Perfeck Husband

Perfeck Husband
Traumanya kembali bangkit


__ADS_3

Setelah Azra dan Aurel mandi.dan semua keluarga sudah siap makan.mereka kini ngumpul diruang tamu.


"Udah lama kita tidak seperti ini".Ucap Mila yang merasakan kehangatan keluarganya tersebut.


"Ahh..Azra aku masih merindukanmu".rengek Azam seperti anak kecil lagi.


"Aku juga sangat merindukan mu.sekarang kau sudah besar dan tidak cengeng lagi kan?".ucap Azra dan mereka semua tertawa mendengarnya.


"Gue tarik kata kata gue yang rindu sama lo".ucap Azam yang kesal kepada Azra.dan Cup!Azra mencium pipi Azam sama seperti yang ia lakukan dulu untuk membujuk azam agar berhenti menangis atau membujuknya agar ia tidak kesal lagi.


"Ahh..aku jugaa mauu!!".teriak langsung Dila."Kakak tidak pernah melihat ku waktu kecil dan tidak pernah bermain denganku".ucap Dila.


"Siapa bilang?saat kau lahir aku ada didepan mu waktu itu".ucap Azra sambil mencubit idung mungil milik Dila.


"Ada didepan,maksudnya?".ucap Azam kebingunggan.

__ADS_1


"Waktu itu tante Kania Vc-an sama Azra.dan Azra hanya bisa melihat wajah Dila dari jauh".ucap Azra.


"Pantesan yang aku dengar itu suara kamu,dan tante kania bilang itu suara kak Ayla".ucap Azam.


"hehehe.setiap tante kania datang dia selalu memfoto kalian dan mengirimnya kepadaku agar aku tidak selalu merindukan kalian,Makanya waktu orang tukang palak itu datang aku langsung mengenali wajah Adik kecilku yang manis ini".ucap Azra kemudian mencium cium pipi Dila dengan Gemezz.


"Za,kita renang yuk".Ajak Azam.dan tiba tiba ingatannya pada kenangan masa lalu tersebut kembali terungkit lagi.Azra hanya diam dan memandang kearah samping rumah yang terdapat kolam renang keluarga mereka.


"Mass..Milaa?".bisik pelan Mila yang khawatir melihat ekspresi Azra.Dimas juga ikut diam dan melihat apa yang akan dipikirkan Azra tentang masa lalunya.


"Ko..laa..m..?".lirih Azra.dan ia tiba tiba memegang pipi yang ditampar oleh Mila waktu itu.ada bekas gores yang terlihat diujung bibir Azra.perasaan buruk tersebut lama lama hilang.Dan Azra kembali tersadar dari lamunannya.


sepertinya trauma Azra tadi bangkit.batin Aurel.


"Ahh..itu..biar aku yang mengajarimu,sekarang ayo".tanpa basa basi lagi Azam langsung menarik tangan Azra dan berlari menuju kolam.

__ADS_1


"AZAAMM AWAASS!!".teriak langsung Azra.akhirnya trauma yang ingin dia tutupi dari semua orang terbuka juga.bahkan kakeknya sekalipun tidak tau bahwa Azra punya trauma tentang kolam renang tersebut.hanya Aurel yang tau satu satunya.


"BUNDAA..AZRAA GA SALAH.BUNDA JANGAN HUKUM AZRA..".tiba tiba Azra langsung menangis dan memojok ditempat ia menangis sendirian dirumah.


"Azraa sayang.Bunda tau bukan Azra yang salah Bunda ga akan menghukum Azra".Ucap Mila sambil menenangkan putrinya tersebut.


"Ini..Bunda..kan?,Bunda jadi ga akan menghukum Azra?".ucap Azra seperti anak kecil


"Bunda janji".ucap Mila dan langsung ia memeluk putri kesayangannya tersebut.


"Azra kami ada disamping mu".Ucap Azam dan memeluk Azra.


"Azam..kau tidak apa apa kan?".ucap Langsung Azra dan memeluk erat Adik kesayangannya tersebut.


"Azam ga apa apa.sekarang Azra tenang dulu yah".Ucap Azam.dan Aurel langsung memberi segelas air putih kepada Azra agar ia bisa merasa tenang.dan Akhirnya trauma yang selama ini ia pendam bisa terhilangkan juga.obatnya hanyalah kepercayaan keluarga satu sama lain

__ADS_1


"Za,kita ke kamar yah".ucap Aurel dan Azra menganggukkan kepalanya.setelah itu ia memapah tubuh Azra menuju kamar mereka.


Bersambung...


__ADS_2