
Tomi memang mengundang para sahabat nya untuk makan malam bersama, sebenarnya dia juga tak ada acara yang sepesial sampai harus mengundang teman-temannya, tapi Tomi sedang menjalankan misi dari Dimas, Tomi baru saja mendapatkan permintaan untuk membuat suami istri itu makan malam di luar, padahal dirinya sendiri sedang memiliki banyak pekerjaan, tapi Dimas memaksa katanya dia ingin menebus kesalahannya kepada istrinya...
Tomi dan teman-temannya pun hanya mengikuti permintaan yang di buat Dimas, yang penting perut mereka kenyang
beberapa saat menunggu akhirnya Dimas dan istrinya datang, kedatangan keduanya langsung disambut Sinyo dan Ardy yang sudah lama menahan rasa lapar
"Wah bro lo kok baru datang sih"
Diantara yang lain sebenarnya hanya Dimas dan Tomi yang telah menikah, sedangkan Ardy dan Sinyo masih jomblo jadi alasan Dimas membawa Anita menemani nya sebagai pasangan adalah suatu hal yang aneh.
Nyatanya saat ini hanya Anita perempuan di meja itu. ke empat orang pria asik mengobrol hanya sesekali Tomi yang mengajak Anita bicara, sedangkan Dimas.... lebih memilih diam memainkan ponselnya.
"Dim kok lo malah main HP sih.... katanya tadi ngajak kita makan di luar kok gak langsung pesan aja" Sinyo langsung protes karena dirinya telah lama menunggu perutnya terisi
"lo tinggal pesen aja kok repot" Dimas menjawab ucapan Sinyo dengan enteng tanpa menatap wajahnya
"benaran nih... gue bebas pesen apapun kan? "
"iya santai aja kan Dimas yang bakalan bayar" Ardy menimpali
"loh bukanya yang punya acara kak Tomi? "
"Bukan" Sinyo dan Ardy menjawab dengan kompak
Anita menatap Dimas dengan bingung, bukannya tadi dia bilang kak Tomi yang mengundangnya makan malam, kenapa sekarang jadi berubah...
Tomi yang mengetahui Anita menyimpan pertanyaan langsung peka mencari alasan,,,
"iya nit... inikan si Dimas sejak nikah nggak pernah ngumpul lagi... jadi tadi aku ngajak dia makan di luar, ya itung-itung sambil bawa kamu jalan kan"
"oh... " Anita hanya ber oh ria
"kalau gitu gue mau pesen lobster yan gede " Sinyo menatap buku menu yang menampilkan macam menu masakan laut, dengan membayangkan saja Sinyo hampir meneteskan air liurnya
"gue juga, pokoknya malam ini kita pesta" Ardy menimpali
Dimas hanya geleng-geleng melihat kedua Temannya. memang keduanya jago jika soal makanan
__ADS_1
Anita tak tau sebenarnya Tomi sudah sangat jengkel dengan tingkah Dimas yang sedari tadi memainkan ponselnya, seharusnya kalau memang dirinya merasa bersalah, ajaklah Anita makan berDua di restoran mewah yang romantis. bukanya makan di tempat mereka saat ini. yah walaupun tempatnya lumayan tapi dengan adanya Ardy dan Sinyo tempatnya jauh dari kata romantis.
Makanan yang sedang mereka pesan adalah aneka macam seafood. walaupun makan kepiting atau kerang biasnya hanya di sukai para wanita tapi kali ini teman-teman Dimas kompak memakan makanan laut.
Anita sendiri sangat menyukai makanan laut jadi Anita juga sudah sangat tidak sabar memakannya.
Sambil menunggu pesanannya Tomi mengobrol dengan Anita,,
"Tante Sofi gimana kabarnya, dah lama nggak main kesana"
"Alhamdulillah ibu sehat mas... iya Mas Tomi sekarang gak pernah kerumah, padahal kan Tania dah sehat, kenapa nggak diajakin main sih mas... "
"Oh... kak kiki sering kerumah mas Tom... "
"iya lah... kan nengokin anaknya"
"iya sekalian bapaknya juga di tengok" Sinyo menimpali
Sinyo mendapatkan pelototan dari Tomi
__ADS_1
"Nita"
Anita menoleh mengikuti arah panggilan
"Nanda... kok bisa disini"
Saat ini Nanda dan Anita berpelukan, di belakang Nanda, Johan sedang berdiri dia juga tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang dicintainya itu
"heh kebetulan sekali, gabung yuk biar aku ada temen ceweknya"
"emang boleh gak ganggu" Nanda merasa tak enak karena disitu dia hanya mengenal Anita
"gak kok,,, yuk gabung"
sontak saja Dimas memelototi Anita.. bagaimana dia bisa mengundang mantan pacarnya duduk semeja dengan suaminya
sedangkan saat itu tatapan mata Dimas dan Johan bertemu
Dimas menatap penuh permusuhan entah bagaimana bisa ada kebetulan semacam itu, Dimas hanya mengira bahwa sebenarnya Johan yang mengikutinya
karena permintaan Anita mereka akhirnya duduk semeja,
__ADS_1