
Pagi yang cerah,mentari mulai menunjukkan dirinya untuk bersinar dan menerangi bumi.Baby Azra dan Baby Azam sudah bangun dari jam 4 subuh tadi.Kini Baby baby tersebut kembali tertidur lagi.sedangkan kedua orang tua mereka tengah ngumpul bersama diruang tamu.
"Mila nama babynya siapa?".ucap Mama sarah bertanya kepada Mila.
"Baby Azra dan Baby Azam".ucap Mila sambil senyum ceria kepada mereka semua.
"Soo kyudd".ucap Rosie mendengar nama tersebut.
"ayah hari ini tidak kekantor?".ucap Mila yang melihat ayahnya ikut ngumpul.
"lagi ga ada jadwal".ucap ayahnya Mila.
"Hmm..karna kita udah ngumpul,dai Dimas sama Mila mau ngomong sesuatu sama kalian.Papa, Mama kami ingin pindah dari sini.".ucap Dimas langsung to the point.
"Hah!".Mama sarah kaget.
"hmm..baguslah kalau begitu,papa setuju".ucap papa Dimas.
"Nanti bantu Dimas cariin rumah disekitar rumah ini yah pah".ucap Dimas.
"Ga usah repot repot,ayah sudah menyiapkan nya sejak dulu.sebagai hadiah pernikahan kalian ayah sudah membelikan kalian 1 rumah yang tidak jauh dari rumah kakak iparmu".Ucap ayahnya Mila.
__ADS_1
"Wahh,maksih yah".ucap Dimas dan Mila.
"Kalian tinggal mengemasi baju baju kalian,karna semua barang barang sudah ada didalam rumah tersebut".ucap Ayahnya mila sambil memberikan 3 buah Kunci rumah dan lainnya sebagai cadangan.
"Mah,gapapa kan,mama sama papah boleh datang sering sering kok".ucap Mila kepada mama sarah.
"hemm..yasudah lah.tapi kalian harus jaga kedua anak kalian itu".ucap Mama sarah.
"yah,jadi jarang ketemu Baby Azra sama Baby Azam deh".ucap Rosie dengan wajah sedihnya.
Note: Oma Vina sudah kembali ke Amerika sehari setekah Mila melahirkan.
"Ahh..iyah iyahh,Rosie kelupaan pah".ucap Rosie sambil menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
"terus aja kamu kelupaan",ucap Papanya Dimas.
"kalau gitu saya pamit dulu,masih ada urusan lain".ucap Ayahnya Mila.Dimas dan Mila menyalim tangan Ayahnya mila,dan Mila memeluk ayahnya tersebut.
"Besok,bersiap siaplah kalian untuk pindah".ucap Papanya Dimas.
"Makasih Mah,Pah".Ucap Mila dan kemudian ia kembali keatas menemani putra dan putrinya tersebut.
__ADS_1
Oekk..oek..oekk.Tiba tiba Azam menangis sekeras kerasnya.
"Astaga Azam nangis nya kuat banget.lama lama budek nih kuping Bunda".ucap Mila yang menggendong Azam supaya dia berhenti menangis."Tuh liat,kakak kamu aja ngga pernah nangis".ucap Mila.
Tiba tiba Dimas langsung datang dan mengambil Azam dari pelukan Mila."Cucucuu..Anak papah jangan nangis lagi yah sayang".ucap Dimas dan tiba tiba Azam langsung berhenti nangis.
"Dasar,kalau sama papanya mau,sama Bundanya sendiri ga mau".ucap Mila kesal.
"Hahaha,lebih sayang papanya kan sayang".ucap Dimas membuat Azam tertawa.
"Nih bun,Azam nya ketawak tuh".ucap Dimas.dan Mila langsung mendekat ke Dimas ingin melihat Azam tertawa pertama kalinya.
"Lah,nggak kok".ucap Mila yang melihat Azam tidak tertawa.
"Azamnya ga mau diliat sama Bunda nya pas lagi tertawa".Ucap Dimas tertawa terbahak bahak melihat wajah kesal Mila.
"Nah kan,Bunda mu lagi ngambek gara gara kamu".Ucap Dimas dan Azam kembali menangis."Bun,coba gendong mana tau dia kembali diam".ucap Dimas dan Mila langsung mengambil Azam.
"Buaahh,jangan nangis lagi yah sayang".ucap Mila sambil mencium pipi bayi Azam.dan memang dia kembali Diam dan tertawa bersama Mila.sedangkan Azra lagi asyik dengan mimpi indahnya.
Bersambung....
__ADS_1