
5 bulan kemudian..
semua kejadian 5 bulan yang lalu perlahan lahan hilang.Kondisi azam pun kini sudah kian membaik.ia sangat merindukan sosok kakak perempuan satu satunya tersebut.ia sudah mengetahui semua perkara tersebut dan Azam hanya bisa menunggu kapan Azra akan pulang dan bermain dengannya.
Sekarang Azam pun tidak akan kesepian lagi,karna sosok adik kecil akan datang sebentar lagi dan bermain main dengannya.
Ya tentu saja.sekarang Mila tengah hamil dan usia kandungannya menginjak 2 bulan.semua beban dipikirannya ia lepas karna ia tidak mau terjadi apa apa pada baby nya tersebut.
"Bunda.kok dedeknya belum besar juga".ucap Azam sambil mengelus elus perut datar bundanya tersebut.
"hahaha tunggu beberapa bulan lagi perut bunda akan membesar".ucap Mila sambil tertawa mendengar ucapan Azam tersebut.
"kalau Azra ada pasti Azam tidak akan kesepian lagi dan menunggu dedek bayi nya lahir dan bermain bersama Azam".ucap Azam.dan Mila yang tertawa langsung terdiam saat mendengar ucapan Azam.
__ADS_1
"Udah gausah dipikirkan lagi.toh Azra akan aman bersama papa".ucap Dimas sambil membawakan susu bumil untuk Mila."Nih diminum".sambung Dimas dan memberikan gelas tersebut kepada mila.
"Bundaa Azam juga mau".ucap Azam yang ingin mengambil susu untuk Bumil tersebut.
"Eitss..Azam itu susu untuk Bunda yang lagi hamil.anak anak tidak boleh minumnya ya sayang".ucap Dimas dengan lembut kepada Azam.
"Azam kok baru tau yah".ucap Azam dengan tampang bingungnya.
"Astaga!! punya anak kok gini amat".ucap Dimas memukul jidatnya membuat Mila mehana ketawanya melihat aksi anak dan suaminya tersebut.
Sekarang Azra dan kakek tinggal dikota A agar bisa menjauh dari dari keluarganya tersebut."Kakek,Azra seneng banget akhirnya azra punya dedek lagi.jadi Azam tidak akan kesepian lagi deh".ucap Azra yang sudah mengetahui bahwa Bunda nya tersebut tengah mengandung.
"Azra ga bosen tinggal sama kakek?".tanya Kakek kepada Azra.
__ADS_1
"Gak kok,Azra ga akan bosen tinggal sama kakek.jadi Azra punya kawan untuk cerita,punya kawan untuk ketawa bareng dan banya lagi".ucap Azra sambil senyum manisnya kepada kakeknya.
"hahaha.jadi kakek ini teman azra?".ucap kakek denga tawanya.dan Azra langsung menganggukkan kepalanya cepat.
"kakek kan tinggal sendiri.jadi sekarang kakek tidak akan sendiri lagi,ada Azra yang akan menemani kakek selamanya".ucap Azra kemudian ia memeluk kakeknya tersebut dengan erat.
hemm..pasti azam baik baik saja sekarang.azam jangan nakal,ikuti semua ucapan bunda jangan ngebantahnya.dan mudah mudahan Azam lupa kalau azam punya kakak yang jahat sama adiknya sendiri batin Azra.
"Azra,masih marah ngga sama Bunda?".tanya kakek kepada Azra dan azra pun menggelengkan kepalanya.
"bagaimana pun juga itukan Bunda Azra,jadi Azra ga berhak untuk marah sama Bunda".Ucap Azra dengan menunjukkan senyum manisnya.
"Anak yang baik.Azra ga mau pulang kerumah?".tanya lagi kakek dan Azra hanya bisa diam sambil memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Azra mau nenangin diri dulu.nanti kalau azra pulang Bunda jadi marah marah,nanti dedek bayi nya kenapa napa lagi akibat Azra".ucap Azra.dan kakek mengelus kepala Azra lembut.ia hanya tidak bisa menyangka kejadian 5 bulan lalu.sifat asli Mila sudah ia tampak kan kepada anaknya yang baru berusia 3 tahun.emosi yang tidak bisa terkendali langsung melampiaskan nya kepada Azra.tetapi azra tidak membenci sama sekali ibunya.walau bagaimanapun Mila adalah Bundanya kan selalu menjadi Bundanya.begitu juga Dimas Papa yang selalu ia sayangi sampai kapan pun.mereka berdua tidak akan terganti dihati Azra walaupun mereka berdua pernah menyakiti Azra sampai harus berpisah dengan semua keluarganya.tetapi Azra tidak sendiri,Ada kakek yang akan selalu menemani Azra sampai kapan pun.
Bersambung...