Nanda juga tau maksud dia memberi kode Nanda, tapi tantenya malah menjawab dengan kalimat yang tak diharapkan
"eehhh... kok bawa bawa mantu saya... tuh banyak cewek cantik cantik yang suka sama kamu, kamu tinggal pilih aja satu apa susahnya sih? mau milih yang model seperti kiki, apa mau cari yang seperti seketarismu yang kelewat seksi itu, atau mau cari yang masih kinyis kinyis ..." sofi tau kalau keponakannya merupakan Duren (duda keren) yang banyak duit, jadi banyak gadis yang antri ingin menjadi istrinya
" susah tan.... biasanya cewek sekarang suka sama bapaknya aja gak suka sama anaknya, nanti kalau anak saya diapa-apakan gimana"
"hish kamu ni nganggep perempuan sama, pasti ada kok nanti orang yang bakalan tulus sayang sama kamu juga Tania . "
"di do'aiin aja ya tan..."
"Tante... Nanda pamit dulu ya"
"iya Nda... atiati ya... awas lo jangan mau kalau di ajak kemana mana sama Tomi, lagsung pulang aja ya"
"tante emangnya aku cowok apaan"
"yah... mana tau kan" bu Sofi meringis menggoda keponakannya itu
"Nita... aku pulang ya,,, besok pagi aku dah balik jogja"
"iya Nda... baik baik ya disana, aku bakalan kangen banget sama kamu" mereka berpelukan seperti tak ingin terpisahkan...
" iya Nit.... "
Di mobil Nanda dan Tomi duduk berdampingan, keduanya tadinya saling diam tidak ada yang memulai percakapan sampai Tomi mulai bertanya
__ADS_1
"kamu di Jogja kerja dimana"
"saya ngajar di SMP kak"
"dah lama? "
"yah... baru Satu tahun belakangan"
"kenapa milih ngajar di Jogja, kenapa tidak di Jakarta saja"
"di Jogja sambil ngambil S2 kak jadi bisa sekalian"
"oh... bagus kalau gitu, mumpung masih muda mending cari ilmu, cari pengalaman yang banyak, nggak usah ikut ikut tren yang nggak berfaedah, lebih baik waktu nya di manfaatin sebaik mungkin, biar cepet lulus S2 nya"
Nanda menatap Tomi dari samping, memang jika dilihat Tomi sangat dewasa, biasanya banyak orang yang akan meremehkan pekerjaannya saat ini, namun Tomi malah mendukung
"*duh... dah cakep, pinter, baik dah mapan lagi.... bisa nggak ya punya jodoh kayak gini,,, duda nggak papa deh... yang penting setia*" diam diam Nanda berdo'a
"iya kak.. do'a kan saja tahun depan bisa selesai S2 nya"
Tomi menoleh dan tersenyum menatap Nanda
"*ni cewek kira-kira mau nggak ya kalau di jadiin maminya Tania, kayaknya sifatnya sama kayak Anita*" dari awal bertemu Tomi memang sudah memperhatikan Nanda jadi dirinya juga mulai tertarik ingin lebih mengenal Nanda
Tiba-tiba Tomi mengambil handphone nya di saku kemejanya,
"tulis nomer telpon mu"
"ya.. " Nanda sempat terbengong dia buru buru mengambil handphone yang di ulurkan Tomi
"siapa tau nanti kalau kamu kesepian butuh teman bisa telpon saya" ucap Tomi dengan entengnya
"em iya kak Tom... ini sudah saya tulis"
__ADS_1
Tomi mengambil handphone nya dan memasukkan kembali ke dalam saku kemejanya