Perfeck Husband

Perfeck Husband
Mengingat sosok ibu


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 7 malam tepat.semua keluarga sudah lengkap duduk di kursi yang sudah disediakan.Mama dan Mila sudah menghidangkan makanan diatas meja.sekarang mereka menyantap makanan mereka masing masing.dimeja makan terdengar keheningan sampai papanya Dimas memecah keheningan tersebut.


"Saya baru pertama kali memakan masakan yang enak ini,siapa yang memasknya?".tanya Papa dimas sambil menyantap makanan dipiringnya.


"Mila yang masaknya pa".ucap mama sarah sambil senyum menatap kearah Mila.


"Wah,kalau tiap hari dimasak kayak gini,papa ga akan pernah bosan buat makannya".ucap Papa Dimas membuat semua nya tertawa.


"dari kecil Mila memang sudah pandai memasak,apalagi kakak nya sudah menikah dan tidak tinggal lagi bersama kami makanya dia terbiasa memasak masakan yang begini setiap hari".ucap ayahnya Mila.


"Masyaallah,dengar tuh Dimas,jadi nanti kalau udah menikah kamu harus menyayangi dan mencintai istri mu ini".Ucap mama sarah sambil mengelus kepala Mila.Dimas hanya senyum sambil menatap wajah Mila mencari kepastian.karna sedari dulu Dimas sudah mencintai Mila.dan sekarang Dimas ingin mencari keberanan apakah sudah ada Namanya terukir dihati Mila ataukah belum? itu semua tergantung pada Mila sendiri.


setelah makan malam selesai semua keluarga mengumpul di ruang tamu buat membahas acara pernikahan Mila dan Dimas.


"kalau dihitung hitung tinggal 9 hari lagi pernikahan Mila dan Dimas,kita harus mempersiapkan semua nya mulai dari mahar,baju,dan adat perkawinan".ucap papa Dimas.

__ADS_1


"Tapi Mila hari apa lulus nya nak?".tanya Mama sarah.


"2 hari lagi mah".ucap Mila.


"Emm..kalau gitu besok kita pilih gaun pengantin yah.Mama udah telpon kawan mama yang jual gaun pengantin.katanya besok diantarkan semua gaun pengantinnya biar Mila juga bisa pilih pilih".ucap Mama Dimas.


"maaf mah ngerepotin mama.seharus nya mama Mila juga ikut hadir dan bantu Mila buat mempersiapkan pernikahan putrinya tapi Mama mila udah pergi deluan".ucap Mila sambil meneteskan air matanya mengingat sosok Mama yang sudah pergi sewaktu mila masih duduk di bangku Sd.


"kan mama udah pernah katakan anggap saja mama seperti mama kandung kamu sendiri,sekarang keluarga Mila lengkap kan".ucap mama Dimas.Mila langsung memeluk erat sosok Mama yang sebentar lagi menjadi ibu mertua nya tersebut.


"kok jadi pada sedih sih".ucap Oma Vina.


"jadi kita beli cincin nya dimana?".ucap Oma Vina.


"Mila gausah beli cincin lagi Oma.karna cincin yang diberi Dimas juga sangat cantik kok.tinggal Dimas aja yang beli cincinnya".ucap Mila menunjukkan jari manisnya membuat Dimas senyum sambil menatap wajah Mila.

__ADS_1


"gabisa.Mila harus beli cincin lagi".ucap Oma Vina bersikeras.


"iya Oma.Dimas sama Mila akan pergi beli cincinnya besok biar Oma senang".ucap Dimas membuat Mila menganggukkan kepalanya pasrah.


"kalau soal yang lainnya siapa yang ngurus ma?".ucap Papa Dimas.


"Kan ada Rosie disini".ucap seseorang dari balik sambil menyeret kopernya.Mila menatap binggung siapa wanita yang berbicara tersebut.setau Mila,Dimas adalah anak satu satunya dari Pak Sufian dan Bu Sarah.


"Masyaallah!Rosie pulang kok ga kasih kabar sih?".Ucap mama Dimas beranjak dari duduk nya dan mendekati Rosie sambil memeluk nya dengar erat.


"Rosie kan mau ngasih suprise untuk Mama,Papa dan kak Dimas.masa kakak sendiri Nikah adiknya ga datang".ucap Rosie ikut bergabung bersama anggota keluaga.


"Ini pasti kakak Ipar Rosie kan,cantik banget akhirnya Rosie dapat kakak perempuan".ucap Rosie duduk disebelah Mila sambil memeluk Mila.Mila pun tak segan lagi dan langsung membalas pelukan dari Rosie tersebut.walau sebenarnya ia binggung siapa Rosie ini sebenarnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2