Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
2


__ADS_3

Pagi ini Yusuf masih tertidur pulas di dalam kamarnya, sementara aku melaksanakan tugas pagi ku memasak di dapur, aku belajar semampuku menjadi ibu yang baik bagi Yusuf dan berusaha menjadi istri yang baik untuk suamiku mas Dimas.


" Sayang kamu liat dasi merah ku ndak? " Tiba-tiba suara mas Dimas terdengar dari kamarnya,


deg... aku terkejut dengan panggilan mas Dimas, apa aku bermimpi dia memanggilku dengan panggilan "sayang"?


"sayang kok kamu ndak jawab sih, akukan... " katanya terhenti, tatapan mas Dimas seolah terkejut menatap ku


"ya mas? "


"eh maaf aku lupa kamu bukan Anisa" dia menjawab seolah menerangkan bahwa panggilan "sayang " nya bukan untukku, melainkan untuk kak Anisa. yap aku sangat paham karena kadang kami merasa kak Anisa masih ada.


aku tersenyum menanggapi ucapan mas Dimas


"perlu aku carikan mas? "


"tidak usah, kamu lanjut memasak saja biar ku cari sendiri",


Dimas memasuki kamarnya dengan langkah besar dan langsung menutup pintunya dengan suara agak keras,,, dia bersandar di pintu beberapa saat, untuk menenangkan hatinya. Dimas mengusap wajahnya dengan kasar


"Nis kenapa sangat sulit , kenapa kamu pergi begitu cepat, maafkan aku sayang aku belum terbiasa hidup tanpamu".


sedangkan setelah kepergian Dimas, Anita langsung masuk kedalam kamarnya yang juga di tempati oleh Yusuf, Anisa memang memutuskan untuk sekamar dengan Yusuf, dia masih belum bisa jika harus berbagai kamar dengan suaminya,

__ADS_1


digendongnya Yusuf yang sudah terbangun, mungkin karena mendengar suara pintu yang tertutup agak kencang, " uh uh uh anak bunda sudah bangun ,,, mau mimik ya sayang? " Yusuf menatap mata bundanya dengan tatapan tak sabar sambil menoleh kekanan dan kekiri mencari sumber ASI-nya.


setelah kepergian Anisa memang Yusuf mendapatkan donor Asi dari Mila teman Anisa yang juga kebetulan sedang menyusui, anaknya juga laki-laki yang usianya Dua bulan lebih tua dari Yusuf.


tok .. tok .. tok..


"silakan masuk"


"apa Yusuf terbangun?"


"iya mas baru saja mau kuberi minum"


"biar aku gendong, sebaiknya kau lanjutkan pekerjaan mu"!


saat hendak keluar kamar, mas Dimas tiba- tiba memanggilku


"Nit... bisa kita bicara? "


ku balikkan badanku , kutatap wajahnya sedikit gugup entah apa yang membuat mas Dimas yang biasanya cuek sekarang malah terlihat gugup


aku duduk kembali di atas kasur empuk yang setiap malam ku tiduri,


"kemarin Mila menemuiku di RS"

__ADS_1


"lalu mas? bukanya kak Mila memang setiap hari setor Asi ke mas Dimas? " mas Dimas langsung melotot sambil menatapku aku yang baru tersadar dari apa yang ku ucapkan buru- buru menjelaskan


"eh maksud Nita memang biasanya kak Mila menitipkan perahan ASI-nya ke mas Dimas kan? "


"iya tapi kali ini Mila memberitahu ku bahwa suaminya akan segera di pindah tugaskan. dan kali ini Mila berencana mengikuti suaminya bertugas" mas Dimas memandang ku sepersekian detik lalu kembali menatap Yusuf


" aku masih berkeinginan Yusuf bisa mendapatkan Asi "


"iya mas aku juga sangat mendukung kalau Yusuf memang harus mendapatkan Asi"


"berarti kamu setuju kan jadi ibu Asi Yusuf? "


"hah gimana mas? Aku... ?" aku melotot horor menatap mas Dimas


"lalu siapa lagi Nit? kamu kan sudah bersedia jadi bundanya Yusuf kenapa kamu gak rela meng_Asihi Yusuf? "


" em bukan gitu mas .. Mas kan tau aku belum punya Anak , terus bagaimana biasa menyusui? "


"kamu bisa Nit , kita akan menemui dokter Bela, dia yang paling paham mengenai tatacara apa saja yang perlu kamu lakukan agar kamu bisa mengeluarkan Asi"


mas Dimas lalu pergi sambil menggendong Yusuf yang sejak tadi menikmati minumannya.


aku yang masih kaget dengan pembicaraan itu pun langsung membuka smartphone , aku penasaran apa memang bisa seseorang yang belum punya anak tapi bisa mengeluarkan Asi.

__ADS_1


setelah menggulir beberapa situs aku pun baru tau bahwa memang ada tata cara yang bisa membantu seseorang menghasilkan Asi tanpa harus hamil terlebih dahulu.


__ADS_2