Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 40


__ADS_3

"Baik anak muda,kau kelihatannya sangat kuat,bagaimana jika kau menjadi kepala perang dalam kerajaanku?" kata Raja mereka yang memimpin perang saat ini.


"Heeh,apa gunanya Aku menjadi bawahanmu?" Aku membalasnya sambil mengarahkan pedangku yang tajam ke arahnya.


"Aku akan pastikan kau hidup aman dan enak di istanaku bersama keluargamu,Aku jamin itu."


"Heeh,ternyata seorang penghianat bisa menawarkanku begini,lumayan juga." kataku sambil tersenyum sinis ke arahnya dan menatap ke arah matanya.


"Jadi apa kau mau?"


"tentu saja...TIDAK." *menancapkan pedang ke tanah.


"Cih,dasar bocah sombong,diberi hati minta jantung,SERANG DIAA!!" *perintah Raja sekaligus pemimpin perang.


Seluruh prajuritnya berlari ke arahku dengan kuda-kuda mereka dan bersiap menebasku dengan pedang mereka*.


"Heeh,Aku suka semangat membunuh kalian padaku,namun kalian sangat lemah..."


*lalu Aku mencabut pedangku dari tanah dan mencoba hal baru.


*SLAAASSSHHH...SRUUUSSSHH


Kilatan cahaya yang lebar keluar dari tebasanku dan maju mengenai ribuan prajurit itu dan menjadi lautan darah*.


"K...K...Kau membunuh semua prajuritku se...semudah itu?" kaya seorang yang tersisa masih hidup dan tak lain adalah Raja mereka.


"Terus kenapa?kau juga ingin membunuhku?Alarick,tunggu disini!" kataku kepada Alarick sambil maju ke arah penghianat itu.


"Baik Tuan..."

__ADS_1


*berjalan maju


"K...k...kau monster...WAAA*BRUK..." katanya ketakutan dan seluruh tubuhnya bergetar hingga tiba-tiba terjatuh.


"Heeh,Aku monsternya yah?tapi monster sebenarnya adalah...KAU!" *JLEB...


"ARRRGGHHHHH...UHHKK." *BRUK...


Lalu mayatnya tersungkur ketanah dengan kondisi berceceran darah,setelah itu Aku melakukan hal yang biasa kulakukan setelah membunuh orang,yaitu menjadikannya tentara undeadku.


"Haah,saatnya kembali." kataku sembari memanggil Alarick dan kembali ke istana.


*Di istana


"Kami kembali!"


"Master kau kembali" Ayane berkata ke arahku dengan senyum manisnya itu.


""Heeh,Aku kembali Ayane" *sambil mengelus kepala Ayane dengan lembut.


Sang Ratu datang ke arahku denga tersenyum*.


"Kalian bertiga,Aku sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan diriku dan kerajaanku." Berkata sang Ratu.


"Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan oleh Masterku,anda tidak perlu cemas Yang Mulia." balas Ayane dengan tersenyum.


"Tidak masalah Yang Mulia,oh ya mohon tunggu sebentar!" kataku pada sang ratu dan menghadap ke arah yang berlawanan.


"PORTAL." *Cahaya membentuk lingkaran.

__ADS_1


"**Apa ini Hakuya?"


"silakan Anda lihat**!"


Aku lalu menyingkir dan membiarkan sang Ratu melihat ke arah portal itu,tak lama keluarlah dua orang gadis dari portal itu.


"MAMA!" Shiiela menangis dan berlari ke arah sang Ratu dan yang merupakan Ibunya."


"Shiiela!,putriku!" kata sang Ratu sambil memeluk erat Shiiela.


"I...I...Ibu?,Ibuu...hiks Ibuu!!" Begitu juga dengan Shiina langsung berlari dan masuk kedekapan Ibunya hingga berpelukan cukup lama.


"Ibu,Ibu baik-baik saja kan?" tanya Shiina tergesa-gesa.


"Tenang saja,Hakuya yang menyelamatkan Ibu." kata sang Ratu dengan tenang.


Shiina lalu terdiam dan berjalan ke hadapanku dengan wajah yang sedikit memerah.


"Terima kasih telah menyelamatkan keluargaku Hakuya." ucapnya sambil menatap ke arahku.


"Bukan masalah untukku,selama Aku bisa berbuat baik maka tidak ada alasan lagi untuk menolongmu." balasku sambil tersenyum ke arahnya dan membuat pipinya menjadi sangat memerah.


"Hei Shiina,pipimu sangat memerah,Apa kau sedang demam?" kataku sambil memeriksa dahinya dengan tanganku.


"Ti...ti...tidak Aku baik-baik saja" katanya dengan malu-malu hingga wajahnya sangat merah dan membuat Ayane,Alarick bahkan sang Ratu tertawa.


"Hakuya,mungkin ini terlalu cepat,tapi Aku ingin putri pertamaku ikut bersamamu." Kata sang Ratu.


"Heeh?..."

__ADS_1


__ADS_2