
Dimas buru buru keluar menuju mobilnya,, di bukanya paper bag milik Anita satu persatu dan benar apa kata Anita,,, memang di dalamnya penuh dengan berbagai macam baju seukuran putranya itu. dan saat Dimas mengecek ternyata benar ada Dua transaksi pada pagi hari, entah kenapa tapi Dimas merasa sedikit lega, ternyata Istrinya tak di belanjakan baju oleh mantannya itu, bisa bisa Dimas malu, karena selama menjadi istrinya Dimas tak pernah menemaninya berbelanja kebutuhan fashion nya,
Padahal dulu saat bersama Anisa, hampir setiap minggu Anita akan berkeliling mall membeli barang apapun yang diinginkan bahkan barang yang menurutnya kurang bermanfaat pun juga sering dibelinya.
Tapi bersama Anita, Dimas tak pernah menghabiskan waktu bersama, apalagi dengan adanya Yusuf. mereka sering membeli kebutuhan keluarga dengan online shop. jadi tak perlu sering keluar rumah.
Memang Anita dan Anisa memiliki sifat berbeda, jika Anisa adalah sosok lemah lembut, penyayang, dan sangat dimanja beda dengan Anita yang lebih pemberani, dan mandiri.
Anita akan berani melawan jika dirinya memang merasa benar, beda dengan Anisa yang lebih sering mengalah daripada berdebat.
"Loh... kok dah dapat belanjaan segitu banyak? kapan belanjanya? "
"tadi nita yang belanja buk... sama temannya"
"Owh... kirain kalian berdua yang belanja"
"kan tadi pagi Dimas kerja bu"
"ni Dim ibu kasih tau ya... yang namanya jalan-jalan tu penting sekali kali, emang kamu kira nggak jenuh apa Anita dirumah ngurus bayi, masak, nanti habis tu beres-beres ya walaupun ada asisten rumah tangga tapi kan tetep aja capek"
"kan dia bisa jalan-jalan sendiri bu"
"emang kamu gak takut gitu kalau Nita jalan sendiri nanti dikira dia masih single, terus banyak yang godain"
" yah tergantung dianya aja bisa jaga diri nggak"
" ish kamu ni di bilangin... nih ya nyesel nanti kalau ada yang lebih perhatian sama Nita loh... "
Dimas memikirkan apa yang di ucapkan ibunya, memang dia seorang laki-laki, jadi dia juga tau bahwa mantan pacar Anita juga masih berharap kepada Anita. "apa harusnya aku mengikuti saran ibu untuk mengajak Anita keluar berdua"
Sebenarnya Dimas juga sedikit was-was kalau Anita kembali lagi dengan mantannya. bukan apa-apa tapi Dimas takut kalau nanti sudah tidak ada yang membantu nya merawat Yusuf,, ya benar tidak mungkin kan ada alasan lain? pikir Dimas
Di dalam kamar Anita sedang mengobrol dengan Nanda
"Aku pulang ke Jogja besok sore Nit"
"Kenapa kerjanya jauh sih... kenapa gak balik kerja di Jakarta aja"
__ADS_1
"ish orang aku lebih senang tinggal di Jogja"
"tapikan aku jadi gak ada temen"
"kan ada Yusuf terus ada suami tercintamu itu"
"ish... apaan sih... suami tercinta kayak gitu"
"eehh jangan gitu... nanti kalau dah kecantol susah lepas loh"
"gak bakalan Nda... lagian di hati mas Dimas tu cuma ada kak Anisa jadi nggak mungkin aku bisa masuk di hatinya"
Nanda tak akan pernah tau bahwa selama ini Anita sudah berusaha mendekati Dimas, dia mencoba menjadi istri yang baik menjadi ibu yang bertanggung jawab, tapi sepertinya usahanya belum membuahkan hasil.
saat ini pintu kamar terbuka pelan, seolah Dimas takut kalau Putranya akan terbangun,
Dengan pelan Dimas melangkah mendekati Anita, entah apa yang sedang di rencanakan nya karena tidak biasanya Dimas mendekati Anita
"Nit"
__ADS_1
"Ya.. "
"mas Tomi ngundang kita makan malam di luar"
"mas Dimas aja, Anita mau jaga Yusuf"
"sekali - kali kita makan di luar, mumpung Yusuf juga dah tidur, besok lusa juga ibu dah balik ke Bandung, lagian disana pasti pada bawa istri atau pacarnya, masa aku sendiri"
Akhirnya Anita mengikuti apa yang diinginkan Dimas
Nanda sedang menata baju-bajunya kedalam koper, walaupun dia tak lama ke Jakarta tapi bawaannya tetap lah penuh, Apalagi setelah ditambah hasil belanjanya dengan Anita, kopernya sampai tak muat untuk di tutup kembali
Saat Nanda berpikir untuk mencari tas lain untuk di gunakan suara bel pintu berbunyi,
"Siapa yang malam-malam begini datang " sambil berjalan menuju pintu Nanda mengintip di balik tirai, ternyata ada seorang lelaki dewasa yang ada di depan pintu rumahnya wajahnya tak terlalu jelas karena dia memunggungi pintu.
Nanda memutuskan untuk membukakan pintu rumahnya, siapa tau ada yang membutuhkan pertolongan nya
"ya... cari siapa ya? "
"Nda"
"loh... Johan... kok bisa sampai sini ayo masuk"
"nggak Nda di depan rumah aja, gak enak kalau ganggu "
"gak ganggu kok... papa mama lagi keluar cari oleh-oleh buat aku"
"kamu jadi ke Jogja besok Nda"
"Iya,,, aku pulang kan cuma mau denger cerita dari Nita langsung, jadi karena sekarang dah jelas aku harus balik Jogja lagi"
"yaudah sebagai ucapan terimakasih aku karena kemarin dah bantuin bikin surprise untuk Anita, gimana kalau sekarang kita makan di luar? "
__ADS_1