
Chapter 5
~Bertambah Satu Lebah Lagi
Sekarang jam 18:00 saat itu aku sedang mengajak Ryuko bermain game di ponselku,baru pertama kali dia sangat pandai memainkannya,game yang ia mainkan adalah game simulasi memasak
Saat ini mereka sedang bersiap-siap
karena kami akan pergi ke istana untuk makan malam bersama dan berdansa
"Apa menyenangkan Ryuko?"
"Iyaa,ini menyenangkan,Ryuko menyukainya"
Ryuko lalu melihatku tersenyum lalu bermain kembali,siapa sangka dengan menarik pedang kau akan mendapat naga kecil yang imut,Aku sangat menyayangi Ryuko,tidak ada yg boleh menyentuhnya
"Krekk....Hakuya,kami sudah bersiap"
"Baiklah ayo pergi,Aku dan Aliza menunggu Alizia dan Ryuu bersiap-siap
"Heii,Hakuya....bagaimana penampilanku?"
Aliza memutar menunjukkan baju putih dengan rok pendek dan memakai pita merah di kepalanya dan menurutku itu sangat cocok dengannya
"Em,itu sangat cocok denganmu"
"Haaa...Makasih Hakuya"
"Kami selesai Hakuya"
Alizia dan Ryuu masuk ke kamarku dan menghampiri kami dengan Ryuu yang memakai Gaun merah muda yang anggun,juga Alizia yang memakai baju yanh sama dengan Aliza,hanya saja dia tidak memakai pita,melainkan jepit rambut kupu-kupu dikepalanya
"Ryuu,itu sangat imut,cocok untuk tubuhmu"
"Terima kasih Hakuya,Ryuu senang"
"Bagaimana denganku Hakuya"
"Itu sangat cocok denganmu Alizia"
Seketika pipinya memerah dan Ryuu yang melihatnya tersenyum licik seperti ada sesuatu yang ingin dilakukannya,ya Aku sudah tahu apa itu
"Baiklah,Ryuko ayo kita berangkat"
"Baikk Hakuya,Ryuko siap"
"Oke, "PORTAL" "
Portal terbuka dan kami bergantian masuk kedalamnya untuk menuju ke istana
"Heii penyihir hebat,yang kau lakukan kemarin itu sungguh luar biasa,aku terkesan padamu"
"Oh Terima kasih banyak,Aku tersanjung,perkenalkan Aku Hikiga Hakuya,kau bisa memanggilku Hakuya....dan mereka adalah Aliza,Alizia dan Ryuko
"Selamat siang,senang berkenalan denganmu"
"Ryuko senang berkenalan denganmu"
Aliza dan Alizia bersamaan dan menunduk
dan Ryuko yang melihat kearahnya
"Aku Asia....Senang berkenalan dengan kalian dan juga Ryuko,senang bertemu kalian....ngomong-ngomong tuan putri
Anda dan Hakuya sudah ditunggu oleh Yang Mulia Raja dan Ratu didalam,pergilah...aku akan mengantar mereka bertiga berkeliling"
"Baiklah,Aku akan segera kesana,kalian bertiga tidak apa-apa aku tinggal bersama Hakuya?"
"Tidak apa-apa,kami akan berkeliling bersama Asia,tidak perlu khawatir"
"Baiklah,jika ada apa-apa panggil kami secepatnya"
"Baik tuan putri,ini tanggung jawab saya"
"Ryuko tidak apa-apa kan Hakuya tinggal sebentar?"
"Emm,tidak apa-apa,Hakuya segera kembali yah"
"Hahah,Baiklah Hakuya mengerti,sampai nanti kalian bertiga"
"Sampai nanti"
Aku dan Ryuu masuk ke Istana dan pergi ketempat Raja berada
"Oh putriku dan calon menantuku,sudah lama?"
"Kami baru sampai Ayah"
Aku sudah terbiasa memanggilnya Ayah,kurasa tidak apa-apa
"Oh baiklah,Terima kasih sudah menjaga Ryuu Hakuya,Aku pasti tidak salah telah memilihmu"
"Melindunginya adalah tugasku Ayah,Aku akan melaksanakan tanggung jawabku'"
"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Hakuya putriku?"
"Sejauh ini tidak ada masalah apapun ibu"
"Baguslah,ibu lega tidak ada masalah dalam hubungan kalian"
"Itu karena Hakuya menghargai pada wanita ibu"
"Benarkah?syukurlah kita tidak salah memilihnya,Ryuu,bawalah Hakuya jalan-jalan keliling istana ini"
"Baik ibu"
Atas perintah ibunya yaitu Yang Mulia Ratu,Aku dan Ryuu berkeliling Istana,sambil jalan-jalan
"Hakuya,Bolehkah Ryuu bertanya?"
"Oh boleh,ada apa?"
"Apa Hakuya mencintai Ryuu?"
Pertanyaannya membuat pipiku memerah,tak kusangka kalau aku
"Emm...Ya Aku mencintaimu"
Aku berkata dengan wajah memerah dan melihat matanya
"Jika benar begitu,Plak....CUPP!!"
"Dak,Dig,Duk,......"
"A...a...apa Hakuya me..merasa...senang?"
"Y...ya....Hakuya merasa senang"
__ADS_1
"Itu adalah...ci...ciuman pertamaku"
"Ehh?apa benar?apa tidak apa-apa Aku mendapatkannya?"
"Yaa tidak apa-apa,karena Ryuu milikmu...Pluk"
Jantungku berdetak kencang karena tak kusangka Ryuu akan mencium bibirku,dan sekarang dia memeluku lalu aku membalas pelukannya
"Aku juga milikmu...Ryuu"
Aku dan Ryuu kemudian mengelilingi istana lagi dan bertemu dengan Aliza,Alizia dan Ryuko
"Hakuyaa....Ryuu" teriak Aliza memanggilku dan Ryuu
"Apa yang kalian lakukan disini?,dimana Ryuko?"
"Oh mereka berdua ada disana sedang bermain dengan adiknya Ryuu
Aliza menunjuk ke sebuah Gazebo dimana mereka bertiga sedang duduk dan minum teh
Aku mengeluarkan ponselku dan waktu sudah menunjukkan pukul 16:40
"Sekarang sudah malam,apa tidak apa-apa membiarkan anak kecil bermain diluar?"kataku
"Hakuya sepertinya benar....Aliza,Alizia,hari sudah gelap,bawalah adikku dan Ryuko bermain didalam,Aku ingin menemui Ayah dulu,Hakuya berkelilinglah,nanti temui Ryuu diruang maka yah"
"Baiklah"
Mereka pergi dan aku ditinggal sendirian,baiklah kurasa Aku akan melihat-lihat,meskipun terkesan aneh jika seseorang jalan sendirian dimalam hari,tapi Aku merasakan seseorang yang sangat cepat sedang mengikutiku dan...
"Keluarlah,Aku tahu kau disana"
Setelah aku berkata begitu,keluar seorang gadis bertubuh pendek dengan memakai katana,dia adalah
"Maaf...maaf...Aku tidak bermaksud mengikutimu,Aku hanya ingin meminta bantuanmu,kumohon maafkan Aku"
"Tunggu,seorang gadis?Hmm....."
"Kumohon tolong rahasia ka kedatanga-
"Apa yang kau butuhkan?katakan saja"
Aku memotong pembicaraannya dan bertanya apa yang sedang dia butuhkan
"Kumohon,sembuhkanlah ayahku"
"Ayahmu?ada apa dengan Ayahmu?"
"Dihari itu saat aku sedang melihatmu nenyembuhkan Yang mulia,di pikiranku hanya kau harapanku,kumohon,akan kuberikan diriku untuk mengabdi padamu,jika kau butuh informasi Aku akan memberi tahumu,maka dari itu-
"Baiklah,Aku tidak suka mengabaikan seseorang yang butuh bantuanku,tunjukkan jalannya"
Dengan begitu Aku mengikutinya kerumahnya dengan sihir tidak terlihat dan menembus tembok,Aku keluar dari istana dan berlari bersamanya
Disaat berlari
"Apa penyakit ayahmu?"
"Aku tidak tahu,aku bingung,Aku tidak tahu apa penyakitnya,ayahku sakit di kepalanya dan sering muntah juga gaya berjalannya terganggu"
"Hmm sepertinya Aku tahu masalahnya,untuk itu ayo kita kerumahmu"
Dengan itu aku berlari dan pergi kesebuah rumah yang tidak jauh dari Istana,sesampainya di dan
"Ibu aku mendapatkan bantuan"
"Maafkan saya karena kedatangan saya mengganggu,tapi izinkan saya untuk mengobati suami anda"
"Apa kau benar-benar bisa mengobati suamiku pria muda?"
"Ya Aku bisa,tolong tunjukkan jalannya"
"Baik,disini ikuti aku"
Saat ini aku berada disebuah rumah kayu kecil yang sangat nyaman sekali bagiku,dan Aku tidak lupa tujuan utamaku
"Sebelah sini,suamiku berada disana"
Aku melihat seorang pria tidak berdaya yang sedang terbaring lemah
"Hei,Apa kau bisa melakukannya?"
"Tentu saja,beri aku waktu sebentar..... Husshh...."Command Health"
"Apa,apakah berhasil?"
"Di...dimana aku?"
"Ayahh.....Ayah sudah sadar"
"Suamiku...kau sembuh"
Syukurlah semuanya berakhir tanpa masalah
"Siapa yang menyembuhkanku putriku"
"Pria ini ayah,dia yang menyembuhkanmu"
"Pria ini?,dia yang menyembuhkanku"
"Iya dia yang menyembuhkanmu Ayah"
"Bagaimana aku harus berterima kasih pria muda?"
Dia melihat kearahku
"Oh Anda tidak usah khawatir paman,selama aku bisa membantu itu sudah cukup untukku"
"Kau...pria yang sangat baik,Putriku...belajarlah darinya"
"Baik ayah,Aku akan belajar darinya"
"Maaf merepotkanmu,siapa namamu?"
"panggil saja Aku Hakuya paman"
"Hakuya?nama yang bagus,jika kau tidak keberatan Hakuya,izinkanlah putri kami untuk mengikuti jejakmu"
"Tunggu,maksudnya?"
Aku tidak mengerti apa maksudnya
"Maaf,apa yang kalian katakan,aku tida mengerti" kataku denga tersenyum bingung
"Izinkanlah anak kami mengikuti jejakmu Hakuya"
"Tapi....perjalananku juga masih panjang,dan Aku suka berpetualang,apa tidak apa-apa?"
__ADS_1
Gadis itu kemudian melepas pelukan ayahnya dan pergi kehadapanku dan menunduk
"Hakuya...Aku Akatsuki Ayane,bersedia menjadi pengikutmu"
"Eehhh...."
"Dijalan tadi,Aku sudah bilang akan mengikutimu jika sudah menyembuhkan ayahku"
"Nak Hakuya,Aku mohon sekali"
"Hakuya,Bibi mohon sekali"
Karena sudah didesak,Akhirnya aku menerimanya
"Baiklah,Ayane...kan?Kau boleh mengikutiku,mohon bantuannya"
"Baikk,mohon bantuannya Master"
Dengan begitu masalah selesai,Ayane akan ikut aku pulang dan bagaimana aku harus menjelaskan ini kepada semuanya,baiklah apapun yang terjadi biarkanlah,dengan begitu Ayane akan bersiap-siap besok dan aku kembali keistana untuk makan malam dengan yang lainnya menggunakan portal dan langsung menuju kepintu masuk istana,beruntunglah disaat yang tepat
"Hakuya,dari mana saja?Ryuu khawatir"
"Hehe maafkan Aku"
"Ayolah semuanya sudah menunggu dimeja makan,ayo kesana"
"Ehh...pelan pelan Ryuu"
Tanganku ditarik sampai kemeja makan dan duduk di kursi yang disediakan sembari memulai makanan dengan Yang mulia bersama yang lainnya
"Hakuya,kalian menginap disini kan?"
"Ya ayah,Aku akan menginap disini bersama mereka"
"Baguslah,akan kusuruh pelayan untuk mengantar kalian kekamar kalian"
"Baik ayah,sebelum itu ada yang ingin Ryuu tunjukkan pada Hakuya"
"Ehh?Aku?"
Setelah makan aku dibawa keruangan yang luas bersama Aliza,Alizia dan Ryuko,Aku melihat Ryuu sedang menyalakan Gramofon yang terletak diatas meja,musik pun berbunyi dan aku tahu maksudnya,Gawat aku tidak bisa berdansa
"Apa yang harus aku lakukan"
"Psst...Hakuya"
"Hah?Lihat aku"
"Baiklah"
Aliza menjulurkan tangannya kepada Alizia dan
"Maukah kau berdansa denganku?"
"Dengan senang hati"
Aku melihat mereka berdansa sebentar dan mereka menyelamatkan Aku batinku,kemampuan daya mengingatku boleh juga
"Hmm....Hakuya?"
"Ohh,Maukah kau berdansa denganku?"
"Dengan senang hati"
Berkat mereka berdua,Aku jadi tau bagaimana caranya berdansa
"Ngomong-ngomong dimana Ryuko?"
"Ryuko sedang bermain bersama Rugo di kamarnya"
"Oh,syukurlah dia memiliki teman"
"Ya Ryuu juga senang,Hakuya...Ayo nikmati dansa ini"
"Baiklah....Tuan putri"
Kami berempat berdansa hingga jam 21:30
Hingga pelayan datang
"Tuan putri,sudah waktunya tidur"
"Baiklah,tolong antarkan kedua temanku ke kamar mereka"
"Baiklah tuan putri,disebelah sini nona-nona"
"Selamat malam Ryuu,Hakuya"
"Selamat malam Ryuu dan Hakuya"
Aliza dan Alizia melambaikan tangan sambil keluar dari ruangan
"Yaa,selamat malam kalian berdua"Kataku
"selamat malam"
Setelah semuanya keluar,Aku diarahka ke kamarku dan ada Ryuko disana
"Maaf Tuan Hakuya,anak yang disana itu ingin sekamar denganmu,dia menangis saat aku bilang tuan pasti marah,maafkan ketidakmampuan saya Tuan Hakuya"
Aku melihat Ryuko yang sedang nyenyak dan hatiku terasa damai,anak-anak memang sumber kedamaian
"Tidak apa-apa,dia memang tidak bisa jauh dariku,terima kasih sudah mengantarku"
"Kalau begitu saya permisi dan selamat malam Tuan Hakuya"
"Yaa,selamat malam"
Pelayan itu kemudian meninggalkanku dan Aku menarik kursi yang ada didepan jendela untuk duduk dan menikmati pemandangan langit
"Hoamm...Hakuya sudah kembali"
"Ehh?apa Hakuya membangunkan Ryuko"
"Tidak,Ryuko mencium bau Hakuya"
"Begituyah?tidurlah kembali"
"Ryuko tidak bisa tidur"
"Kalau begitu duduklah bersama Hakuya,kita lihat bintang-bintang"
"Baiklah,Hakuya"
Ryuko duduk di pangkuanku dengan aku yang memeluknya,tubuhnya yang kecil dan sangat ringan saat ini sedang bersamaku melihat pemandangan malam
"Hakuya,lihat-lihat bintang disana itu,kecil dan terang sekali,Ryuko ingin menangkapnya"
__ADS_1
"Hahahh,dia mirip seperti Ryuko,lain kali kita akan menangkapnya dan meletakkannya dikamar kita~