
Itulah cerita dari Bu Nining, saat dirinya masih kecil. Setiap hari Laras akan duduk di teras panti melihat ke jalan berharap sang ayah segera menjemputnya. Dia tak pernah lelah duduk di kursi rotan yang reyot itu, berharap sang ayah tiba dan membawanya pergi dari panti itu.
Waktu berlalu dengan cepat, tak ada yang menahannya, sampai suatu hari sebuah surat tiba bersama kiriman uang seperti biasanya dari pak Hariduan, yang mengabarkan, laki-laki yang dipercaya oleh Laras sebagai atahnya itu meninggal, karena sakit kangker yang telah lama di deritanya.
Hari itu akan di ingat Laras kecil sepanjang hidupnya, di mana harapannya luluh lantak sampai ke pusat bumi. Dia kehilangan cahaya yang selama ini menjadi tujuannya. Sebuah cahaya yang dilihatnya saat memejam mata dan berdoa.
Dia kehilangan arah dan harapan dalam sekejap.
Bahkan kemudian Laras kecil yang cantik dan periang itu menjadi pemurung dan pendiam, dia tak lagi duduk di paling depan saat mengaji, dia tak lagi bersuara paling lantang saat bersholawat, dia bahkan lebih banyak mengurung diri dalam kamarnya. Laras kecil yang selalu ceria itu tumbuh menjadi gadis yang introvert dan hampir tak bisa menunjukkan emosinya.
Bu Nining merasa dunia Laras sungguh beruntung saat Keluarga kaya itu datang dan ingin mengadopsi si cantik Laras ini untuk menjadi puteri mereka.
Keluarga itu baru saja kehilangan puterinya dan ketika melihat Laras mereka tergerak ingin mengasuhnya.
Laras adalah satu dari ratusan anak panti asuhan yang mendapatkan keberuntungan itu.
"Ini adalah kakakmu, Darius dan David." Itu adalah perkenalan pertama mereka, saat Laras memasuki rumah kediaman Keluarga Giraldy.
Laras langsung menyukai David anak sulung yang lebih dewasa, berwajah sedikit ramah meski tampak tak terlalu perduli dengan kehadirannya. Dia kuliah di tingkat pertama sebuah universitas.
David berwajah tampan dan dewasa, benar-benar membuat Laras remaja yang baru berusia 14 tahun itu terpesona.
Mata David lebih biru, senyumnya sangat manis jika dia menarik sudut bibirnya dan yang pasti David mau menyapanya dan menyalaminya.
__ADS_1
Darius anak kedua itu jauh dari wajah antusias, tak banyak bicara, dia terlihat pendiam dan dingin.
Nyonya Giraldy sangat menyayangi Laras, bahkan rasa sayang perempuan itu terasa sangat berlebihan. Dia terobsesi untuk mendandani Laras seperti almarhumah Belleza yang telah meninggal.
Dari warna dan model pakaian, rambut, cara berjalan bahkan cara berbicara Laras di kondisikan seperti Belle.
Laras seperti boneka yang harus menyenangkan hati maminya itu. Jika tidak maka maminya akan menangis dan itu tidak di inginkan oleh tuan Giraldy yang dingin dan pemarah itu.
Laras akan menerima umpatan dan makian jika dia membuat maminya itu sedih.
Hanya Darius yang kadang-kadang membelanya, dia rela pasang badan untuk membela Laras jika di paksa untuk menggunakan atribut milik Belleza.
"Dia bukan Belle!" Selalu saja Darius akan berteriak begitu pada maminya dan berakhir sang mami yang rapuh itu akan menangis, sebagai hukumannya Darius akan di kurung dalam kamarnya yang besar di lantai tiga. Tidak boleh keluar, makanannya akan di antar pelayan, segala kebutuhannya di kirim ke kamar itu. Sebuah hukuman yang paling di benci Darius.
Seiring waktu, Laras tahu jika Darius tidak dekat dengan maminya itu, bahkan boleh di katakan Darius adalah anak yang tak di inginkan oleh Maminya.
Darius sangat dekat dengan pelayan itu, bahkan ketika pelayan itu meninggal dalam sebuah kecelakaan, Darius mencari anak sang pelayan itu, meski dia baru berusia 9 tahun saat itu. Anak perempuan adalah teman bermainnya saat sang mami sibuk dengan baby Bellenya yang cantik seperti boneka, puteri kesayangannya. Sepulang sekolah Darius akan berkeliaran seperti preman mencari anak gadis bernama Asha itu, saudara satu susu dengannya yang telah membuatnya jatuh cinta dari kecil.
Kisah Itu, adalah kisah lama yang membuat Darius tumbuh liar dan tak terurus, dia tipe pemberontak yang kecewa dengan keadaannya yang tak pernah di inginkan. Darius meskipun di kelilingi banyak pelayan yang mengurusnya, tetap saja merasa dirinya tak berarti. Maminya bahkan tak datang di kelulusan sekolah dasarnya, karena sibuk mengantar Belleza les model cilik.
Saat itu meskipun dia juara, yang mengambil raportnya adalah pelayan yang di kirim sang papi.
Laras selama dua tahun di jadikan boneka nyonya Giraldy, bahkan nama Laras di panggilnya dengan little Belle.
__ADS_1
Hingga pada suatu hari, saat dia baru saja menghadiri pesta kelulusan, maminya yang protektif itu menyuruh seorang bodyguard untuk menjemput Laras dari pesta kelulusan yang di adakan sekolahnya dalam tajuk perpisahan itu.
Dan saat sang bodyguard kiriman nyonya Giraldy itu memasukkannya ke mobil dengan setengah menyeret, Darius datang dan mematahkankan hidung bodyguard maminya itu serta menculik Laras ke apartemen milik temannya.
Di sanalah segalanya bermula, itu adalah dua tahun yang lalu, Darius memperlihatkan dirinya yang sebenarnya. Dia adalah seorang laki-laki yang tumbuh dari banyak kekecewaan yang ternyata melimpahkan semua kesalahan hidupnya semuanya pada Laras sang fotocopy adiknya. Selama ini dia hanya berpura-pura mengasihani dan membela Laras, karena dengan bertindak begitu dia bisa melawan maminya dan menunjukkan pemberontakannya.
"Aku membencimu Laras, bahkan dari pertama kamu datang menginjakkan kakimu di rumahku." Kata Darius dengan mata yang berkilat.
"Ku kira saat Belle mati, mami bisa melihat ke arahku dan mulai mencintaiku. Tapi...ternyata kamu datang tanpa memberi kesempatan untukku mendapatkan hati mami. Kamu merebut segala yang ku inginkan, kamu merebut semua yang ku impikan." Darius mendorongnya ke tempat tidur masih dengan pakaian sekolahnya.
Laras benar-benar terkejut dengan perlakuan kasar Darius, selama ini mereka berdua hampir tak berbicara di rumah, Darius benar-benar bukan orang yang suka berbicara dalam rumah. Bahkan pada saat David memutuskan melanjutkan kuliah ke Italy, Darius sama sekali tak perduli.
"Belle bahkan mengirim bayangannya untuk merampas apapun dariku. Aku membenci kalian semua, aku membencimu sama besarnya seperti aku membenci Belle." Darius merangkak ke arah Laras yang gemetar di sudut tempat tidur.
"Aku akan membuatmu menyesal telah masuk dalam keluargaku dan berusaha menjadikan dirimu bagian dari keluargaku. Aku akan memberimu pelajaran yang akan kamu ingat seumur hidupmu, Laras."
...Jangan lupa KOMEN dan LIKE di bawah, please...please...❤️...
...Biar author tambah rajin UP...
...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...
__ADS_1
...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...
...I love you all...