
Tadi malam Dimas memutuskan tidak pulang kerumahnya, dia tidur di apartemen dekat rumah sakit. memang terkadang saat dirinya terlalu lelah untuk pulang ke rumah, Dimas sering memilih pulang ke Apartemen
Pagi hari berikutnya Dimas bertugas , jadi disinilah dia sekarang.. sedang memeriksa keadaan Tania... tapi raut mukanya menunjukkan bahwa dirinya tidak tenang
Tomi yang merasa ada yang aneh dengan sikap Dimas langsung bertanya
" lo kenapa sih Dim.... gak dapat jatah ya semalem? "
"husss...ada Tania" Dimas memelototi Tomi
"jadi bener nih... semalam lo gak dapat ja.... " brag "aduhh"
belum sempat Tomi melanjutkan dirinya mendapat lemparan buku di kepalanya
"tega bener sih lo Dim... "
Dimas merasa emosi nya sedang tidak stabil, sejak melihat pemandangan kemarin.
"Tania om akan buka gips kamu ya... tolong nanti bilang sama om kalau Tania merasa sakit"
baru saja Dimas selesai bicara Tania sudah menjerit...
"aaaa... aduh papa.... "
"maaf maaf"
Tomi yang mendengar jeritan Tania langsung menyingkirkan Dimas sampai Dimas terjungkal
"lo apa-apaan sih Dim... lo mau Tania gak bisa jalan? "
"sorry"
"Dah lah biar dokter lain yang periksa Tania... jangan sampai Tania jadi kenapa-napa gara-gara lo kurang konsentrasi"
Akhirnya Dimas kembali ke ruangannya, Sedangkan Tania di tangani oleh dokter Andre.
Tanpa mengetuk pintu Tomi masuk keruangan Dimas...
__ADS_1
"lo ada masalah Dim? "
"Nggak"
"halah gak usah sok nutup-nutupin apapun dari gue deh... napa istri lo"
Dimas langsung menatap mata Tomi
"Bener kan lo ada masalah sama istri lo"
"lo tu aneh... kalau gua nih .....punya istri nurut, punya istri sayang keluarga pasti gue jagaiin dia deh" " lah lo malah sia-siaiin"
"apa maksud lo"
"nih ya gue cuma mau bilang... Anisa udah gak ada Anisa gak bakalan bisa kembali. jadi gue yakin Anisa bakalan sedih kalau tau Adiknya cuma di manfaatin sama lo"
"Tom... gue gak pernah manfaatin Anita"
"Apa lo bilang? gak manfaatin? lalu menyuruh Anita menyusui Anak lo, lo bilang gak manfaatin? "
"Lalu apa dia juga seneng jadi istri lo"
Deg... Dimas terdiam tidak mampu menjawab pertanyaan Tomi
"Dim gue saranin deh lo buka hati lo... coba lihat Anita yang mau mengorbankan perasaan nya untuk keluarga kecil lo"
Setelah mengucapkan kata-kata itu Tomi berbalik keluar dari ruangan Dimas
Acara berbelanja Nanda dan Anita berlangsung Dua jam dan saat ini di tangan keduanya menenteng macam paper bag
jangan berfikir bahwa belanjaan Anita merupakan macam macam fashion terbaru, atau tas terbaru, seluruh paper bag Anita berisi baju Yusuf dan macam macam mainan untuk Yusuf
__ADS_1
karena saking asiknya Anita mengobrol dengan Nanda dia tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang menatapnya dari kejauhan.
Nanda yang baru saja menyadari kedatangan Jo langsung menyenggol Anita
"Nit ada Jo"
"hah.". Anita merasa jantung nya berdetak lebih kencang
Anita menatap arah yang di tunjukkan Nanda dengan bibir monyongnya
dan pandangan mata mereka pun bertemu
mau tidak mau Anita harus menghadapi Johan yang berjalan mendekati nya.
setelah Johan berdiri Satu meter jaraknya, Nanda langsung berpamitan ke toilet, dirinya beralasan sedang ingin buang air kecil
belum sempat Anita mencegahnya Nanda terlebih dahulu lari terbirit-birit. dia tidak mau mengganggu kedua nya berbicara.
biarkan saja untuk saat ini mereka meluruskan masalah mereka, karena selanjutnya tidak mungkin ada waktu lagi untuk kembali bersama.
__ADS_1