
Dimas masuk kedalam kamar nya bermaksud untuk menyegarkan badannya setelah semalaman bekerja. namun langkah kakinya terhenti Dimas menatap seisi ruang kamarnya yang berbeda. foto pernikahannya dengan Anita sudah tidak terpasang dan beberapa foto dirinya bersama Anisa pun juga sudah tak ada. Dimas merasa sangat emosional, bagaimana bisa Anita mengubah kamarnya bersama Anisa begitu saja.
Dimas masih menempatkan Anisa di hatinya. jadi dirinya begitu tidak Terima bila ada yang menggeser tempat Anisa. kamar ini pun juga adalah kamarnya bersama Anisa, tidak seorang pun boleh merubahnya.
Dimas membalikkan tubuhnya ingin mencari keberadaan Anita namun saat dirinya akan membuka pintu ternyata Anita sudah membuka pintunya dari luar,
"Mas Dimas sudah pulang?" Anita mengulurkan tangannya bermaksud menyalami suaminya namun Dimas segera menepis nya
"Anita berani sekali kamu" Dimas menatap Anita penuh Emosi
"maksud mas Dimas apa? "
"kamu tanya maksud aku apa? mari ku perlihatkan apa yang ku maksud" Dimas menarik lengan Anita dengan penuh kekuatan menariknya kedalam kamar dan menghempaskan nya .
"aduh... sakit mas.. mas Dimas bisa kan bicara baik-baik" Anita memegang lengannya yang baru saja di cengkram Dimas
"baik-baik katamu? lalu aku tanya kenapa kamu berani melepaskan foto pernikahan ku dengan Anisa kakakmu? "
Dimas menunjukkan tembok di atas ranjang yang tadinya terpasang bingkai besar foto pernikahan Dimas dengan kakaknya, Namun Anita sendiri juga sangat terkejut, semalam dirinya tidur dikamar Yusuf jadi Anita tidak tau menahu tentang foto yang dimaksud
"Akku... " Anita berusaha mengatakan kepada Dimas jika dirinya juga tidak tau kemana perginya foto itu
"Aku apa, apa sekarang karena kau sudah menikah denganku lalu kau bisa menggantikan Anisa? "
"jangan mimpi!!!! jika bukan karena Yusuf tidak mungkin aku akan menikahi mu"
"Anita... kamu harus ingat posisi mu disini hanya sebagai ibu pengganti. jadi Jagan melakukan hal yang bukan bagianmu"
"Mulai sekarang aku tidak mengizinkan kamu menyentuh barang apapun milik Anisa"
Anita tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan apapun kepada Dimas, dirinya juga masih bingung tentang peristiwa ini.
Dimas berbalik langsung keluar rumah dengan bunyi Brakk.. dinas menutup pintu kencang
Anita memejamkan matanya, dia terlalu kaget dengan kejadian barusan. tadinya Anita sedang mengajak Yusuf berjalan jalan dengan baby sitter nya, namun di tengah jalan Anita lupa kalau handphone nya tertinggal, jadi dirinya memutuskan mengambil handphone terlebih dahulu.
Anita tidak menyangka akan menemui kemarahan Dimas pada saat ini. Anita bahkan tidak tau kemana foto foto itu berada.
"*Anisa aku masih mencintaimu aku tidak akan pernah menggantikan posisi mu dengan orang lain, selamanya kamu adalah orang yang kucintai*"
Dimas memilih pergi ke apartemen nya. dia tak mau jika ada yang mengusik kenangannya bersama Anisa
dalam perjalanan ke apartemen Dimas merasa sangat marah, tadinya dia berfikir jika Anita akan bisa menerima statusnya saat ini, karena selama ini Anita tidak pernah menuntut apapun darinya, tapi ternyata dugaannya salah, Anita berusaha menggantikan tempat Anisa
"*Cih... memang seharusnya aku sudah sadar kalau Anita juga menginginkan menjadi istriku seutuhnya, ternyata dia tak tulus menyayangi Yusuf*"
__ADS_1
Dimas sudah berencana untuk mencetak kembali foto pernikahannya bersama Anisa. dia akan mengembalikan foto pernikahan itu di tempatnya.
Dimas masih ingat saat dulu dirinya memasang foto bersama Anisa, Anisa yang menyarankan foto itu di pajang di atas ranjang tempat tidurnya.
"*mas Dimas fotonya kita pajang disini aja ya*"
"*kenapa disini, seharusnya kita pajang diruang Tamu biar semua orang tau aku memiliki istri secantik kamu* *sayang*"
"*jangan mas... aku pingin fotonya di pajang di kamar kita saja, supaya setiap hari kita bisa mengingat janji pernikahan kita*,
*aku pingin mas Dimas selamanya menyayangi ku sama seperti sekarang* , *dan hubungan kita juga selamanya akan berasa seperti pengantin baru penuh cinta dan kasih sayang*"
saat dirinya melangkah masuk kedalam Apartemen Dimas menemukan semua foto pernikahannya ternyata telah berpindah disana,
dan ibunya lah yang sedang mendekorasi tata letak foto dan barang-barang Anisa lainnya.
bu Sofi menoleh memperhatikan Dimas, dia tau pasti putranya akan marah karena telah berani merubah tata letak apartemen nya
"Ibu kenapa mindahin barang barang Anisa kesini"
"Lalu bagaimana sebaiknya? apa kamu akan tetap memasang foto ini di kamarmu dengan Anita? "
"bu itu kamarku dengan Anisa"
"oh... lalu dimana sebenarnya kamar Anita? bahkan Anita tak memiliki tempat di rumah suaminya"
Dimas terdiam mendengar ucapan ibunya
__ADS_1
"Ibu malu dengan Anita Dim.... "
"maksud ibu? "
"ibu malu dengan Anita karena dulu ibu lah yang menyuruhnya menikah dengan mu, memang awalnya ibu hanya memikirkan Yusuf, bagaimana cucu ibu tumbuh tanpa seorang ibu. tapi ibu lupa jika sesudah menikah Anita juga akan memiliki peran seorang Istri, kamu tau artinya? "
Dimas menatap ibunya
"Anita istrimu yang sah. dia memiliki hak dan kewajiban sebagai seorang istri, begitu juga kamu apa selama ini kamu telah memenuhi kewajiban mu terhadap Anita? "
"Tapi bu aku tidak mencintai Anita, yang ada dalam hatiku hanya Anisa"
"lalu bagaimana dengan Anita, apa kamu pikir dia mencintaimu?"
Dimas mengepalkan tangannya, *apa Anita mencintaimu? kalau tidak apakah Anita masih mencintai Johan mantan pacarnya* entah memikirkan itu ada sesuatu yang tak nyaman di hati Dimas.
"dia berani mengambil keputusan menikah dengan mu, meninggalkan mimpinya, meninggalkan pendidikannya demi siapa, demi Anakmu!!, bahkan ibu tau bahwa Anita meninggalkan kekasihnya demi menikah dengan mu!"
"Dimas ingat bukan keinginan Anita menikah dengan mu, ibu yang memintanya, ibu yang memohon padanya, hanya demi Yusuf. dan ibu sudah lihat Anita begitu mencintai Yusuf sebagai putranya"
"ibu tidak melarang mu jika kamu masih mencintai Anisa, tapi saat ini Anisa sudah tidak ada, cobalah membuka hatimu, perlakukan Anita sebagai mana dulu kamu memperlakukan Anisa, sayangi dia, dia istrimu Dim...
bu Sofi menata baju baju Anisa kembali, memasukkan satu persatu bajunya kedalam lemari
" Dim... ibu memindahkan barang barang Anisa kesini karena ibu ingin kamu membuka hatimu untuk Anita. bagaimana perasaannya selama ini jika kehadirannya di hidupmu seperti tidak ada gunanya. ibu ingin Anita memiliki tempat sebagai istri di rumah mu"
"bu aku belum bisa"
__ADS_1
"lalu sampai kapan? apa. kamu menunggu Anita lelah, menunggu Anita menyerah? "