
2 minggu kemudian.
Sore harinya...
Azra dan Azam tengah bersantai dipinggir kolam.mereka tertawa bersama sama ntah soal apa yang mereka bicarakan sekarang.
"Blwee..ga kenaa..".ucap Azra sambil menjulurkan lidahnya mengejek Azam.Azam yang kesal langsung mengejar Azra tetapi larinya dengan lari Azra sangat lambat.
"Dasal lemah,ga kuat".ejek lagi Azra.Azam yang sedang ngos ngosan kembali lagi mengejar Azra di pinggir kolam.sampai tiba tiba Azam terpeleset dan terjatuh di dalam kolam.
"Azamm!!".teriak Azra tetapi ia tidak bisa menjangkau tangan nya ketangan Azam.Tinggi kolamnya sekitar 1.5 meter sulit bagi Anak yang usia 3 tahun untuk bisa berenang dikolam yanv sangat dalam.
Azam sudah tidak bisa menahan lebih lama nafasnya.tiba tiba kesadarannya langsung hilang.
"Bundaa bawain sesu..".terpotong Mila bicara saat ia melihat Azam yang berada ditengah tengah kolam sudah mengapung.sontak piring yang dibawa Mila pecah bersama isi nya tumbah berjatuhan entah kemana.
"AZAMM!".teriak Mila.dan langsung ia berlari kekolam untuk menyelamatkan putranya tersebut.Azra sudah takut setengah mati melihat kondisi adiknya tersebut yang tidak ada kesadaran.
Mila menekan jantung Azam agar air yang keluar dari mulutnya bisa keluar."AZRAA!! KENAPA AZAM BISA BEGINI!!".Aura membunuh Mila keluar saat melihat Azra.
__ADS_1
"Bun..ini..buu..".Ucap Azra terpotong.Plak! Tanpa basa basi Mila langsung menampar Azra dengan emosinya yang sudah menuncak.Dimas datang tepat waktu saat melihat Mila yang menampar Azra.
"Mila!".teriak langsung Dimas."Beraninya kamu menampar anakku!".Ucap Dimas yang langsung marah.
"Lihat! apa yang dia perlakukan dengan Azam.Azam sayang bangun lah".Terisak Mila yang sudah menangis dengan derasnya mencoba membangunkan Azam tetali tidak bangun.Dimas yang melihatnya sontak langsung kaget.
"Bawa Azam kerumah sakit".Dimas langsung membawa Azam kedalam mobil bersama Mila.
"Kamu jangan kemana mana!,Bunda akan segera memghukum mu!".ucap Mila dengan tatapan membunuhnya melihat Azra yang sedang nangis sambil memegang pipinya yang lebam dan ada yang bercucuran di bibirnya.
dan mereka langsung segera pergi membawa Azam kerumah sakit.mereka meninggalkan Azra sendirian dirumah.
kemudian Azra langsung lari kekamar Mila dan ia menemukan ponsel Mila dan langsung menghubungi kakeknya (ayahnya Mila).
telepon terhubung..
"Kakek..tolongin azlaa..azla takut sama bunda..".rintih Azra kepada kakeknya.
"Azra kenapa sayang?!".ucap ayahnya mila khawatir."Tunggu sebentar kakek akan kesana sekarang".sambungnya lagi dan mematikan ponsel.langsung menuju rumah nya Mila.
__ADS_1
skip..setelah sampai dirumah.
"Azraa!".teriak kakek.dan Azra langsung berlari dan memeluk kakeknya tersebut sambil menangis sejadi jadinya.
"Kakek...azlaa takuttš¢".ucap Azra dipelukan kakeknya.
"Pipi Azra kok begini?ada darahnya lagi.Bunda sama papa mu kemana?".ucap kakek yang tiba tiba marah melihat luka yang ada diwajah Azra.
"Bunda sama papa pelgi ke lumah sakit bawa Azam..".ucap Azra.
"Azam kenapa?".tanya kakek.
"Azam tenggelamm..tapi..tapii bukann azla yang buat azam tenggelam.dia jatuh sendiri..".ucap Azra sesegukan dan menahan air matanya agar tidak mengalir.
"Yang membuat wajah Azra seperti ini siapa?".ucap kakek yang tiba tiba aura membunuhnya muncul.
"Buu..nndaa..".ucap Azra yang ketakutan sambil sesenggupan.
"Milaa!! Beraninya kamu membuat cucuku seperti ini!!".Amarah tidak terkendali.ia langsung membawa Azra ikut bersamanya menuju Rumah sakit.
__ADS_1
bersambung...