Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
26


__ADS_3

Dimas kembali ke rumah sakit setelah sempat makan siang di rumah, hari ini dia berjanji akan pulang lebih awal karena ingin menemani Yusuf di rumah.


Namun belum sampai Dimas menginjakkan kakinya di poli nya, dia mendengar seseorang memanggil dari arah yang berlawanan. dari jauh nampak dokter Siska melambaikan tangannya


"Dokter Dimas" Siska melambaikan tangannya sambil berlari kecil kearah Dimas


"Hati-hati" Dimas yang melihat Siska berlari menuju kearahnya merasa ngeri, karena lantai di Rumah sakit tergolong licin


Sampai akhirnya mereka berdua berdiri berhadapan


nampak Siska menundukkan kepalanya sambil meremas ujung jas putih nya


"ada yang bisa saya bantu dokter Siska? "


"iya... em.. anu... "


Siska menundukkan kepala sambil menahan malu bagaimanapun tadi dia sempat salah mengira tentang istri dokter Dimas


"Tolong sampaikan maaf saya pada istri dokter"


Dimas menaikkan satu alisnya bentuk tanya..


"Em... begini.. sebenarnya saya baru tau kalau dokter Dimas sudah menikah dengan adik Anisa"


"Oh.. masalah itu tidak apa apa, memang tidak banyak orang yang mengetahui tentang pernikahan kami" Dimas menjawabnya dengan jawaban yang sebenarnya. di rumah sakit memang pernikahannya dengan Anita belum banyak diketahui orang.


"Bisakah Dokter menyampaikan maaf saya kepada istri dokter? "


"Yah nanti akan saya sampaikan "


Mendengar jawabannya Siska merasa lebih lega, dia merasa sangat bersalah tadi karena mengira bahwa Anita hanya mantan adik ipar dokter Dimas.


Setelah basa-basi sebentar Dimas kembali ke ruang praktek nya

__ADS_1


sementara setelah kepergian Dimas nampak Siska yang terduduk di kursi yang tersedia untuk pasien


"Ya Allah .... kenapa nasib percintaan ku begini sih,,, waktu pertama ketemu Dimas ternyata dia dah punya calon, pas sekarang taunya dia udah sendiri ternyata malah dah jadi suami orang..... kenapa nasib cinta ku harus layu sebelum berkembang sih" Siska gemas sendiri dengan dirinya di usianya yang sekarang sudah tak muda lagi Siska sebenarnya sudah sangat ingin menikah, namun sayangnya orang yang di harapannya sudah beristri.


"okke Siska kamu cantik, pekerjaan mapan, body okke.... pasti sebentar lagi kamu bisa menemukan Jodoh Aamiin "


Siska menyemangati dirinya sendiri, meski Siska sudah lama menyukai Dimas, namun dia bukan orang yang konyol yang akan memperebutkan suami orang.


"Dokter Siska... di ruang president suite ada pasien yang menolak untuk di infus, sudah kami coba beberapa cara tapi orang itu menolak" seorang perawat mengeluh kepada Siska


"Apa dia pasien ku? "


"Ya tentu... baru saja dia mengalami kecelakaan, sebenarnya lukanya tidak begitu serius namun keluarga nya meminta dia dirawat di rumah sakit untuk pemilihan" perawat itu menjelaskan sambil memberikan laporan hasil pemeriksaan pasien


"baik aku akan mencoba memeriksanya"


Siska melangkahkan kakinya ke lantai paling atas Rumah sakit Medika, dirinya melangkahkan kakinya ke pintu yang di jaga seorang pria berbadan tegap


"Saya dokter yang bertugas memeriksa pasien" Siska memperlihatkan tanda pengenal nya kepada pria berbadan tegap tersebut, meskipun identitasnya sudah jelas karena saat ini Siska memakai jas berwarna putih


"tapi Tuan Robby sedang tidak bisa di ganggu"


"Ya aampun bisa-bisanya ada orang yang melarang dokter bertemu pasiennya" Siska mencoba bersabar menghadapi pasien kelas atas ini... bisa bisa etika kerjanya akan di kritik jika terus memaksa masuk


"dokter Siska" Dimas memanggil Siska yang masih berdiri di depan pintu president suite


"Dokter Dimas.. apa dokter Dimas akan masuk ke dalam?"


"ya... aku akan mengunjungi sepupuku" Robby merupakan adik Bayu jadi Dimas berniat mengunjungi sepupunya


"bagus... bolehkah aku ikut masuk, karena dari tadi orang ini melarang ku masuk, padahal aku hanya ingin memeriksa keadaan pasien" ucap Siska sambil menunjuk pengawal berbadan tegap yang berjaga di depan pintu


"Ya masuk lah... " saat Dimas akan masuk ke ruangan, pengawal yang tadinya bersikap garang langsung berubah ramah

__ADS_1


"SUDAH KUBILANG JANGAN GANGGU" lemparan bantal menyambut kedatangan Dimas


untungnya Dimas bisa menangkapnya sebelum bantal mengenai wajahnya


" Sorry gue kira orang lain" ucap Robby


"Lo nggak kira kira ya... napa sih lu rewel dah melebihi rewel nya pasien anak di poli gue"


"Gue mau pulang"


"silahkan pulang tapi jangan ngeluh kalau nanti nyokap lo yang nantinya ngerawat lo di rumah" Robby membayangkan bagaimana berlebihannya mamanya akan merawatnya bisa bisa dalam sebulan Robby akan di kurung di dalam kamarnya


"Sial... padahal cuma luka sedikit tapi gue harus tidur di ruangan bau kayak gini" gerutunya


"lo mendingan ngikutin saran gue.. biar luka lo di bersihin, dan badan lo juga di pasang infus, bentar lagi nyokap lo datang"


Dimas sudah sangat hafal dengan kelakuan Robby yang masih kekanakan, yah memang dia masih begitu muda usianya baru Dua Puluh satu tahun. Hobinya sebagai anak motor membuatnya tidak sengaja mengalami kecelakaan


"Dokter Siska silahkan" Siska yang sedari tadi hanya menonton pun akhirnya memiliki kesempatan untuk memeriksa pasien VVIP nya...


"kenapa harus dia yang meriksa? kenapa bukan lo aja?" Robby tidak suka dengan pengaturan Dimas


"Dia Dokter yang akan merawat lo selama disini, tugas gue bukan nanganin anak gede kaya lo... lo ikuti semua perintah dokter Siska "


Siska mendekat mulai membersihkan luka - luka Robby


"Aduh pelan -pelan"


"maaf" jawab Siska datar


"Dasar anak manja, cuma lecet kayak gini ngapain juga dirawat di rumah sakit" bayi Siska


Dimas mengamati kelakuan Robby yang kekanak-kanakan. memang harusnya ada yang bisa merubah sifat manja dan kekanakannya .

__ADS_1


__ADS_2