
Anita mendekati tempat tidur Yusuf, diangkatnya Yusuf kedalam gendongnya, sedangkan Dimas sudah terlelap tidur di ranjang Yusuf.
Anita menyusui putranya di Sofa. setelah sepuluh menit Yusuf kembali tidur, Anita meletakkan kembali Yusuf ke ranjang nya, mungkin karena Dimas terlalu lelah jadi dia tidak terbangun sama sekali dengan gerakan di sekitarnya.
Anita memilih membaringkan tubuhnya di Soffa , biarkan jika nanti Yusuf terbangun Anita bisa segera mengurusnya.
Pukul 22.30
Dimas membuka matanya, setelah sadar ternyata dirinya tidak tidur di kamarnya sendiri, melainkan tidur dikamar Yusuf, Dimas langsung duduk mencari keberadaan Anita, saat ini dilihatnya Anita yang sudah tertidur di Soffa
Dengan perlahan dia mendekati Anita, tak tega Dimas membangunkannya, namun dia juga merasa kasihan jika sampai pagi Anita tidur di Soffa
"pasti tidurnya tidak akan nyaman"
Dimas berinisiatif mengangkat tubuh Anita, saat Anita dalam gendongannya, Dimas memperhatikan berapa sejuknya wajah Anita meski tanpa polesan make-up
Rambutnya yang hitam legam tergerai seperti air terjun, bulu matanya lentik dan bibirnya... entah mengapa saat melihatnya seperti ada magnet yang menarik Dimas untuk lebih dekat dan merasakan manisnya bibir Anita
Dimas membaringkan tubuh Anita di dekat Yusuf, dia mengambil selimut untuk menutupi badan Anita sampai dengan dadanya, tatapannya kembali ke wajah ayu Anita wajah sejuk yang membuat orang tak pernah bosan untuk menatapnya.
Tiba-tiba sebuah bisikan muncul di hatinya, Bukankah mencium nya boleh di lakukan, karena memang mereka suami istri, namun saat Dimas ingin menanamkan ciuman ke bibir manis Anita tiba-tiba Anita membuka matanya
"Astaghfirullah mas Dimas"
Dimas nampak sangat gugup, bagaimana bisa di hampir saja mencium Anita saat istrinya tidur, hal itu membuat Dimas seperti pencuri yang ketahuan sang pemilik.
__ADS_1
Anita juga merasa kaget dengan apa yang baru saja dilihatnya, "apa... baru saja mas Dimas akan mencium ku? tapi itu nggak mungkin.... mana mungkin mas Dimas melakukan hal itu, di hatinya kak Anisa tidak tergantikan" buru buru Anita menepis pikirannya
"tidak usah berpikir macam-macam , aku baru saja memindahkan mu dari soffa" Dimas mencoba menyelamatkan wajahnya.
"oh... makasih mas" Anita merasa tenang setelah mendengar perkataan Dimas
"lain kali jangan ngerepotin, kalau tidur langsung tidur aja di kasur, kalau kayak tadi kan jadi aku yang repot" Dimas berbalik dan keluar dari kamar Yusuf dengan jurus seribu langkah
"kenapa mas Dimas marah, aku kan cuma kaget tadi... habisnya wajah mas Dimas terlalu dekat dengan wajahku, siapapun pasti berpikir mas Dimas ingin mencium ku" gerutu Anita sebal
Dimas memilih kembali ke kamar lalu direbahkannya tubuh yang masih terasa gugup
"Namun memang aku akui semakin hari Anita terlihat semakin cantik, ***hasshh***.... *ingat Dim di hati lo cuma ada Anisa nggak ada wanita lain yang bisa gantiin posisi nya di hati lo*"
Di dalam kamar Dimas mengedarkan pandangan matanya, setelah itu baru dia sadar bahwa seluruh kenangannya bersama Anisa kini sudah tidak ada lagi di kamar ini, yang tandinya Dimas selalu merasa senang meski hanya di temani foto Anisa namun sekarang berbeda, kamarnya terasa kosong
__ADS_1
Berkali-kali Dimas membolak-balikkan badannya berharap matanya akan terpejam namun sampai jam menunjukkan pukul 01.00 WIB matanya masih tak bisa terpejam.
"*Apa sekarang aku merasa kesepian* "
Tanpa sadar Dimas bangkit keluar dari kamarnya dan kembali masuk ke kamar Yusuf, nampak di ranjang yang cukup luas Anita dan Yusuf tidur dengan nafas teratur
"Sepertinya aku tidak bisa tidur jika kembali ke kamar, lebih baik aku tidur bersama mereka "
Dimas memposisikan tubuhnya di samping Yusuf . "ya... aku disini hanya akan tidur, tidak ada hal lain yang akan aku lahkukan"
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
__ADS_1
Hai tema-teman salam kenal,,, ini cerita pertama aku jadi mohon maaf jika masih ada banyak typo ππ , untuk seluruh pembaca yang sudah memberikan π terimakasih banyak. mohon dukungannya ya semoga Autor bisa terus update tiap hari π₯°π₯°π₯°