Perfeck Husband

Perfeck Husband
masalah selesai


__ADS_3

setelah sampai dirumah,Mereka semua menuju ruang utama untuk membahas kembali tentang persoalan antara Azra dan Mila beberapa hari yang lalu.Semua anggota keluarga telah lengkap berkumpul disana.Kakek juga termasuk ikut hadir jadi disana ada mereka bertujuh duduk dengan rapi ingin membicarakan tentang persoalan tersebut.


"Sudah saatnya Papa akan memberikan seluruh kekuasaan Papa kepada Kamu Azra,Papa mempunyai 5 cabang perusahaan 1 kantor pusat dan yang lain adalah anakannya".


"Bunda juga memiliki 2 perusahaan dan dua duanya merupakan kantor pusat".sambung Mila.


"Tunggu!! Aku sungguh tidak mau mengurus semua itu".ucap Azra.


"Azra jangan coba coba untuk Kuliah diluar negri papa tidak akan mengizinkan mu!".tegas Dimas.


"Oke Fine! kalian menang!aku tidak akan berkuliah disana,tapi dengan 1 syarat".ucap Azra.


"Apa?".tanya Dimas.


"Serahkan kantor pusat milik Papa kepada ku,Bagaimana?".


"Papa tidak yakin kamu akan menjalankannya dengan baik".jawab Dimas.


"Aku tidak ingin yang lain".


"Oke Baik!! Papa akan menyerahkannya untukmu".Pasra Dimas.


"Tentang perusahaan yang lain serahkan kepada Aurel,Azam ataupun Dila".ucap Azra.


"Hemm okey.Papa tidak masalah".ucap Dimas.

__ADS_1


"Bun,tentang perkuliahan kami?".tanya Aurel kepada Mila.


"Bunda sudah mendaftarkan kalian ke Kampus yang kalian inginkan.dan Azra kamu mau kuliah dimana?".tanya Mila.


"Aku ga mau kuliah Bun.aku akan fokus keperusahaan dulu.dan aku tidak akan tinggal disini lagi".ucap Azra.


"What!! jadi kamu akan tinggal dimana?".tanya Mila kaget.


"Hemm..Bun.Azra pengen tinggal di Apertemen supaya Azra bisa lebih fokus lagi".


"Nahh,untung saja kakek punya Apertemen.dan sekarang itu akan menjadi milikmu".ucap Kakek.


"Makasih kek".ucap Azra senang.


"Tapi tunggu!! Papa ingin melihat hasil kerja kerasmu selama 2 bulan,jika kau tidak bisa memajukan perusahaan itu maka Azra akan Papa pindahkan kekantor anakannya".ucap Dimas.


"Besok juga bisa".jawab Dimas.


"kalau gitu aku akan pindah besok setelah melihat kantor Pusat".jawab Azra.


"Azam.sama Aurel kuliah sambil kerja?atau fokus keperkuliahan kalian?".beralih kepada Azam.dan Aurel.


"Fokus keperkuliahan".serentak mereka berdua.


"Ohh bagus lah.Sekarang masalah kita sudah selesai.Sekarang kapan kalian akan menikah?".tanya Dimas mendadak membuat mereka bertiga melongokkan mulutnya.

__ADS_1


"Iss Papa apaan sih.baru kami berusia 19 tahun".ucap Azam menatap sinis Papanya.


"Target umur berapa nikah?".tanya Dimas.


"23,25".jawab Aurel dan Azam.


"Bagus.Azra kapan nikahnya?".beralih ke Azra lagi.


"30 tahun".jawab Azra.


"Puftt..Udah sampe lumutan lo baru nikah..hahaha".Gelak Azam.


"Kalian Tahu Papa dan Bunda mu menikah saat Bunda mu lulus SMA.3 bulan kemudian baru kami menikah itupun karena dijodohkan".ucap Dimas.


"Pasti Bunda ga cinta sama Papa dulu yah".tebak Azra dan memang pas awalnya Mila memang tidak cinta kepada Dimas.


"Haha benar sekali.tetapi lama lama Bunda mu cinta kok sama Papa mu".ucap Kakek.


"Nah sekarang giliran kami yang menjodohkan kalian".ucap Mila dengan senyum jahatnya menatap ketiga anaknya.


"Bunda Dila ga ikutan yah".ucap Dila.


"iss Bunda.biarkan kami yang memilih calon suami kami yahh".Ucap Aurel.


"Hahaha Bunda cuma bercanda kok".ucap Mila yang melihat raut wajah anaknya itu.

__ADS_1


***Bersambung***


__ADS_2