
Semua rencana telah dipersiapkan dengan matang tinggal menunggu mereka melaksanakan aksinya.Semua karyawan sudah pulang sedari tadi.Azra juga sudah pulang dan menenangkan dirinya lalu pergi lagi ke Kantor.
"Yakin mau sekarang pindahnya?".Ujar Mila yang melihat Azra sudah membawa kopernya.
"Iyah Bun.kalian jangan terlalu rindu denganku okeyy".Ucap Azra dengan percaya diri.
"Yee pede banget lo".ucap Aurel menyunggingkan bibirnya.
"Hahaha.kalau gitu aku akan pergi dulu,tugas ku masih banyak yang perlu diurus".ucap Azra melangkahkan kakinya keluar dari rumah.
Ia langsung pergi ke Kantornya karena takut mereka sudah melaksanakan aksinya.Azra mengendap endap menuju lantai 20.Untung penjaga dan CS disana tidak berada dikoridor depan Kantor.
Ting!sampailah Azra dilantai 20.sebelum memasuki ruangan,ia melihat setiap sudut berjaga jaga agar tidak ada yang melihatnya.Akhirnya ia bisa masuk dengan selamat.dan sesampainya Azra sudah melihat Han duduk dikursi penjaga dengan tenang dan menunggu Azra.
"Kukira kau telat".ucap Azra.dan Spontan Han langsung berdiri dan menundukkan kepalanya hormat kepada Azra."Jangan terlalu berlebihan ku rasa kita cume beda 2-3 tahun.jadi kuharap kau akan memandangku sebagai teman mu bukan sebagai atasan mu".
"Baik Presdir".
"Panggil Azra Okey".
Han hanya menundukkan kepalanya.pemikiran ia tentang Azra sekarang berbeda ia mengira Azra adalah wanita yang sombong dan angkuh kepada setiap orang.tapi tidak walau penyampaian Azra tidak lembut tapi hati nya bisa sangat lembut.
__ADS_1
"Kemana penjaga disini?".
"Aku sidah menyuruh mereka pulang.dan sekarang apa rencana kita?".
"Buka CCTV yang berada diruangan ku".Pintah Azra dan Han pun membuka CCTV yang berada diruang Azra.dan benar saja tampak seseorang tengah mengendap endap masuk keruangan Azra."Cepat Rekam sekarang dia".Pintah Azra sekali lagi.dan dengan sigap Han langsung merekamnya dan memindahkan Hasil dari CCTV itu di USB nya sebagai cadangan jika ia tidak sengaja menghapus Vidio itu.
mereka berdua tengah mengamati gerak gerik lelaki yang berada di CCTV tersebut.dan Apa yang mereka duga benar.ia membuka laci Azra yang berada disebelah kiri dengan menggunakan kunci duplikat miliknya.sungguh hebat bukan?.
Han sudah menahan emosinya baru kali ini karyawannya mengkhianati perusahaan temlat dimana ia bekerja walaupun Han tidak tau bahwa lelaki itu melakukannya karna ancaman.
"Tunggu!!Stop!".ucap Azra ketika ia melihat bahwa ada lekaki lain datang kedekat Deni.
"Coba di Zoom.Hah dia Trefusis,untung aku sudah membuat berkas yang palsu.sekarang kalian rasakanlah".sambung Azra saat melihat lelaki tersebut adalah Trefusis dan setelah itu ia meninggalkan Ruangan Azra sambil membawa berkas tersebut.
"saat aku sudah membaca berkas tentang Grup H aku melihat ada selipan jatuh dan isinya sebuah ancaman".ucap azra dan memberikan kertas tersebut.
"Benar benar kurang ajar di tuang bangka itu!! setelah ini kita akan membuatnya bangkrut dan menguras semua sahamnya hingga tersisa 1% saja".Ucap Han dengan kata membunuhnya.Azra juga sempat kaget saat melihat sifat Han yang seperti singa yang sedang menerkam makanannya.
"Ku yakin sebentar lagi mereka akan kesini.sebaiknya kita mencari tempat bersembunyi".Ucap Azra.
"Ayo ke loteng atas.mereka tidak akan menemukan kita".Ucap Han dan mereka pun langsung menuju Loteng dan membuka sedikit celah agar mereka bisa melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan.
__ADS_1
dan benar saja Trefusis dan Deni datang keruang CCTV ternyata mereka datang untuk menghapus jejak kepencurian mereka berdua.
"Heii!celat lakukan atau kita akan tertangkap".Pintah Trefusis dan ia memukul kepala Deni dengan keras tetapi Deni hanya bisa diam tidak.melawan karena sekarang ini keluarganya dalam bahaya.
"Hahaha..sebentar lagi kejayaan milikku sepenuhnya!! hahhaa".Gelak jahat Trefusis.
Tertawalah sepuas hati mu.
"Su...sudah...tu..tuan".Ucap Deni dengan ketakutan.
"Hahaha bagus!Bagus sekali!".
"Sekarang bisakah Tu..tuan melepaskan ke..keluarga..sa..yaa?".ketakutan+gugup.
"Hahaha tenang saja.keluarga mu tidak apa apa".ucap Trefusis dengan wajah yang penuh kemenangan.
"Ka..lau..gi..tu..saya pu..lang..du..dulu".ucap Deni ingin pergi melangkah keluar tetapi Trefusis sudah menariknya terlebih dahulu dan menarik kerah bajunya.
"Ingat rahasiakan ini dari siapa siapa!".ucap Trefusis dan seletah itu ia melemparkan Tubuh Deni kedinding.
silang beberapa waktu Han dan Azra keluar dari loteng merasa sudah aman."Siap!semua rekaman sudah lengkap,sekarang kita tunggu kapan penandatangakan kerja sama antara situa bangka itu!".jeram Han yang melihat sifat Trefusis kepada karyawannya itu.
__ADS_1
Bersambungg..