Perfeck Husband

Perfeck Husband
Kelas tambahan dengan Si Dosen Dion


__ADS_3

disisi lain Aurel dan Dion.


Karena Aurel jarang masuk saat pelajaran Dosen Dion terpaksa Aurel harus memasuki pelajaran tambahan setiap minggu itupun Dosen Dion sendiri yang mengajarkan.mereka belajar diperpus sehingga tidak ada yang bisa datang kesini selain para Dosen dan Guru guru lainnya.


Aurel pasrah karena ini juga keinginan Dimas supaya bagaimana pun juga Dion akan terus mengajar dikampus itu.


"Pak,udah gih gue mau pulang,cape tau disini mulu kaga ada kerjaan".ucap Aurel cerocos supaya ia tidak jadi belajar dengan Dion.


"Aurel,kita baru aja sampai disini 20 menit yang lalu,dan kamu sudah bilang cape?"ucap Dosen Dion menatap Aurel dalam."Nih,semuanya harus beres pada pukul 2 siang nanti!".sambung lagi Dion dan ia memberi Aurel setumpuk soal materi yang selama ini Aurel tidak pernah hadir saat pelajaran Dion berlangsung.


"Busyett!!ini pelajaran setaon atau seumur hidup gue!".


"ini soal yang tidak pernah kamu hadiri,cepat kerjakan".ucap Dion.


"Dihh,tukang suruh,Gila,sok cool,bawel lo".cicitan kecil Aurel.


"Kamu ngomong sesuatu?".

__ADS_1


"ehehee...bapak Dion yang baik,biarkan saya mengerjakan ini dengan tenang,dan anda juga harus menenangkan diri anda juga".ucap Aurel.


"Bisa juga kamu bicara seperti itu".


"Hilih,Banyak bacod lo anjyeng!".cicitan kecil keluar lagi dari mulut Aurel lagi.


"cepat kerjakan waktu berjalan terus!".tegas Dion.


mendengar itu secepat kilat tangan Aurel langsung menulis sangat cepat walau tulisannya hampir tidak terbaca semua dengan jelas.karena Aurel juga tidak mau berlama lama bertatap muka dengan Dion tukang suruh dan orang sok cool.


waktu masih berjalan,Dion sedang membaca baca buku yang berada diperpus ini.Dion menbacanya dengan sangat serius.sesekali mata Aurel menatapnya dan kembali fokos kepelajarannya dan kembali juga menatap.Dion.


"Iya iya Ishh,gue juga kan butuh menenangkan mata gue biar ga harus natap ni buku!".cerocos Aurel lagi.


"Aku,kamu yang bicaranya jangan gue elo!".ucap Dion.


"Pak,kaga usah normal banget deh,mending gue dan lo aja".lawan Aurel.

__ADS_1


Dion beralih dari bukunya kemudian menatap Aurel.ia berjalan mendekati meja Aurel.kemudian Dion mendongakkan kepalanya menatap Aurel lebih dekat dan perlahan Aurel menyadari kedekatan mereka dan refleks Aurel pun menjauh dan menyilangkan kedua tangannya menjaga tubuhnya.


"Apa!!Mau apa lo,hayo ngaku mau apa!".ucap Aurel dengan mata menyipit dan sedikit berteriak.


Tanpa mendengarkan kata kata Dion tambah mendekat,karena jarak dinding kemeja Aurel sangat dekat terpaksa ia harus memposisikan tubuhnya diam ditemlat karena jika bergerak lagi bangkunya akan jatuh dan ia akan terjatuh kelantai.


"saya baru saja membaca buku,tentang seorang mahasiswa jatuh cinta kepada Dosennya sendiri sifatnya persis seperti dirimu yang banyak bicara dan tidak tahu aturan!".bisik Dion ketelinga Aurel.


seketika bulu kuduk Aurel meremang mendengar hembusan nafas dari hidung Dion, Aurel pun langsung tersadar arti dari ucapan Dion tersebut."Jadi maksud lo,gue suka gitu sama lo,karena sifat gue ini.Helloo yang ada bapak tuh yang suka sama gue".ucap Aurel tidak senang.


"Apa buktinya saja menyukai gadis yang tidak tahu aturan ini!".


"Hilihh,buktinya bapak datang kepesta nikah saudari saya,dan bapak juga sengaja menolong saja supaya bisa mendapatkan kesempatan memeluk saya,dan terakhir bapak datang kehadapan keluarga saya karna untuk memperkenalkan diri bapak sebagai calon menanti papi nanti iya kan!!".ucap Aurel yang kesal.


"saya keberatan,soal nomor 2 dan 3,itu tidak benar atau bisa dikatakan dengan Hoax!".ucap Dion.


"Hoax apaan,mau bapak keberatan atau keringanan,yang penting buktinya sudah jelas!".ucap Aurel.

__ADS_1


"Dasar Bodoh!".ucap Dion menarik hidung Aurel


"Auww...sakit tau".ucap Aurel mengelus elus hidungnya.


__ADS_2