
Sepulang kerja Dimas menepati janjinya untuk pulang ke rumahnya. namun keadaan rumah nampak sepi, tidak ada penghuni.
Diinas berinisiatif untuk menelpon Anita
"Assalamu'alaikum mas"
"Waalaikumsalam Nit, kamu dimana"
"Nita baru keluar beli popok buat Yusuf mas"
"Yusuf kamu ajak? "
" Iya, mbk siti pamit pulang lebih awal jadi Yusuf nya Nita ajak mas"
"kamu nggak bawa mobil kan? biar saya jemput kamu shere lokasi"
"Baik mas"
beberapa menit kemudian Dimas sudah sampai di depan Minimarket yang jaraknya sekitar satu kilo dari rumah.
Tin... Tin...
Dari kejauhan nampak Anita menggendong Yusuf, tangan satunya membawa kantong belanja yang berisi popok bayi
dengan sigap Dimas turun dari mobil menghampiri Anita, diambilnya kantong belanjaan di tangan Anita dan di letakan nya di kursi belakang, Dimas membukakan pintu depan untuk Anita
"makasih mas"
"seharusnya kamu nunggu aku pulang baru beli diapers"
"iya mas Nita takutnya mas Dimas nggak pulang lagi, jadi Nita membeli sendiri"
__ADS_1
"kenapa tadi nggak kirim WA aja?, kamu kan jadi nggak perlu keluar rumah"
Nita menatap kaca disampingnya "maaf mas, Nita dah terbiasa mandiri jadi takutnya ngerepotin mas Dimas"
Dimas menoleh menatap wajah Anita memang di akuinya jarang Anita meminta bantuannya
"Yusuf anakku, jadi tidak ada hal yang merepotkan untuk kepentingan Yusuf"
Anita yang mendengar ucapan dimas hanya tersenyum miring,
"kamu sudah masak? "
"belum mas"
Dimas merubah arah berlawanan dengan rumahnya
"loh kok putar balik mas? "
"kita makan diluar"
saat mereka sampai di sebuah restoran Dimas lebih dahulu keluar dari mobil, membukakan pintu untuk Anita
karena pada jam kerja restoran mulai ramai Dimas memilih ruang pribadi untuk dirinya
Setelah duduk Dimas memilih beberapa menu untuk dirinya sendiri, setelah selesai dia menyodorkan menu kepada Anita
"kamu pilih makanan apa saja yang mau di pesan"
"Aku ikut mas Dimas aja" Anita mengembalikan menu kepada Dimas, karena belum pernah makan di tempat tersebut jadi Anita lebih yakin dengan pilihan suaminya
"apa tidak ada menu lain yang mau kamu pesan? "
__ADS_1
Anita menggelengkan kepalanya
Pesanan tak langsung datang, butuh beberapa waktu untuk menunggunya
"Anita.. "
"ya mas.. "
"Tadi aku bertemu dengan Siska, dia meminta maaf atas perkataannya tadi pagi"
"tentang apa" Anita sebenarnya tidak mengingat apa yang dimaksud dengan Perkataan dokter cantik itu.
"Tentang.... menyebutmu mantan adik iparku"
Anita menatap Dimas dan tersenyum lembut
"Bukankah kata - kata dokter Siska merupakan kebenaran"
"Anita.. maksud dokter Siska tadinya dia tidak mengetahui kalau kamu sekarang berstatus istriku, namun setelah mengetahui kebenarannya dokter Siska menyesal dan meminta aku menyampaikan permintaan maafnya padamu"
"iya mas... tidak papa"
"apa kamu marah karena aku belum mengumumkan pernikahan kita secara resmi"
Sebenarnya pernikahan Anita dan Dimas belum dilaksanakan secara resmi, mereka menikah secara Agama, karena kondisi mereka saat itu baru saja kehilangan orang yang sama sama di cintai nya.
Ibunda Dimas juga sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan keduanya untuk segera meresmikan pernikahan, namun selalu saja ada alasan Dimas untuk menunda-nundanya
"aku tidak marah,,,, mungkin ini lebih baik"
"maksudnya"
__ADS_1
"Ya ini lebih baik, aku yakin pernikahan ini bukan yang di inginkan mas Dimas,, jadi akan lebih baik kita tidak meresmikannya terlebih dahulu"
Mendengar jawaban Anita membuat dada Dimas terasa sesak, memang tadinya dia yang menunda meresmikan pernikahannya, namun entah mengapa jawaban Anita membuatnya ingin segera meresmikan hubungan bukan hanya dimata Agama namun juga Negara.