Perfeck Husband

Perfeck Husband
Gelitik


__ADS_3

2 tahun kemudian...


kini baby Azra dan baby Azam sudah beranjak 2 tahun.keduanya sudah bisa berjalan kemana mana dan pastinya harus dalam pengawasan orang tua.kini Azra dan Azam sedang bermain main ditaman mini halaman rumah mereka.ditemani dengan Mila dan Dimas disisi mereka.


"Bundaa...Azla nggak mau belbagi mainannya sama Azam!".rengek Azam karena Azra tidak mau berbagi mainan dengan Azam,padahal Azra memainkan boneka barbie yang dikhususkan untuk anak cewek.


"Azam sayang,kan itu boneka barbie tidak untuk anak laki laki.untuk Azam kan robot robot".ucap Mila dengan lembut kepada Azam.


"Ntah...dia mungkin mau jadi cewek bun".ucap Azra membuat Dimas tertawa terbahak bahak,sedangkan Azam tengah menahan emosinya.


"kan Azam cuma pengen nikahin lobot Azam sama boneka Azlaaaa...huaa...😭".tiba tiba saja Azam langsung nangis sekencang kencangnya membuat mereka semua terkejut mendengar Azam menangis.


"Ehh..Azam kenapa nangis sayang,nanti kita beli robot yang cewek untuk azam nikahin sama robot azam yahh".ucap Dimas sambil memeluk azam dan membujukknya agar ia berhenti nangis.

__ADS_1


"Azam ga usah cengeng deh.jadi laki laki itu ga boleh nangis sama sekali dan ga boleh memainkan mainan pelempuan".ucap Azra yang menasehati adiknya tersebut.dan Azam mendengarnya langsung terdiam."Sini!".ajak Azra dan Azam melepaskan pelukannya dan mendekat ke arah Azra.


Cup! Azra mencium pipi kanan Azam."Mulai sekalang,Azam ga boleh cengeng lagi yah".ucap Azra dan Azam menganggukkan kepalanya dan setekah itu ia kembali bermain robot robotnya.


"Wah,Azra sudah bisa jadi kakak yang baik yah".Ucap Mila senang melihat perilaku Azra menjadi kakak yang baik.


"Papah juga nggak boleh cengeng kalo dimalahin sama Bunda!".ucap Azra membuat Mila tertawa kerkekeh kekeh mendengar ucapan Azra.


"Papa ga pernah nangis kok,yang ada itu kamu yang bakal papa buat nangis".ucap Dimas menyeringai dan langsung menarik tangan Azra kedekatnya dan langsung menggelitik Azra sampai terkikuk kikuk:v.


"Papa belhenti menggelitik Azlaa!,nggak baik!!".ucap Azam sambil berteriak membuat Dimas memberhentikan aksinya menggelitiki Azra.Mila yang melihatnya tertawa sambil menonton perang antara suami dan anaknya.


"Kenapa?,Azam juga mau.Sini".Tanpa kata kata Dimas langsung menarik tangan Azam dan menggelitiknya sama seperti Azra tadi.

__ADS_1


"Ampun deh,Azla ga mau sama Papa lagi.mending sama Bunda".Ucap Azra langsung berlari kearah Mila agar ia tidak digelitik lagi oleh Dimas.


"Papa...udaahahahaha...,Pahh ada kakek sama nenek".tipu Azam membuat Dimas berhenti dan menatap kearah gerbang tetapi ia tidak melihat siapa siapa.dengan kecepatan penuh Azam langsung tancap gas lari dari genggaman Dimas menuju Mila.


"Hahaha,Papanya ditipu sama anak sendiri".gelak Mila melihat Azam yang menipu Dimas.


"Sekarang giliran Bunda mu yang Papa gelitik".ucap Dimas dengan senyum jahat nya menatap Mila.Mila yang tertawa menjadi diam mendengar perkataan Dimas.


"Hupp..Larii!!".Tanpa basa basi lagi Mila lari menuju Rumah sambil tertawa terkekeh kekeh meninggalkan Azra,Azam dan Suaminya tersebut.


"ehehehe...".kembali lagi Dimas dengan senyum jahatnya menatap kedua anaknya tersebut.


"Ehh..Zam kita susul Bunda yukk".Melihat tatapan Dimas,Azra langsung menarik tangan Azam untuk kabur dan meninggalkan Papanya sendirian ditaman halaman tersebut.

__ADS_1


"Hahaha..Bunda dan Anak sama sama takut untuk digelitik".ucap Dimas dan pergi meninggalkan taman menyusul kedua anaknya dan istrinya tersebut.


Bersambung....


__ADS_2