
Didalam mobil Dimas dan Anita duduk berdampingan, Yusuf yang sudah terlelap berada di pangkuan Anita, sedangkan mbak Siti duduk di kursi belakang.
Suasana mobil nampak sepi, tidak ada yang berniat memulai percakapan, Dimas sendiri juga sepertinya masih merasa gengsi jika harus meminta maaf kepada Anita, karena dirinya telah menuduh Anita memindahkan barang barang Anisa.
Jarak antara Rumah sakit dan rumah mereka tidak begitu jauh hanya sekitar 20 menit mereka sudah sampai di rumah
"Makasih ya mas sudah nganter kami sampai rumah"
"ya... "
Dimas turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah
"Mas Dimas nggak balik kerja lagi? "
Dimas menoleh menatap Anita
"Memangnya kenapa? "
"yah... inikan masih jam kantor mas "
"ini sudah masuk jam istirahat Nit.... saya mau makan lapar"
Dimas melenggang masuk ke rumah nya disusul Anita di belakang nya...
"mbk Siti tolong bawa Yusuf ke kamar dulu ya,,, saya mau nyiapin makan buat mas Dimas"
"baik bu"
Dimas duduk di ruang makan... menunggu Anita menyiapkan makanannya, memang setelah menikah dengan Anita Dimas selalu di layani saat sedang makan .
"Mas mau makan sama apa? tadi Nita cuman masak tumis kangkung sama ayam goreng " Anita membuka tudung saji di tengah meja
"Apa saja yang ada"
Anita mengambilkan seporsi Nasi dan di taruhannya tumis kangkung beserta ayam goreng kedalam piring
"sudah berhari-hari aku makan makanan di kantin rumah sakit, rasanya lidahku mari rasa, semua masakan tidak ada rasanya, hari ini ada kesempatan pulang jadi bisa makan masakan Anita lagi hehe" batin dimas menatap makanan di depannya
ketika Santapan pertama masuk ke mulutnya, Dimas memejamkan matanya, "memang masakan Anita sangat enak"
"Mas Dimas mau minum Apa biar Nita ambilkan"
"Nggak usah... kamu nggak makan? "
"Nanti mas belum lapar"
"duduk"
Anita mendudukkan badannya di kursi samping Dimas, menunggu Dimas menghabiskan makanannya
"Ibu dimana"
"Ibu sudah pulang mas"
"Ibu kapan pulang"
"Sudah tiga hari mas" Dimas menatap kaget ke arah Anita, jadi sejak bertemu ibunya di Apartemen , hari itu juga ibunya pulang
"Terus kamu Tiga hari ini tiap malam cuma berdua sama Yusuf? "
"iya... "
"kenapa kamu nggak telfon aku"
"Nita taunya mas Dimas masuk kerja malam, makannya mas Dimas nggak pulang"
__ADS_1
"kamu... " huft memang aku yang salah seharusnya aku selalu pulang ke rumah, apalagi kejadian kemarin adalah kesalahpahaman. Dimas menyesali perilakunya kemarin, seharusnya dia tak membebani Anita, karena Yusuf adalah putranya jadi dia adalah tanggung jawabnya.
"Nit... "
"Ya mas... "
" Tentang kejadian kemarin aku mau minta maaf "
"Nggak papa mas, mas Dimas nggak salah kok, wajar mas Dimas marah karena barang kak Anisa di pindahkan"
"kamu nggak marah sama aku? aku udah salah paham sama kamu, sampai mbentak kamu"
" buat apa saya marah mas....? malahan saya iri sama kak Anisa, kak Anisa bisa menemukan orang yang begitu mencintainya"
Anita tersenyum lembut menatap Dimas
Entah mengapa kata kata Anita membuat hatinya merasa sedikit tidak nyaman.
Anita juga seorang perempuan yang seharusnya berhak mendapatkan kasih sayang dan cinta dari seseorang apalagi suaminya. namun karena menikah dengannya, Anita malah kehilangan kesempatan untuk bisa merasakan rasanya di sayangi dan di cintai
"Mas Dimas mau langsung berangkat apa mau sholat dulu? "
"aku sholat dulu"
"kalau gitu Nita mau ke kamar dulu ya mas... mau sholat"
"ya.. "
Dimas masuk kedalam kamar nya yang sudah Tiga hari tidak di kunjungi nya, nampak dinding kamar yang polos tanpa ada pajangan.
Selesai Dimas melaksanakan Shalat, dia menghampiri Anita di kamar Yusuf,
"Nit"
"ya sebentar mas... "
Anita sedang menyusui Yusuf dia lupa tidak memakai apron jadi Anita merasa panik ingin mencari keberadaan apron nya.
***ceklek***......
"Mas Dimas"
"kamu lagi apa kok lama? "
__ADS_1
Di kamar nampak Anita sedang duduk memunggunginya untuk menghindari tatapan Dimas pada aset berharganya.
"ini mas Nita lupa naruh apron jadi agak lama"
Dimas tersenyum melihat tingkah laku Anita yang malu malu, tiba-tiba muncul keinginan Dimas untuk menggoda Anita
perlahan lahan Dimas berjalan mendekati Anita, dengan sengaja Dimas duduk di samping Anita, dengan kagetnya Anita langsung memprotes nya
"mas Dimas kok kesini... "
"memang kenapa? "
"Aku lagi mengasihi Yusuf"
"lalu"
Anita berusaha menutupi dadanya dengan kain selendang yang berada tidak jauh dari tempat duduk nya, namun usahanya sia-sia
Yusuf merasa tidak Terima jika wajahnya di tutup kain selendang, tangan mungilnya berusaha menyingkirkan benda yang mengganggu kenyamanan nya,
"*Yusuf kenapa kamu nggak bantu bunda sih*" batin Anita dalam hati , sepertinya saat ini Yusuf lebih berpihak kepada ayahnya
Pandangan mata, Dimas menyusuri wajah gugup Anita, entah mengapa ada perasaan aneh saat melihat kegugupan Anita, "*apa se malu itu Anita di hadapan ku*"
"Aku mau berangkat kerja lagi, nanti sore aku akan pulang, aku titip Yusuf ya"
"i.. iya mas.. "
" boleh aku cium Yusuf "
belum sempat Anita menjawab Dimas sudah mendekatkan wajahnya ke pipi tembem Yusuf.
**Deg**... ketika itu juga kulit dada Anita tak sengaja bersentuhan dengan pipi Dimas, dia merasa ada listrik yang menyengat seluruh tubuhnya
__ADS_1
Dimas juga tak kalah gugup. seperti ada percikan Api yang menyala pada tubuhnya. "*Gawat niat nya hanya ingin menggoda Anita tapi sekarang malah aku yang merasa tergoda* "