Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
14


__ADS_3

Johan menatap kepergian Anita, dia meyakini bahwa pernikahan Anita tidak seperti pernikahan lainnya,,,


"Jo ..... dimana Anita? "


"Dia dijemput suaminya"


Nanda mencari-cari keberadaan Johan dan Anita di dalam cafe, tapi dirinya tidak menemukan keberadaan keduanya. saat itu dirinya melihat Johan berdiri mematung menatap kepergian sebuah mobil.


"kalau gitu aku juga akan pulang" baru saja Nanda melangkahkan kakinya Johan sudah memanggilnya lagi


"Nanda... bisa minta waktunya sebentar? "


"ya"


"aku akan mengantarmu pulang"


Didalam mobil Johan mulai menanyakan keadaan rumah tangga Anita dan suaminya


"Apa Anita menceritakan alasannya menikah dengan suaminya"


"Aku masih belum tau, namun aku yakin alasannya karena keponakannya itu"


"Apa Anita menyukai suaminya? "


"Entah lah Jo... aku tak bisa menebak perasaannya"


"Nanda... apakah masih ada kesempatan untukku kembali pada Anita"


Nanda terdiam tak tahu apa yang harus dikatakan. melihat Anita saat ini sepertinya dia hanya mengutamakan Yusuf di atas kepentingan lainnya.




Anita masih duduk diruang tamu apartemen Dimas, terhitung sudah 2 jam Anita hanya duduk sambil ditemani Televisi yang sedang menyiarkan berita tentang kenaikan minyak,



sedangkan Dimas masih betah berada di kamarnya entah sedang apa di dalam, memang Anita tidak berniat masuk ke kamar Dimas, kerena di rumah pun biasanya dia memiliki batasan. karena waktu makan sudah lewat perut Anita merasa keroncongan,,, dia melangkahkan kakinya kedapur, dengan sangat cekatan Anita mencari sesuatu yang bisa membuatnya kenyang, membuat mie rebus topping telur setengah matang dan taburan boncabe level 10 adalah cara termudah agar perutnya terisi



mungkin Dimas yang mengisi persediaan makan di sini, karena memang semalam Dimas tak pulang ke rumah. jadi Anita tidak akan kelaparan untuk saat ini...



ketika semua siap, Anita mulai duduk bersila di ruang tamu, baru suapan pertama yang masuk ke mulutnya tiba-tiba terdengar bunyi pintu terbuka.



Ternyata Dimas yang keluar dari kamarnya, tadinya Dimas berniat mengambil minum di Dapur tapi bau sedap masuk ke lubang hidungnya menghentikan langkahnya,,



Dimas menatap Anita yang sedang menundukkan kepalanya, mulutnya meniup mie di depannya, kepulan asap juga langsung terlihat. dengan hanya menatapnya Dimas yakin makanan di depan Anita sangat lah enak.


__ADS_1


Tanpa menunggu lama Dimas berjalan dan duduk bersila di depan Anita. Mengharapkan Anita berbelas kasihan kepadanya. namun hingga sampai setengah mangkuk Anita masih sibuk meniup dan mengunyah mie nya, karena sudah sangat lapar Dimas langsung saja mengambil sisa makanan Di mangkuk Anita



"Hei... mas Dimas apa-apaan sih.... "



"aku lapar"



"terus... "



"buatkan aku makan"



"bukannya mas bisa masak sendiri, kenapa tidak membuatnya sendiri saja"



"mie buatan mu sepertinya lebih enak"



"ya sudah tunggu aku menghabiskan Mie ini lalu akan ku buatkan Mie lagi"




"tapi kalau mie ku dingin jadi gak enak dimakan "



Dimas menatap mangkuk Mie yang tinggal separuh, lalu di raih nya sumpit di tangan Anita



"Aku akan menghabiskan sisa Mie ini, kau bisa ke dapur membuatkan Mie untuk kita berdua"



Dengan penuh konsentrasi Dimas menyuapkan makanan terenak itu kedalam mulutnya



Anita berjalan kembali ke arah dapur sambil menghentakkan kakinya. dia tidak bisa menebak apa yang di pikiran Dimas, kadang dia bisa diajak bicara, kadang berubah jadi batu, kadang juga bisa marah tanpa sebab.



Oh ayolah siapa yang mengatakan wanita itu sulit?


lebih sulit mana menghadapi laki-laki batu seperti Dimas

__ADS_1



Setelah menunggu Lima belas menit, tersaji lah Dua mangkuk Mie di atas mangkuk beserta macam toping



Sejak Anita menyusui Yusuf memang dirinya menjadi mudah lapar, dan porsi makannya pun juga bertambah, jadi meski dirinya sudah menghabiskan setengah mangkuk Mie Anita masih merasa lapar



Anita membawa Dua mangkuk yang masih panas ke meja ruang tamu. keduanya menghabiskan makanan dalam keheningan.



setelah selesai Anita berpamitan untuk kembali ke rumah karena dia sudah merindukan Yusuf



"Mas saya mau pulang"



Dimas menatap Anita "apa kamu yakin? "



"ya... "



sebenarnya sejak tadi di dalam kamar Dimas mengharapkan Anita masuk ke dalam kamarnya, dan menjelaskan apa yang baru saja dia lihat di mall. dia berharap Anita meminta maaf karena pergi dengan mantan pacarnya tanpa meminta ijin.



Tapi mendengar jawaban dari Anita malah membuat hati Dimas semakin jengkel, sebagai Istrinya seharusnya kemanapun Anita pergi harus meminta ijinnya, dan satu hal lagi dia tidak suka Anita menerima barang dari mantan pacarnya.



tanpa menunggu jawaban Dimas, Anita mulai berjalan ke arah pintu, namun engan satu tarikan di lengannya Dimas berhasil menghentikan langkah nya



Anita segera berbalik menghadap Dimas


"Mas apa-apaan sih"



"kau yakin tak ingin menjelaskan sesuatu padaku"



"ya "



"lalu ijinkan aku bertanya, Anita dia mantan pacar mu bukan? lalu selain berpelukan apa saja yang sudah kalian pernah lakukan?

__ADS_1


apa dia juga sudah mencium mu ? ataukah kalian malah sudah menghabiskan malam bersama? "


__ADS_2