Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
38


__ADS_3

Pagi hari di rumah sudah ramai dengan celotehan Yusuf, Anita juga sudah bersiap selesai menyiapkan hidangan untuk sarapan pagi ini. berhubung Anita memiliki janji temu dengan tante Nana jadi semua keperluan Yusuf juga sudah siap, terutama persediaan Asi untuk Yusuf.


Meskipun Anita hanya akan pergi sampai tengah hari namun persiapan nya sudah seperti akan di tinggal ber hari-hari


"mbk Siti tolong nanti kalau Yusuf nya rewel langsung telpon saya ya.. "


"iya bu.. mas Yusuf mah anteng.. nggak pernah rewel bu"


Anita tersenyum menanggapi,


"oh iya semua persediaan buat MpAsi juga dah saya siapkan ya mbak.. nanti jangan sampai telat maem nya"


"siap bu"


Anita mencium pipi gembul Yusuf lalu menyerahkannya kepada babysitter nya..


"yang anteng ya Sayang... bunda tinggal sebentar "


"Saya berangkat dulu ya Mbak.. Saya mampir ke Rumah sakit dulu mau ngantar sarapan mas Dimas, sekalian pamit"


" Siap bu"


Karena akan bepergian lumayan jauh Anita memutuskan mengendarai mobil, di antar supir yang sudah di tunjuk oleh Dimas



Anita berjalan di lorong rumah sakit, beberapa pasang mata menatap Anita yang tampak anggun dan cantik dengan baju berwarna salem di tangan kanannya ada kotak makanan berwarna pink...



meski wajahnya tidak terlihat make-up mencolok tapi kecantikannya membuat mata susah berpaling menatapnya



"Pagi Sus.. " Anita menyapa seorang perawat yang berpapasan dengannya

__ADS_1



"Selamat pagi"



"Sus maaf mau tanya, Dokter Dimas nya ada di ruangan atau tidak ya"



Suster yang sedari tadi di ajak berbicara ternyata tidak begitu memperhatikan ucapan Anita, karena Suster tersebut sedang mengagumi kecantikan wanita didepannya



"Sus.. "



"Eh.. iya.. maaf tadi tadi apa, ada yang bisa saya bantu? "




"dokter Dimas ada? " tanya Anita lembut



"Oh.. iya ada... ada di ruangan wakil direktur, baru saja selesai melaksanakan operasi"



"baik Sus.. terimakasih informasinya Sus"


__ADS_1


Anita berbalik menuju ruangan yang di maksud , sementara Suster yang baru saja berbicara dengannya masih terpukau.. mengeluarkan handphone lalu memotret mulai berselancar menyebarkan berita terpanas pagi ini dengan tema



...----------------...


...🔥🔥🔥hot news🔥🔥🔥...


..."bidadari cantik pak dokter duda" ...


......................



di sertai foto seoarang perempuan cantik yang tampak dari samping mengenakan baju berwarna salem serta Menjinjing tempat makan yang sudah pasti di peruntukkan untuk dokter Dimas incaran para jomblowati di wilayah rumah sakit.



dari bagian samping saja sudah bisa di pastikan betapa cantiknya perempuan itu..



Seketika grup ramai dengan keluhan patah hati dari berbagai devisi rumah sakit, pasalnya tidak banyak yang tau bahwa Dimas sebenarnya sudah tidak bersetatus duda, bahkan Dimas hanya menduda kurang dari tuju hari.



Di kalangan rumah sakit sudah bisa di pastikan bahwa Dimas menjadi incaran banyak orang, bukan hanya karena wajah tampannya, tapi juga kedudukan Dimas di sana yang membuat banyak orang menginginkan menjadi pendamping hidupnya.



Anita mengetuk pintu ruangan Dimas.. setelah memperoleh jawaban Anita membuka pintu perlahan


Dibalik meja besar, Dimas sedang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, matanya terpejam dan satu tangannya memijit ruang diantara kedua alisnya


melihat pemandangan di depannya Anita melangkah ke dalam ruangan, tangannya menutup pintu dengan suara klik. lalu berjalan menghampiri Dimas, di letakkannya tempat makan di depan meja Dimas, lalu Anita berjalan ke belakang kursi Dimas

__ADS_1


Dengan perlahan Anita meletakkan ujung jarinya di kedua pelipis Dimas, dengan perlahan Anita memijat titik pas yang membuat kepala Dimas terasa lebih nyaman, Dimas membuka matanya, terkejut dengan sentuhan di kepalanya, dan tangan Dimas yang tadinya memegang kepala pun langsung menggenggam tangan Anita.


"kamu.."


__ADS_2