
"Sebentar Ayah,Ehem...Ryuko,Kyouko jangan main diluar oke?main aja dihalaman rumah asal jangan keluar rumah"
"Baaaiiiikkk Hakuyaaa" Dengan senyum yang manis mereka lalu turun dari kursi dan pergi kehalaman
"Asuka,tolong jaga mereka berdua"
"Akan saya laksanakan Tuan Hakuya"
Asuka keluar ruangan dan mengawasi Ryuko dan Kyouko untuk bermain
"Baik,kita lanjutkan pembicaraannya,Ayah bilang ada penculik anak-anak berkeliaran disekitaran kota Verdant?"
"Ya itu benar,hal ini membuatku khawatir,tidak ada yang bisa kumintai bantuan,apa Ayah bisa meminta tolong padamu Hakuya?"
"Akan kulakukan,Aku tidak suka mengabaikan anak-anak yang diculik,kita butuh informasi,hmm....."
"Maaf menyanggah pembicaraan kalian,Master Aku sudah selesai makan,Aku bisa mencarikan banyak informasi untukmu dan berharap dapat banyak petunjuk,kau bisa mendandalkanku"
"Baiklah Ayane,tapi jangan memaksakan diri"
"Kau bisa gadis kecil?"
"Saya bisa Yang Mulia"
"Kalau begitu Aku mohon dengan sangat"
"Serahkan saja pada saya Yang Mulia,saya permisi...WOOOSSHHH"
"Dia cepat sekali,Aku sangat berharap semuanya cepat selesai"
"Tenang saja Yang Mulia,kami akan membantu sebisa mungkin"
"Kakak benar Yang Mulia,kami pasti bisa menyelesaikan masalah ini"
"Ryuu juga akan membantu Ayah,jika itu keputusan Hakuya maka itu keputusan Ryuu juga"
"Kalian semua....."
"Jika begitu aku benar-benar berharap kepada kalian"
"Serahkan pada kami"
Setelah itu ayah kemudian pulang dan hanya tersisa kami berempat dimeja makan
"Hakuya,apa yang harus kita lakukan sekarang?kau punya rencana?"
"Hmm....belum Aliza,yang kita bisa lakukan adalah hanya harus menunggu Ayane pulang dan mendapat informasi darinya,mungkin ada suatu petunjuk"
"Hakuya benar,Ryuu akan mendukung rencana Hakuya"
"terima kasih Ryuu,baiklah kita akan berkumpul lagi saat Ayane sudah pulang"
"Baaaiiiikkk"
`DiTempat Ayane"
"Huuh,Yang Mulia benar....di Verdant sangat sepi dan masyarakat mulai waspada,Aku harus melihat sekeliling kota"
Ayane melompat denga cepat dari satu atap bangunan ke atap bangunan yang lainnya
"Jika mereka menculik anak-anak,dimana mereka akan menculiknya?hmm jika aku jadi penculik,pastinya Aku akan melihat mereka bermain ditempat yang sepi,Aku akan mencoba ke lorong sebelah sana"
Ayane kemudian pergi ke lorong kota yang sangat sepi
"Hmm disini?sepertinya......Hoaaaaammm Fiuuuuuuhhh,teknik Shinobi nomor 9 "Mata Elang".....,Hmm disini seperti ada jejak kaki?dan ada jejak kaki anak-anak,dan ada segitiga?sepertinya ada anak-anak yang bermain disini,tidak....jika ada tanah kenapa anak-anak bermain disini?lantai ini kan batu..."
Ayane mulai melihat lebih dekat ke segitiga itu
"Hmm kurasa bekas ini tidak lama dibuat,ini hanya terkikis oleh air hujan kurasa,Hah?Aku menyadari sesuatu,anak-anak yang bermain disini bukan lah bermain kelereng,tetapi hanya sebatas lewat,ketika mereka menculik anak-anak,mereka membuat lingkaran itu dan orang-orang akan berpikir bahwa anak-anak yang menghilang sedang bermain kelereng,begitu yah?artinya mereka menculik pada siang hari,begitu rupanya...baiklah aku akan memeriksa lagi"
Setelah mendapat satu petunjuk,dia menemukan permen yang tergeletak di lorong lainnya
"Permen ini sepertinya baru saja.....tap,Aku mendengar sesuatu....tap...diatas WOOOSSSSHHH"
Ayane menyadari bahwa ada seseorang diatas yang mencoba memerhatikannyaa
"Berhenti disana"
"Haah?...."
"Buka topengmu seka-
"Slasshhh......"
"Kau ingin cara kasar?,jurus pedang nomor 7,Pelumpuh....Slash...slashh....slashh...slash"
Teknik ini adalah mengarahkan pedang kepean lurus dengan kecepatan angin dan menusuk ke arah bagian vital di tangan dan kaki yang bisa membuat lawan tidak bergerak tanpa mengenai tubuh mereka
"Baik,jadi silakan beri tau aku,Apa yang kau lakukan diatas sana?jika kau hanya sekedar melihat-lihat pastinya kau tidak kabur saat kukejar kan?"
"A...a...Aku...aku..."
"Aku tidak ingin mendengar keleletanmu,Aku ingin mendengar apa yang kau ketahui tentang anak-anak yang diculik?"
"Aku tidak tau apa-apa,tolong lepaskan Aku"
"Aku melihat kebohongan dimatamu"
"Ya ampun padahal aku tidak ingin menggunakan cara kasar"
Ayane mengambil 2 botol kecil dari sakunya dan meminum paksakan salah satunya pada pria itu
"GLEK..GLEKK..Aarrggghh,Kepalaku panas sekali,Apa...apa yang kau berikan padaku?"
"Oh ini hanya racun,racun ini istimewa sekali,ini tidak aka membunuhku,tetapi efeknya akan terus berjalan dan botol di tanganku ini adalah penawarnya,Apa kau bisa memberi tahuku sekarang?"
"Ba..baiklah..baiklah Aku sudah tak tahan lagi,baik akan kukatakan"
Lalu Ayane menekan bagus atas kepala pria itu dengan kukunya
"Hah?Apa sudah berhenti?padahal belum kuminum"
"Aku curiga kau tidak akan mau kabur,jadi cara ini adalah cara agar kau bisa menahan sakitnya,jika kulepas maka kau akan sakit seperti tadi,baiklah silakan bicara,dimana anak-anak yang diculik?"
"Ba...baiklah,anak-anak yang diculik berada dibawah tanah,tempat itu ada anakku juga,mereka menyuruhku menculik hingga tujuan mereka tercapai barulah mereka bisa mengembalikan anakku,Aku tidak ingin menjadi seperti ini,tapi karena keterpaksaanku,kumohon...Aku ingin anakku kembali"
"Baiklah,kau pasti tau apa yang mereka perbuat kepada anak-anak itu kan?"
"Mereka akan melakukan eksperimen sihir agar anak-anak itu mendapat kekuatan sihir anak-anak itu hanyalah tikus percobaan mereka
"Apa kau tahu apa yang dilakukannya setelah percobaan selesai?"
"Aku tidak tahu sama sekali,maafkan Aku"
"Baiklah,Aku dan masterku akan menyelamatkan anak-anak itu,kapan eksperimen dimulai?"
"Eksperimen akan dimulai besok siang,anak-anak itu tidak akan bisa bertahan,tubuh mereka tidak bisa menahan kekuatan sihirnya,mereka pasti akan mati"
"Apaaa katamu?"
Ayane membuka botol satunya lagi dan meminumkannya kepada pria itu dan pria itu bisa berdiri lagi
"Kumohon nona,Apa kau bisa menyelamatkan putriku?"
__ADS_1
"Tentu,jika kau ingin bekerja sama"
"Baiklah,sekarang ikut aku kerumahku"
"Ba-baiklah,Oke ayo kita pergi"
Sesampainya dirumah
Ayane lalu pergi ke ruang makan dan mengajak sipria itu masuk
"Master,Aku mendapat informasi"
"Bagus Ayane,Aku bisa mengandalkanmu dan siapa orang ini?"
"Siapa dia Ayane?"
"Maaf jika kedatangan saya mengganggu,saya ingin minta tolong kepada Anda"
"Duduklah dulu,Kita akan membicarakannya dengan tenang"
Setelah itu Aliza,Alizia,Ryuu dan Ayane duduk disampingku sedangkan pria itu duduk di hadapanku
"Kau pria muda yang terkenal karena mencabut pedang yang berada diatas batu didekat gua gunungkan?"
"Ya itu aku pak,tapi apa maksudmu terkenal"
"Kau sangat terkenal karena telah mencabut pedang yang tidak bisa dicabut orang biasa"
"Baiklah kita kembali ke pembicaraan,katalan apa yang kau tau pak"
"Baiklah,jadi begini...."
Pria itu mulai menceritakan yang sebenarnya terjadi kepada ku
"Jadi begitu,dia hanya bertemu denganmu ditempat lain dan dia tidak menunjukkan tempat anakmu berada,dia hanya bilang kalau dia berada dibawah tanah begitu?"
"Ya begitu,Apa kau bisa menolongku,putriku adalah satu-satunya hartaku,aku tidak ingin dia dijadikan eksperimen"
"Hmm sepertinya para bawahannya itu sangat banyak sehingga dia menculik anak-ana begitu?"
"Ya itu benar"
"Hmm sebenentar"
Aku mengambil ponselku dan mencari lokasi ruang bawah tanah dipeta dan hanya ada satu ruang bawah tanah,itu ditempat yang pernah kami kunjungi sebelumnya
"Semuanya,ruang bawah tanah itu berada di dalam gua tempat Aku menarik pedang ini"
"Apa kau benar pria muda?dan alat apa itu?"
"Ini adalah alat yang hanya dimiliki olehku"
"Hakuya,jika benar begitu kami aka membantu"
"GUBRAKK....Tuan Hakuya,Ryuko diculik"
"Apa?Hakuya?Apa yang sedang terjadi Asuka?"
"Maafkan keteledoran saha saya,saya tidak bisa melakukan apa-apa,saya tidak bisa melindungi orang terpenting Tuan"
"Hakuya....Hakuya,Ryuu khawatir,Ayo kita menyelamatkan Ryuko....Hakuya?Hakuya?"
Ekspresiku berubah menjadi hitam dan tampak amarah dan sabar menjadi satu
"Asuka,bawa Kyouko masuk dan kunci semua pintu"
"Baik Tuan Hakuya"
Amarahku datang karena mereka telah menculik Ryuko dariku
"Ayo Hakuya!"
Aku mengaktifkan portal yang menuju keatas pohon tepat didepan gua untuk dinaiki oleh Ryuu dan pohon satunya lagi dengan Aliza di atasnya,mereka siap-siap menggunakan busur untuk jaga-jaga ketika ada yang datang,lalu Ayane masuk duluan ke gua untuk mencari pintu ke bawah tanah dengan sembunyi-sembunyi sedangkan aku sedang tidak terlihat berada diatas gua sembari menunggu Ryuko dan penculik itu lewat,Tetapi....WOOSSSHHHHH..."Hakuyaa"
"Itu suara Ryuko?itu artinya dia telah masuk kedalam"
"SIAL...kenapa ini?kenapa tidak bisa dibuka?"
"Hakuya...Hakuya Ryuko ingin pulang"
"Heii....Brengs*k,kau tampaknya mencari musuh yang salah yah"
"Si...siapa kau?"
"Hakuya...Hakuya tolong Ryuko,Ryuko ingin bersama Hakuya Hiks..."
"DIAM KAU BOCAHH"
"BLAMMM....."
"Aarrrrhhhhhgggg.....siapa..siapa"
"Waaaaa.....Hakuyaaa"
"Ryuko,Hakuya disini"
Aku menangkap Ryuko yang terlempar dari tanganku dan melihatnya menangis
"Hakuya...Hiks...Hakuya Ryuko takut sekali Hakuya"
"Woiii Sialan,kau membuat Ryuko kecilku menangis seperti ini,kau kira Aku akan tinggal diam....Paaak"
"Apa...apaan kau?Apa yang ingin kau la...la...lakukan?"
"Ohh...Aku?Hanya ingin...BLETAKK....
"Aarrrrrgggg tanganku,tanganku patah tanganku patah tolong Aku"
"Bergembiralah,tidak ada yang akan menolongmu"
"Waaaaa tolong aku......."
Pria itu kemudian pingsan dengan lengan kanan yang kupatahkan dengan tanganku dan menyembuhkannya kembali
"PORTALL...Ryuko,bermainlah didalam bersama Kyouko yah,Kyouko?Kyouko disana"
"Kyouko disini Hakuya,Ryuko?Ryuko kembali,Kyouko senang sekali"
"Kyouko,bermainlah didalam bersama Ryuko,kami sedang melakukan hal yg berbahaya,jadi jangan keluar yah"
"Baiiiiikkkk Hakuya"
Setelah itu Aku menutup portal dan berfokus pada apa yang dilakukan sekarang,tapi pertanyaanku,pria ini sangat cepat dan kenapa dia tidak kabur saja?,Aah sudahlah
"Ayane...."
"Ruang bawah tanah yang ini palsu Master,Aku menyamarkannya,yang asli ada didepannya"
"Baiklah,kita akan membukanya dan tunggu semua orang keluar dan akan dilumpuhkan oleh Ryuu dan Aliza"
"Kenapa Alizia tidak ikut Master?"
"Dia bisa diandalkan untuk menjaga rumah,jika dia menggunakan sihir disini,manusia maupun anak-anak bisa kena"
__ADS_1
"Heeh begitu yah,Aku mengerti Master"
"Sekarang masuklah dan buat kekacauan,pancing mereka semua untuk keluar dan jika anak-anak itu dikurung dipenjara bawah tanah,pergilah Ayane"
"Baik Master...WOOOOSSHH"
"Semua siap,hanya tinggal menangkap mereka"
Ayane menuruni tangga bawah tanah dan melihat ruangan bawah tanah yang sudah begitu tua,dan ada banyak orang disitu
"Baiklah ada sekitar 16 orang disini,baiklah dalam 1...2...3"
"Ada penyusup,semuanya tangkap penyusup itu"
"Sayang sekali tidak mudah untuk menangkapku"
"Seenaknya saja kau sudah masuk ingin keluar,tidak akan kami biarkan...kami dengan 16 orang pasti akan menangkapmu"
"Haha karena ruang bawah tanah kalian itu terlalu singkat,jadi mudah untuk memancing kalian"
"Ryuu,itu mereka...siap-siap"
"Okee.....Wuuuussshhh.....Wusssshhhh....Wuuuussshh....Wussshhhh.Wussshhh"
"Kau hebat Ryuu,Wuuusssshhhh...."
"Aliza juga.....Wussssshhhhhh"
Keenam belas orang itu terkena anak panah pelumph di kaki mereka dan membuat mereka pingsan dan tidak bisa bergerak
"Semuanya aman Master"
"Bagus aku akan mencoba masuk"
Aku mulai masuk kedalam ruang bawah tanah itu dan tak kusangka ruangannya tidak banyak dan Aku mulai melihat anak-anak yang dikurung dengan kurungan besi penjara
"Anak-anak....."
"Haaah?Heii ada orang yang ingin
menyelamatkan kita....yeaayy kita
terselamatkan" Kata anak-anak karena mereka tak perlu duduk ditempat ini lagi
"Anak-anak tunggulah kalian akan bebas"
"terima kasih kakak"
Aku menggancurkan lubang pengunci pintu dengan tanganku dan mengeluarkan anak-anak itu
"Semuanya dengarkan Aku,semua sudah aman kalian tidak perlu takut lagi oke?didepan sana ada kakak-kakak yang akan menyambut kalian"
"Baaaiiiiiikkkkk"
Kami semua segera keluar dan pergi menuju tempat Aliza,Ryuu dan Ayane berada
"Semuanya kerja bagus"
"Sama-sama Hakuya,baiklah ayo kita mengantar anak-anak ini pulang"
"Heem"
Aku membuka portal kembali yang mengarahkan pada jalan masuk kota Verdant dan melihat penjaga disana
"Pak tolong kau antar anak-anak ini kerumah mereka"
"Tunggu,Anak-anak ini anak yang diculik kan?,dan Ada tuan putri disini berarti anda orang yang terkenal itu kan?"
"Aku tidak tahu,pokoknya tolong antarkan mereka ketempat ortu mereka"
"Baik!"
"PORTAL.....Anak-anak kami pergi dulu yahhh"
"Baaaiiikk,Bye byee kakak"
"sampai ketemu nanti kakak"
"Terima kasih banyak kakak"
Semua anak mencucapka terima kasih dan kami bertiga langsung pulang dengan portal
"Apa semuanya berhasil?Kakak?Hakuya?Ayane?Ryuu?"
"Yaa semua berhasil,tenang saja...ngomong-ngomong dimana Ryuko dan Kyouko"
"Hakuyaaaaaaa......."
"Eeeeehhh?GEDEBUGG!"
Mereka berdua datang memelukku dan Aku terjatuh kebawah lalu semuanya tertawa
"Ya kita harus melaporkan ini kepada Ayah"
"Ya itu-
"Permisi Tuan Hakuya,ada seorang pria yang ingin bertemu dengan Tuan"
"Siapa dia?Asuka?"
"Tampaknya dia orang dari kerajaan,tapi bukan dari kerajaan Hestia"
"Hm begitu yah,suruh saja dia masuk"
"Dia ingin bertemu dengan anda didepan Tuan"
"Oh baiklah,Asuka tolong buatkan Teh untuk kami dan 2 susu untuk Ryuko dan Kyouko"
"Baik,segera Tuan"
Aku menuju pintu dan membukanya
"Baju itu....kau dari kerajaan Afgantia?"
"Maaf mengganggu Tuan dan Nona-nona,saya disuruh pangeran Henry untuk memberikan surat ini"
"Surat?..surat?"
"Hah?Maksud Ryuu?"
"Saya permisi Tuan"
"Hah..oh baiklah"
"Hakuya,dilihat dari manapun ini surat tantangan,kau lihat stempel dua pedang ditengah surat itu?"
"Sepertinya kau benar Aliza,Ryuu apa maksudnya dia mengirim surat tantangan?"
"Ryuu tidak tahu Hakuya,buka saja suratnya"
"Hmm baiklah"
Aku membuka suratnya dan membaca apa maksud dan tujuan dari surat itu
__ADS_1
"Hmm Aku lihat apa isi suratnya....Eeeeehhhhh??.....