Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
5


__ADS_3

Pernikahan ku dengan Anita memang sangat berbeda dengan pernikahan ku dengan Anisa. entah sudah beberapa bulan hidup bersama tapi bayangan Anisa selalu saja muncul, mungkin karena rasa rinduku yang teramat sangat membuat aku tak bisa mengalihkan pikiran ku dari Anisa.


saat aku menatap betapa telatennya Anita merawat anakku Yusuf, aku sering merasa bersalah, seharusnya dia mengejar mimpinya menjadi guru. tapi sepertinya dia memang memilih untuk merawat Yusuf.


Aku sudah mencarikan babysitter untuk Yusuf, namun karena masih baru Anita masih enggan mempercayakan Yusuf sepenuhnya.


"Mas tadi pagi ibu menelfon katanya ibu mau ke rumah"


Anita datang sambil memegangi perutnya, aku tau maksud Anita mengatakan hal itu, karena pasti ibu akan menginap di rumah kami. kami sering melakukan sandiwara di dapan ibu, ibu hanya tau kalau kami hidup rukun tinggal layaknya pasangan suami istri sesungguhnya. padahal saat ibu menginap sajalah kami tidur sekamar, itupun aku tidur di sofa dan Anita di tempat tidur.


"kapan? , kamu sudah pindahin baju-bajumu"


"belum mas perutku lagi agak nggak enak, nanti minta tolong beliin obat di apotek ya mas"


" memang kamu sakit apa "


"sepertinya tamu bulanan mau datang mas"


Dimas segera tau maksud Anita karena dulu saat Anisa masih ada, Anisa juga sering mengalami hal seperti itu.


"mbak siti kemana? "


"ada mas di dalam sedang menggendong Yusuf"


"kamu duduk tunggu sini"

__ADS_1


Anita mendudukkan pantatnya di sofa depan TV sambil sesekali meringis merasakan nyeri, memang setiap tamu bulanannya datang Anita sering kali merasa nyeri, kata orang kalau dah nikah gak akan ngerasain sakit lagi pas mens, tapi buktinya Anita sudah menikah masih saja mengalami kram perut. entahlah Anita juga tak paham


"nih minum"


Dimas menyodorkan gelas kearah Anita


"apa ini mas"


" air rebusan jahe"


Anita menerima gelas itu dengan kedua tangannya.. di minumnya perlahan-lahan. sambil sesekali melirik ke arah Dimas.


memang setelah beberapa saat rasa nyerinya agak berkurang


Dimas dan Anita duduk diam sambil menonton acara di TV yang sedang menayangkan kartun. meski usia Anita saat ini 22 tahun tapi dia masih suka dengan acara kartun, karena menurutnya acara kartun tidak membuat kita terbebani, mau terbang tinggal pegang balon, mau terjun bebas bisa cuma pakai payung, bahkan mau nanam biji buah juga bisa langsung panen tanpa menunggu lama. sepertinya enak sekali hidup kartun kartun itu


jika itu Anisa pasti Dimas sudah memeluknya, memberikan kehangatan agar bisa mengurangi rasa kram perutnya, tapi dia Anita bukan Anisa.


Anita memiliki wajah yang tak membosankan, semakin dipandang semakin cantik. hanya saja yang membuat Anita lebih manis dari Anisa adalah dia memiliki lesung pipi di pipi kanan nya,


Anita juga memiliki badan lebih tinggi dan sedikit berisi terutama dadanya yang memang terlihat agak lebih besar dari sebelumnya, mungkin karena efek menAsihi


saat merasa dirinya di tatap oleh Dimas, Anita langsung menoleh dan tatapan mata keduanya bertemu. Dimas yang sepertinya kepergok pun langsung merasa salah tingkah.


"sudah baikan? " tanya Dimas mencoba mengalihkan pikirannya, entah apa yang dia lakukan sehingga matanya memandang dua aset Anita

__ADS_1


" em sudah mas..."


"kamu bisa ambil obat pereda rasa nyeri di kotak obat"


"baik... makasih mas Dimas dah buatin aku jahe anget, perutku jadi lebih enakan"


"Sama-sama"


"kok mas Dimas tau sih resep bikin jahe anget, googling ya"


"dulu Anisa sering mengalami sakit sepertimu, makanya aku belajar membuat minuman jahe anget supaya biasa mengurangi kram perutnya"


" kak Anisa beruntung ya Mas"


"maksudnya? "


"iya ... kak Anisa beruntung bisa bersama dengan Mas Dimas yang bisa menyayanginya, bisa merasakan bagaimana rasanya di sayangi, di cintai dan dirindukan"


Dimas menatap Anita lekat mendengar ucapannya. lucu rasanya memang. hidup bersama tapi tak ada rasa. seberapa pun dia belajar membuka hati, namun sangat sulit untuk berpaling.


"semoga aku bisa seberuntung kak Anisa, bisa merasakan kasih sayang seseorang yang tulus mencintaiku"


sebenernya Anita memiliki seorang kekasih yang sangat dicintainya. kekasih nya mendapat beasiswa S2 dan saat ini sedang menempuh pendidikan di diluar negeri jadi hubungan keduanya agak renggang karena kesibukan kekasihnya , bahkan Anita belum memberitahu kekasih nya bahwa dirinya sudah memiliki suam,i entah apa reaksinya saat mengetahui Anita menikah dengan orang lain.


tok tok tok

__ADS_1


bunyi pintu menghentikan pembicaraan Anita, Dimas berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu, saat pintu terbuka Dimas langsung kaget mendapati ibunya datang membawa tas yang lumayan besar.


__ADS_2