Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
31


__ADS_3

Karena hari ini Dimas masuk malam jadi Dimas memutuskan untuk berolahraga.. di dalam rumahnya terdapat beberapa alat kebugaran untuk menunjang kebutuhan olahraga nya. Dimas lebih suka melakukan olahraga di rumah karena selain waktunya bisa kapan saja, Dimas juga tak perlu terlalu lama meninggalkan putranya.


Dalam sehari biasanya Dimas berolahraga 1 hingga 2 jam. Dalam ruangan Gym terdiri dari berbagai macam alat -alat gym maka tidak heran jika Dimas memiliki tubuh proporsional, perut kotak kotak, lengan yang berotot yang membuat perempuan akan menatap kagum jika melihatnya


Sambil menatap pantulan tubuhnya di depan kaca super besar, Dimas bisa melihat tubuhnya yang nyaris sempurna. dalam hati ia memikirkan bagaimana bisa seorang Anita selama ini bisa betah tak menghiraukan tubuh sempurna nya ini. Bukankah sebelumnya saat Dimas masih sering ke tempat gym akan banyak perempuan yang menatapnya seperti ingin menelannya hidup-hidup..


Anisa pun juga sama... setiap menatap tubuh berotot nya, Anisa akan selalu memujinya. berfikir demikian Dimas ingin sekali lagi memastikan apa memang Anita tidak menyukai tubuh kekarnya ini..


Dimas berjalan menelpon Anita agar mengantarkan minuman untuknya,


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam, Nit tolong bawakan jus jeruk ke ruangan gym"


"ya mas nanti biar saya suruh Mbak Siti mengantar minumnya ke atas"


" loh kok Mbak Siti.. " ups Dimas kelepasan, niatnya untuk memamerkan tubuh berotot nya pada Anita akan gagal jika ternyata yang mengantarkan minuman adalah Mbak Siti


"memang kenapa kalau Mbak Siti yang ngantar mas? " Anita merasa aneh dengan tanggapan Dimas


"Mbk Siti biar jagain Yusuf , kamu yang buatin jus nya dan antar Jus nya ke atas, jus buatan mbk Siti terlalu manis"


"Ta.... tut tut tut" belum sempat Anita menjawab layar ponsel nya yang sudah mati. bisa bisanya Dimas mengatakan Jus buatan mbak Siti kemanisan, padahal selama ini setiap membuat jus jeruk Anita terus yang membuatnya, dan Anita juga sama sekali tidak pernah menambahkan gula ataupun pemanis lainnya.


"mas Dimas aneh banget" gerutu Anita


Anita melangkahkan kakinya ke dapur mengambil Lima buah jeruk, memasukkannya kedalam Juicer satu persatu hingga menghasilkan satu tumbler penuh air perasan jeruk.


Setelah selesai Anita berniat mengantarkan minuman pesanan Dimas langsung , namun langkahnya terhenti ketika Anita mendengar Yusuf sedang menangis


" kenapa mbak"


"ini bu.... Dek Yusuf sepertinya sudah haus mau tidur"


"oh... kalau gitu tolong bawakan ini ke tempat mas Dimas di ruang gym ya mbak.... dan tolong bilang ke mas Dimas kalau Jus nya nggak saya tambahin gula, itu murni air jeruk" Anita menyerahkan tumbler ke mbk Siti dan segera me Nina bobokkan putranya.



__ADS_1


15 menit menunggu akhirnya pintu ruangan gym terbuka perlahan, Dimas melirik dari pantulan kaca karena saat ini Dimas sedang memunggungi pintu, sambil berharap Anita yang datang membawakannya minum jadi usahanya untuk memamerkan tubuh berotot nya akan berjalan sempurna



satu



dua



ti...



"*pak Dimas ini jus Jeruknya,,,, tadi yang bikin jus nya bu Anita kok... nggak di tambah gula juga, jadi manisnya asli dari buahnya*" mbk Siti menjelaskan secara rinci karena itu pesan dari Anita



Dimas hanya melirik pantulan kaca tampa membalikkan tubuhnya, dan menjawab "terimakasih" lalu kembali melakukan aktivitas nya




"hemm"



setelah pintunya kembali di tutup Dimas merasa sangat jengkel... percuma saja dia melepas kaos nya hingga menyisakan boxer berharap akan mendapatkan pujian atau tatapan kagum dari Anita namun nyatanya bukan Anita yang mengantarkan minumannya.



Dimas mendekati tumbler berisi jus jeruk dan meminumnya hingga sisa separuh.



karena rencananya gagal Dimas akan mencari keberadaan Anita.... ia berjalan keluar saat melewati kamar putranya sayup sayup Dimas mendengar Anita sedang menyanyikan lagu nina Bobo untuk putranya

__ADS_1



"*Hemh.. ternyata ini alasan mengapa bukan Anita yang mengantarkan minuman nya*"



Dengan perlahan Dimas membuka kenop pintu kamar Yusuf, dilihatnya Anita sedang menepuk punggung putranya yang sudah tertidur pulas,



"sssttt... pelan mas Yusuf baru saja tertidur" Anita hanya melihat sekilas wajah Dimas karena dia memunggungi pintu, dia belum sadar jika Dimas tak mengenakan pakaian



"okke" bisik Dimas



Dimas berjalan mendekati putranya dan berhenti di pinggir ranjang. posisi nya saat ini Yusuf putranya berada di tengah sedangkan Anita di pinggir ranjang dekat dengan Dimas



Karena gemas dengan pipi gembul putranya Dimas berniat mencium pipinya, yang otomatis badannya condong kearah Anita



"eeh.. mas Dimas mau apa? " Anita kaget dengan penampakan otot lengan di depannya dan saat menoleh pemandangan perut bak roti sobek berada dekat dengan wajahnya



"mau nyium"



Anita melotot tak percaya dengan jawaban Dimas apa mungkin...



"Yusuf"

__ADS_1


__ADS_2