Perfeck Husband

Perfeck Husband
BAWA DIA JAUH DARIKU!


__ADS_3

Dirumah sakit.


"Mass..Azam...gimanaa?".isak tangis Mila yang melihat dokter yang mengurus Azam belum keluar dari tadi.


"Tenanglah..Azam tidak akan kenapa napa".ucap Dimas sambil menenangkan Istrinya tersebut."Ohh..Azra kita tinggalin sendiri dirumah".sambung Dimas yang meninggat sosok Azra yang mereka tinggal saja dikolam renang.


"Masih ingat ternyata kalian sama Azra!".ucap Tiba tiba ayahnya Mila dengan Dingin dan Aura membunuhnya timbul saat menatap Mila.


"BAWA ANAK ITU JAUH DARIKU!!".teriak Mila saat melihat Azra datang.


"MILA!".marah Dimas yang mendengar ucapan Mila tersebut.


"Bundaa..".Isak Azra sambil ketakutan melihat Mila.


"Azra pipih kamu".Ucap Dimas yang melihat pipi Azra yang lebam dan darah yang becucuran dari bibirnya."LIHAT! TAMPARAN YANG KAU BERIKAN KEPADANYA!".sambung Dimas dengan Dingin.


Mila yang melihatnya sontak langsung tersadar.ia kemudian mendekati Azra,tetapi azra karna takut langsung bersembunyi dibelakang kakeknya tersebut.

__ADS_1


"Jangan berani menyentuh Azra lagi".ucap kakek dingin.


"Ayah,biarkan aku melihat lukanya".ucap Mila.dan tiba tiba Dokter yang merawat Azam keluar.


"Dokter,anak saya ga apa apan kan?".tanya Dimas yang khawatir mendengar jawaban dari dokter tersebut.


"Hmm..kondisi pasien saat ini sangat lemah akibat ia tenggelam tadi.dan juga ia sangat banyak meminum air mengakibatnya perutnya menggembung.tapi saat ini semua sudah ditangani.tetapi kondisinya masih sangat lemah".ucap Dokter tersebut.kemudian ia langsung pergi.


Mendengar itu tiba tiba saja aura membunuh Mila kembali bangun.ia menatap tajam Azra dan langsung mengambilnya dari belakang tubuh ayahnya tersebut.


"Bunndaa..sakitt..".ucap Azra kesakitan karena Mila terlalu keras mencengkram lengan Azra.


Plak! Ayahnya mila langsung menampar Mila saat ia melihat Azra yang kesakitan."Apa ini yang kau sebut seorang ibu?Apa tidak cukup kau menampar anak mu begitu keras ha? apa kau ingin membunuh anakmu ini? ingat,dia masih balita dan kau sudah berani menamparnya dengan sangat keras sampai ia berdarah?".ucap Ayahnya Mila dengan tatapan membunuh.Orang tua Dimas langsung datang kerumah sakit.


"Cucuku!!".Teriak Oma sarah saat berada di ruangan Azam.


"Aku akan membawa Azra jauh dari kalian.dan jangan pernah mencari atau membawanya pergi dariku,atau kalian akan tau akibatnya".ancam Ayahnya mila kepada Mila dan Dimas tersebut.

__ADS_1


"Pah..Dia itu anak kami".ucap Dimas melawan.


"Diam!! Dasar orang tua tidak berguna!".ucap Ayahnya Mila dan menggendong Azra pergi dari rumah sakit.sedangkan Mila hanya bisa mematung dan memegang pipinya kesakitan.


Orang tua Dimas hanya bisa diam melihat pertengkaran mereka.tetapi yang tindakan yang diambil oleh ayahnya mila tersebut juga baik.ia juga tidak akan tega bahwa Azra akan terusan disiksa oleh Mila padahal bukan Azra yang salah.kondisi dirumah sakit kini menjadi diam saat kepergian Ayahnya mila bersama Azra.


"Ahh..Siall!".tangis Mila yang menyesali semua perbuatannya.Sakit yang ditampar oleh ayahnya itu pasti sama dengan yang dirasakan Azra tersebut."Aku bukan orang tua yang baik".ucap Mila dengan tangisnya yang sangat deras.


"Sudahlah.sekarang tidak ada waktu untuk menyesalinya lagi.toh Azra sudah dibawa pergi oleh kakeknya.dan kalian mulai dari sekarang jadilah orang tua yang baik".ucap Mama sarah mengelus kepala mila lembut dan mereka berdua pun pergi meninggalkan Mila dan Dimas.


"Mass..maafin akuu..".ucap Mila kepada Dimas.


"Gapapa.kitakan masih punya Azam.papah pasti akan merawat Azra dengan baik dan penuh kasih sayang".ucap Dimas kemudian memeluk istrinya tersebut dan menenangkanya.


"Azraa..maafin bundaa".isak Mila dan kemudian ia tertidur dipelukan suaminya tersebut.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2