Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 33


__ADS_3

BRUUKKK...ARRRGGHHHH...


"Lihat pria berpedang itu hanya memukulnya dengan satu tangan."


"Wah bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sekuat itu?"


"Sangat hebat dan tampan,dia benar-benar keren."


Hakuya lalu maju ke arah pria itu dan melihat ke arahnya juga menatap tajam matanya.


Hakuya kemudian berkata, "Pergilah sampaikan ke Tuanmu kalau Aku menantang mereka,kau paham?" sambil tersenyum sinis ke arah pria besar itu.


Pria besar itu lalu berdiri dan kabur hingga tidak kelihatan lagi.


Tap...tap...tap...tap...


"Kau tak apa?" sambil menjulurkan tangan kepada gadis itu dan membantunya untuk berdiri.


"Eh...He,em..." kemudian berdiri lalu menunduk ke bawah dengan wajah memerah "terima kasih banyak"


"Heeh,syukurlah." sambil tersenyum kepada gadis yang di tolongnya itu.


"Kenapa kau disini Hakuya?"


"Aku sudah berjanji untuk membantumu merebut kembali kerajaan,istana juga rumahmu kan."


"Ka...karena itu,oh ya adikku!!"


"Heeh,soal itu kau tidak perlu khawatir."


Tendengar suara seperti seekor serigala sedang berlari dan melompat.


"KAKAKK!!"


"Haaah?..." menoleh ke arah sumber suara yang ternyata Alarick yang berlari dengan seorang gadis kecil yang dibawanya.


"Shiela!!..."


Berlari ke arah Alarick yang sedang berlari lalu menangkap gadis kecil tadi lalu mengangkatnya ke atas.


"Shiela,kamu..."


Dia lalu melihat ke arah punggungnya dan melihat lambang semanggi berdaun lima hitam lenyap yang artinya kutukannya hilang.


"Ba...bagaimana bisa,jangan bilang kau?..."


"Syuuuutttttt..."


Memberi sebuah isyarat padanya untuk diam lalu menarik tangan Ayane.


"Ayo kita mengobrol sambil makan!"


Dia dan Adiknya hanya mengikuti tanpa berkata dan tetap diam,Alarick memata-matai hal yg mencurigakan dari bahuku.

__ADS_1


Disebuah tempat makan,Aku memesan makanan untuk semuanya dan hingga makanan tiba.


"Hakuya,apa yang terjadi dengan Adikku?kenapa kutukannya hilang begitu saja?"


"Aku menemukan penawarnya dan meminta sedikit darah dari Dewa alam untuk adikmu."


"Hah?benarkah?beliau memang baik hati"


sambil tersenyum lalu mengelus kepala Adiknya dengan lembut.


"Jadi bagaimana dengan merebut kembali rumahmu?" kataku bertanya


"Aku tidak punya kekuatan untuk melawan pamanku,orang yang kau lawan tadi juga dia."


"Kakak,tadi ada dua orang yang datang kerumah dan ingin menculikku."


"Hah,benarkah?DASAR PAMAN SIALAN!!" sambil marah lalu duduk kembali.


"Lalu siapa yang menolongmu Shiela?"


"Serigala itu..."


Sambil menunjuk ke arah Alarick yang berada di bahuku dan Ayane yang duduk di sampingku


"Terima kasih banyak telah menolong Adikku."


"Sama-sama,itu juga perintah Tuanku."


"Jadi bagaimana?Aku sudah berjanji akan membantumu kan?"


"Jadi begini Hakuya,pamanku membunuh ketiga kakakku dan ayahku,namun ibuku masih berada disana dan sedang ditahan."


"Bagaimana ciri-ciri Ibumu?"


"ibuku berambut hitam sama seperti diriku,wajahnya juga mirip denganku"


"Heeh,begitu"


Slurrrpp....haaahh


Setelah minum,Aku melihat wajahnya yang dalam keraguan dan kesepian.


"Hei Shina,kau tunggu saja di rumahmu."


"Bagaimana dengan kalian?"


Kemudian Ayane berkata "serahkan saja pada kami,kami akan membawa ibumu pulang"


"Ba...baiklah..."


Dia lalu menunjuk ke kerajaan seberang yang lumayan jauh juga dan bernama kerajaan Uranus kota Amp


"Baiklah kami akan segera menyelamatkan rumahmu dan membawamu kembali ke sana"

__ADS_1


"Terima kasih Hakuya,Aku berhutang pada kalian"


"Byee Byee Kakak!!"


Sambil melambaikan tangan kepadaku dengan tersenyum,Aku melambaikan balik tanganku dan tersenyum ke arahnya lalu melihat Alarick yang sedang tertidur di bahuku


"Hei Ayane."


"Ada apa Master?"


Meletakkan tanganku di atas kepalanya dan mengelusnya.


"Menurutku langsung membunuh orang jahat yang mengkhianati keluarga mereka itu sangat tidak menyenangkan."


"Heeh,Aku tahu apa yang di dalam pikiranmu Master."


"Kau bahkan berbicara seperti diriku,kau tahu kan apa jawabannya?"


"Ya Aku tahu Master"


""SIKSA DAN BUNUH""


Secara bersamaan dan tersenyum sinis di depan tempat makan tadi dan segera bergegas naik pergi ke kota sebelah itu.


"Kereta kuda disini sedang di pakai Master."


"Hooh,siapa bilang kita akan naik kereta?"


"Maksudmu?"


Dengan bingung Ayane melihatku sedang menunjuk tangan ke atas dan menurunkannya ke bawah seperti mengisyaratkan seseorang untuk turun


WOSSSSHHHHH...


"A...apa itu,awan?"


"Hehe...kita akan menaiki ini,ayo!"


Lalu Aku,Ayane dan Alarick menaiki awan dan terbang menuju ke arah kerajaan yang di tuju juga menggunakan ponselku.


Karena Aku seorang Dewa alam,Aku bisa memerintah segalanya di alam dan salah satunya itu menjadikan awan sebagai kendaraanku dan melindungi dari sinar matahari


"Sudah lama tidak jalan-jalan berdua Master."


Kata Ayane sembari mengangkat Alarick yang tadi di bahuku ke pelukannya.


"Heeh,Aku juga ingin di peluk."


PLUUKKKK....


"Seperti ini?"


Ayane dengan cepat meletakkan Alarick ke pangkuannya dan memelukku di atas awan dan membalas pelukannya.

__ADS_1


"Ya...tetaplah seperti ini"


__ADS_2