
Rencananya aku akan mempertemukan Anita dan dokter Bella hari ini, kebetulan jadwal ku juga tak begitu padat.
"Mas saya sudah sampai, saya tunggu mas di depan ruang pendaftaran ya"
"ya" aku segera menghampiri Anita setelah menutup telpon ku
dari jauh kulihat Anita yang sudah agak lues menggendong bayi, sambil sesekali menimang nya.
"pagi dok... "
aku sedikit mengangguk menanggapi sapaan para perawat
"sini biar aku yang gendong Yusuf"
"wah dok ini siapa imut banget... " tanya perawat yang berada di dekat kami
" ini anak saya Yusuf "
"oh ini to putra dokter Dimas ,,ganteng sekali mirip dokter Dimas" mereka memuji ketampanan Yusuf yang memang memiliki wajah mirip dengan ku. aku hanya tersenyum menanggapi
ku alihkan pandangan ku kepada Anita yang sedari tadi hanya diam,
" Ayo kita ke ruangan Bella,, dia pasti sudah menunggu "
"baik mas", Anita mengangguk kepada beberapa perawat yang tadi menggoda Yusuf,
" tau nggak itu tuh istrinya dokter Dimas yang baru loh"
"heh jangan ngaco deh... mana mungkin dokter Dimas nikah sih... orang istrinya aja baru saja meninggal" mereka berbisik setelah kepergian ku, yah memang tidak semua orang di rumah sakit ini tau tentang pernikahan ku dengan Anita.
"Assalamu'alaikum dokter Bella"
"Wa'alaikumsalam ,,, mari silakan duduk... "
__ADS_1
"Wah baru beberapa hari Yusuf sudah kelihatan montok ya,,," dokter Bella senang melihat perkembangan Yusuf
"iya Bell memang Yusuf cepat banget besarnya" mas Dimas menjawab nya sambil menatap lembut Yusuf.
aku hanya diam mendengarkan pembicaraan antara mas Dimas dan dokter Bella , mereka mengobrol tentang bagaimana cara agar aku bisa meng\_ASIhi Yusuf
"ada tiga cara yang bisa kita coba, pertama dengan bantuan obat-obatan, kedua terapi hormon, dan yang terakhir memompa p\*\*udara"
"lalu mana yang menurut lo paling cepat menghasilkan Asi Bell"?
"udah ndak keburu Bell, si Milla bilang paling tidak sepuluh hari lagi dia berangkat ikut suaminya"
"lagian lo juga sih pake gak mau ikutan saran si Milla, nih ya sekarang kan banyak tu ibu Asi kenapa lo gak ngambil salah satunya sih? kan lebih enak, kita bisa nentuin ibu Asi buat Yusuf"
"gak bisa gitu lah Bell, lo tau sendiri Yusuf tu berharga, gue pinginnya Yusuf mendapatkan Asi dari orang yang jelas".
" terus lo pikir ibu Asi tu gak jelas gitu"? tanya dokter Bela dengan nada agak emosi, dokter Bella memang lama berteman dengan mas Dimas dan kak Anisa mereka dulunya satu angkatan waktu kuliah kedokteran. jadi wajar saja kalau panggilan mereka terdengar sangat akrab
__ADS_1
" bukan gitu Bella... yah pokoknya gue pinginnya Yusuf bisa mendapatkan Asi dari orang yang bisa gue percaya"
"ya deh kalau memang gitu pilihan lo ya... gue cuma bisa bantu sebisa gue".
"bisa lo tinggal sebentar? , gue bakal beri penjelasan istri lo"
"hemm... " mas Dimas keluar dengan masih menggendong Yusuf
Panjang lebar dokter Bella menjelaskan kepadaku tentang langkah-langkah yang bisa membuatku cepat menghasilkan Asi
"pokoknya jangan lupa setiap Empat jam kamu pompa selama Lima sampai Sepuluh menit, terus jangan sampai terlewat ya... aku akan memberitahu tentang obat-obat yang perlu diminum".
" iya dok"
"kamu kok kayak nganggep aku asing banget sih Nit? kita kan dah sering ketemu, aku juga sering nginap di tempat kakakmu? "
"eh anu... saya ndak enak saja kak Bella, takutnya kak Bella lupa sama saya"
"ndak lah Nit aku masih tetap nganggep kamu adek aku, apalagi sekarang kamu juga sudah jadi istri Dimas"
"makasih ya Kak " aku tersenyum mendapatkan jawaban dari kak Bella
"keliatannya Yusuf nempel banget ya sama kamu? pokoknya kamu harus semangat mompa Asinya, kalau kamu semangat pasti nanti bisa lebih cepat kamu menghasilkan Asi oke"???
" iya kak makasih ya kak suport nya"
"Anisa pasti seneng kalau tau kamu yang mengAsihi Yusuf"
aku tersenyum menanggapi perkataan kak Bella,
__ADS_1