Perfeck Husband

Perfeck Husband
Pertemuan kedua kali


__ADS_3

Sementara diposisi Azam.


"Bun,Azam mau ke mall dulu".ucap Azam.


"Azam mau shooping?serius?".ucap Mila menatap serius Azam.


"Bukan gitu lo Bun_- Azam mau beli Farfum,sama beli baju tapi di Distro".ucap Azam.


"Sendiri?".


"Ngga lah Bun,sama kawan Azam lah".ucap Azam.


"Papa kecil udah punya pacar?".ucap Raisa.


"Ah..emm...Papa kecil belum punya pacar sayang.makanya doain papa kecil supaya cepet dapat jodoh yang papa inginkan oke".ucap Azam.


"Amin pah,Papa kecil hati hati".


"Bun,Pah Azam pergi dulu assalamualaikum".ucap Azam pergi menuju Distro tempat ia biasa belanja baju baju trand nya bersama Echan dan Ardo.


sampai di Distro milik Rechan.


"Hey Bro, maaf kelamaan".ucap Azam keluar dari mobil sport nya.ia sudah melihat Ardo dan Echan menunggu.


"Yoo,ga apa apa".ucap Echan.


mereka pun masuk kedalam.Echan dan Ardo membawa Azam menuju ruangan VIP khusus untuk mereka bertiga.


"Chan,lo bilang ada baju yang keluaran terbaru".ucap Azam duduk santai sambil memandangi isi ruangan ini yang penuh dengan Foto foto trand yang tersangkut rapi disejajaran dinding.


"Ga sabaran banget Zam,tunggu gue ambilin".





"itu mah Hoodie bukan baju".ucap Ardo melihat Hoodie yang dibawakan oleh beberapa karyawan Rechan.

__ADS_1


"Kaga apa apa juga.lagian lo kan seringnya pakai Hoodie dari pada baju".ucap Echan.


"Emang sih,buka harga brapa?".ucap Azam.


"Untuk kalian gue kasih diskon,harganya cuma 2.800.000".ucap Echan.


"Bungkusin deh Chan,gue yang hitam".ucap Azam.


"Kalau gitu gue Putih,dan Echan warna maroon".ucap Ardo.


"Okee".beberapa orang pun datang dan membawa barang barang mereka untuk dibungkusin.


"Tunggu gan,gue mau liat lihat lagi".ucap Azam.


"Zam ikutan Gih".ucap Ardo menyusul Azam.


Azam keluar dari ruang tersebut sambil melihat lihat ada barang apa lagi yang akan ia beli.


Skip beberapa menit kemudian. Punya Azam




"Lo ga beli kaos,atau kemeja gitu?,Hoodie semua yang lo pesen".ucap Echan.


"Kaga malas,baju kaos gue udah banyak betumpuk dilemari belum gue pake pake".ucap Azam.


"Lo Do?hoodie semua?".


"kaga lah,gue juga ada T-Shirt,kemeja,sama hoodie".ucap Ardo.


"Mbak semua ini tolong dibungkus".ucap Echan kepada pwgawainya.


"Zam,kabar Azra gimana?".tanya Ardo.


"Baik aja tuh".ucap Azam.


setelah beberapa lama semua belanjaan mereka sudah dibungkus dengan rapi didalam paper bag.

__ADS_1


"Do,Chan,gue diluan yah".ucap Azam.


"Yoi bro,hati hati".ucap Ardo dan Echan.


Azam pun pergi dari Distro milik Echan.dan ia menuju mall untuk membeli semua peralatan body spray nya.


sesampai di Mall,Azam langsung pergi ketoko kosmetik pria.Azam mengambil farfum yang biasa ia pakai dari merek Chanel.kemudian Azam mengambil deolution nya dan beberala alat lainnya.


"Duhh...tinggi banget.susah banget jadi orang pendek_-".ucap seseorang yang berada disamping Azam tidak jauh dari dirinya.


merasa mengenali dengan suara tersebut Azam pun mendekat dan mengambil apa yang ingin diambil wanita itu.


"Ehh..".ucap wanita itu yang melihat Azam mengambil barang yang ingin ia ambil tadi.


"Nihh".ucap Azam memberikan barang itu kepada wanita tadi.


"Makasih".ucap Wanita itu sambil senyum manis kepada Azam.


Bener dugaan gue,kalau ini cewe yang hari itu gue tabrak.jirr jantung kaga bisa diam apa.


"Ehh kalau tidak salah beberapa minggu yang lalu,aku menambrak mu dikampus kan?".ucap Azam karna penasaran.


"Hem..?Ohh itu,iyah".ucap Wanita itu tersenyum kekeh.


"Kau juga kuliah dikampus itu?".tnya Azam.


"Iyah".


"tapi aku tidak pernah melihat mu disana selama masuk kuliah".ucap Azam.


"sebenarnya sih mau masuk hari pertama,tapi tiba tiba nenek sakit,jadi tertunda deh terpaksa harus masuk sesudah beberapa minggu".ucap Wanita itu.


"Kalau boleh tau nama kamu siapa?".ucap Azam.


Astaga gue ngomong pake aku kamu segala lagi.


"Em..nama ku Silviani Arabella".ucap Wanita itu sambil mengulurkan tangannya.


"Ohh..aku Azam Alvaro".ucap Azam membalas jabatan tangan Silvi.

__ADS_1


"Kalau gitu aku diluan dulu,sampai jumpa".ucap Wanita itu sambil senyum ceria mendada dengan tangannya kepada Azam.


"Iyahh".ucap Azam yang melihat senyum Silvi membuat dadanya berdetak kencang.


__ADS_2