
skip mereka bertiga pergi kekamar mandi.dikamar mandi mereka bertemu dengan Azra yang tengah membersihkan Seragamnya juga.tiba tiba dengan sengaja Viola menyenggolnya."Upss..maaf".ucapnya sambil menutup mulutnya menyeringai.
"Ehh bukan kah dia murid baru itu juga?".tanya Tisya yang melihat Azra.
"iyah,tampaknya dia polos juga.gimana kalau kita gangguin dia?".ucap Viola sambil senyum liciknya melihat kearah Azra.kemudian ia mendekat kearah Azra dan menyudutkannya."Heh lo murid baru itukan,mana sini uang lo!".ucap Viola memeras Azra.tetapi Azra hanya diam saja dan mendengarkan.
"Dia bisu kali?".ucap Tisya dan Refa menepuk kepala Tisya.
"Lo ga inget dia perkenalan tadi?".ucap Refa dan Tisya tertawa kecil melihat kebodohannya.
__ADS_1
"Dan satu lagi! lo jangan deket deket sama Ardo dia itu punya gue jadi lo jangan keganjengan sama dia!".ucap Viola sambil menunjuk nunjuk Azra.dengan sigap Azra langsung menangkap telunjuk Viola dan mematahkannya.
"Seenaknya banget lo ngatain gue kayak gitu,emang lo siapa?".ucap Azra dengan tatapan membunuh.Refa dan Tisya melihatnya hanya berdiam tidak berani.sedangakn Viola tengah menahan rasa sakit dari jarinya yang dipatahkan oleh Azra.
"Oh ya,gue liat lo tadi ngangguin Aurel.gue kasih lo peringatan kalau lo berani macam macam sama orang terdekat gue,Lo semua bakal habis!!dan untuk lo gue ga akan pernah rebut Ardo hanya untuk pengemis seperti lo!!".ucap Azra dengan kata kata membunuhnya kepada mereka semua.sekarang nyali mereka bertiga hangus seketika mereka hanya bisa menahan emosi mereka melihat Azra yang pergi dengan begitunya.
Brug!kaca pecah saat Viola menumbuknya dengan keras ia melampiaskan amarahnya kepada cermin tersebut."Brengsek!! dia katain gue pengemis,lihat aja sebentar lagi lo akan menunduk memohon kepada gue!".lirih Viola sambil menatap serpihan kaca yang menancap di punggung tangannya.
"Huuh,kita terlalu meremehkan mereka".dengus Refa kemudian mereka bertiga pergi.
__ADS_1
"Ehh Reff,Wilda kok ga datang hari ini?".tanya Tisya yang tidak melihat keberadaan saudara mereka satu lagi.
"lagi ada masalah".ucap Refa.
"Wah siapa yang berani membuat Wilda berada dalam masalah,pasti mereka semua udah mati".ucap Tisya dengan bangga dengan Wilda.
Wilda adalah salah satu orang dari kelompok mereka.Wilda lebih kejam diantara mereka sifatnya sangat dingin dan ia sering membunuh orang yang berani bermacam macam dengannya.sifat Wilda tersebut terjadi karena keluarganya.Ayah dan ibunya sudah bercerai dan ia tinggal bersama ibunya.ibunya seorang pemabuk dan suka berfoya foya ibunya tidak menginginkan sosok Wilda hadir dikeluarga mereka karna Wilda sering membuat masalah.Ayahnya juga tidak menginginkannya jadi terpaksa ia harus tinggal bersama ibunya.perlahan lahan sikap Wilda pun berubah akibat perlakuan dari keluarganya.ia menjadi seperti itu karena kedua orang tuanya telah membunuh adik kesayangannya.Wilda tidak mempunyai harapan lagi saat melihat adiknya sudah berlumuran darah dan tusukan pisau tertancap dimana mana ditubuhnya.
pada saat malam hari sifat Wilda sudah berubah total dari lembut menjadi sosok pembunuh.ia dengan kejam langsung membunuh ibunya dan setelah itu ia membunuh ayahnya.jasad mereka Wilda jadikan sebagai makanan anjing dirumahnya.jadi Wilda tidak mempunyai siapa siapa lagi sampai suatu hari Refa,Viola,Dan Tisya datang kekehidupannya dan merubah Wilda menjadi sosok pembunuh berdarah dingin.
__ADS_1
Bersambung....