Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 39


__ADS_3

"Siapa yang datang?" tanyaku sambil melihat ke arah Ayane.


"**Tidak salah lagi Master,ini adalah pasukan berkuda,sepertinya mereka ingin berperang."


"Heeh,ingin berperang saat kami berada dalam masalah yah?keputusan yang bagus tapi**..."


"Tapi apa Master?"


"Mereka yang akan ma ti." kataku dengan nada dan senyum yang sinis.


Aku dan Ayane lalu keluar dari istana dan sedang menyiapkan sesuatu sementara Ratu menunggu di dalam istana.


*terdengar suara. "SERAAAAANG!"


"Yosh,semuanya selesai Master!" Ayane menatap ke arahku dengan wajah dan rasa percaya dirinya.


*menatap ke arah gerbang. "Bagus," lalu menarik nafas yang panjang, "MAJUUUUU!"


sambil menunjuk ke arah luar gerbang dimana musuh berada dan berteriak sekencangnya untuk memberi perintah untuk maju.


Tak disangka ternyata yang mendeklarasikan perang adalah paman mereka sendiri,mereka secepat ini dalam mengatur prajurit,hebat sekali.


*dipihak musuh. "Hiyaaahh,tebas mereka semua,ada apa ini?kenapa mereka hidup kembali?"


"Yang Mulia,mereka terus hidup kembali,jika terus begini maka kita akan ada banyak pertumpahan darah dan kita akan kalah." salah satu prajurit berkata.


"Gawat,jika begini kita akan kalah,SEMUANYA KEMBALI KETEMPAR SEMULA!KITA AKAN MEMIKIRKAN STRATEGI!"


"YAAA!" *TUK KITAK KITUK KITAK KITUK suara langkah kaki kuda para prajurit yang bergerak mundur.


"Heeh,ingin mundur?tidak semudah itu haha," kataku dengan tertawa, *menarik pedang di belakang punggung "Alarick!"

__ADS_1


Alarick langsung muncul karena panggilanku dan melihat ke arahku.


"ada apa Tuan?"


"ayo kita serang para ******** itu!" kataku sambil menaiki punggung Alarick.


"Baik Tuan!...AWUUUUU." Alarick lalu berlari dengan cepat ke arah sekitaran empat ribuan prajurit yang tersisa.


AUUUUU...


Aku dan Alarick melompat ke arah para prajurit dan pemimpin mereka dan menghadangnya.


pemimpin mereka mengangkat tangan tanda untuk berhenti berlari karena ada Aku dan Alarick di hadapannya.


"Kumohon lepaskan Aku,jika kau melepaskaku maka kau akan mendapatkan jabatan yang bagud di istana,Aku yakin itu." Kata seorang Yang Mulia pengkhianat kepadaku.


"siapa orang ini berani menghadang kita?"


"dia hanya seorang diri,kita bisa membunuhnya bersama." tanggapan para prajurit.


"DIAAMM!!" seketika semua prajurit terdiam karena perintah Raja mereka.


"Hei menyingkir dari jalanku!jika tidak akan kubunuh kau disini." kata seseorang yang tak lain adalah Raja mereka.


"Heeh,kenapa Aku harus memberikan jalan kepada seorang pengkhianat dalam keluarganya?" kataku sambil meletakkan kedua tanganku ke arah kedua pinggangku.


"HEII BOCAH!BERANINYA KAU KURANG AJAR KEPADA YANG MULIA KAMI!" *TAK KITAK KITUK


suara larian seekor kuda dengan seorang prajurit diatasnya yang berlari ke arahku dengan pedang ditangannya untuk menghunusku.


"HIYAAAHHH... *SLAASSSHHH...

__ADS_1


*tanggapan para prajurit lainnya


"lihat bocah itu berhasil menghindarinya!


"bocah ini,bagaimana bisa?"


"dia sangat hebat dan pedang ditangannya itu adalah pedang yang susah di cabut dan tak ada seorangpun yang dapat mencabutnya,dia bukan orang biasa!


"Bocah ini bagaimana bisa?


"ba...bagaimana bisa dia menghindarinya?" kata seorang prajurit yang menyerangku tadi.


"Heeh,kau lumayan..." kataku sambil melihat ke arahnya.


"Bocah...KAU HARUS MATII!!" *SLAASSSHHH


*menghindar


"BOCAH SIALA-


*SLAASSSHHHH*


Lalu darah mulai berceceran dari lehernya lalu tumbang dengar tubuh tidak berkepala dan berceceran darah*.


*tanggapan para prajurit


"Bocah itu mengalahkan Rokky dengan satu tebasan,padahal Rokky adalah prajurit nomor satu disini,bagaimana bisa?"


"Bocah itu hebat sekali."


"Baiklah,siapa lagi yang ingin mati mengenaskan seperti dirinya?"...

__ADS_1


__ADS_2