Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 34


__ADS_3

Aku memeluk Ayane hingga sampai ke kota tetangga,kota Amp...


Aku dan Ayane juga Alarick melompat turun dari atas awan ke bawah menuju gerbang kota Amp


Sambil berjalan...


"Kenapa disini sangat sepi Master,kemana semua penduduk?"


"Entahlah,kota Amp ini sangat sunyi sekali"


"JANGAN AMBIL ANAKKU!!KUMOHON..."


"TIDAK BISA,RAJA SANGAT MENGINGINKAN GADIS INI"


"KUMOHON UHUKK...UHUKK..."


"IBU...HIKS SUDAHLAH TIDAK APA-APA"


Dari kejauhan kota yang sepi itu,terlihat seorang prajurit sedang menarik seorang gadis dan seorang nenek sedang mempertahankannya,saling berebut


"Heeh...dasar tidak tahu malu,Alarick..."


"Ada apa Tuan?"


Alarick yang tertidur di pundak Ayane terbangun dari tidurnya,lalu Aku menunjuk ke arah prajurit itu lalu menunjuk ke dalam perut lalu menunjuk ke perut


"Hehehe...baik Tuan!swossshhh" tersenyum sinis lalu berlari ke arah prajurit yang sedang berebut gadis dengan seorang nenek


AUUUU....TAP...TAP...TAP...GRRRR....AUUUUU


Pria,gadis serta nenek itu spontan melihat dan terkejut karena kedatangan seekor serigala besar yang mereka tak tahu dari mana seriga itu


"WAAA...WAAA...HAAAA...."


GRRRRRR...WAAAA....BYURRR...PLETAK...


PLETAK...


Suara tulang-tulang dan zirah yang remuk yang di kunyah oleh Alarick di mulutnya,nenek itu kemudian pingsan dan gadis itu hanya terkejut sedikit sambil melihat ke arah neneknya


"NYAKKK...NYAKKK...GRRRRR..."

__ADS_1


"Nenek...nenek...bangun!!" Kata gadis itu sambil menggoyangkan tubuh neneknya itu


Aku dan Ayane kemudian berlari ke arah Alarick yang sudah mengecil dan dekat bersama gadis dan si nenek


"Alarick...apa yang terjadi?" Kataku sambil mengecek nenek itu


"Hmm..."COMMAND HEALTH"....


"Tuan,apa yang terjadi dengan nenekku?"


Seorang gadis seumuran Aliza bertanya padaku dengan wajah cemas dan ketakutan


"Hooh,nenekmu baik-baik saja"


Aku kemudian mengangkat nenek ke kasur dari dalam rumah dan mengeceknya sementara Ayane dan Alarick menenangkan gadis itu


"Hmm,Aku bukan dokter tapi Aku tahu aoa yang nenek ini idapkan,harus memakai darah dewa alamku saja agar nenek ini siuman"


Aku mengigit jariku kemudian meneteskan darahnya ke dalam mulut si nenek dan dalam beberapa saat mata nenek itu terbuka


"Di...dimana Aku?penyakitku...sembuh"


Sambil menatap kegirangan nenek itu,Aku tersenyum kepadanya dan bersyukur jika masalahnya selesai


"Apa kau yang menyembuhkanku anak muda?terima kasih banyak,Aku berhutang padamu"


"Tidak usah berhutang,mohon nenek ceritakan padaku apa yang terjadi di kota ini?"


Aku membawa nenek itu ke ruang tamu dan duduk di sana bersama Alarick,Ayane dan juga si gadis yang sedang menangis


"Hiks nenek...hiks"


"Hei nenek masih disini loh"


Tangisan gadis itu kemudian berhenti lalu melihat ke arah nenek tua itu dengan tersenyum lalu duduk di sampingnya dan memeluknya


"NENEKKK!!!...HIKS NENEK SUDAH SEMBUH AKU BERSYUKUR..."


"Iya iya,Nenek belum mati dasar kau ini" kata nenek itu sambil mengelus kepala cucunya itu,lalu Aku duduk di samping Ayane yang sedang memegang Alarick


"Permisi nenek..."

__ADS_1


"Oh ya apa yang ingin kau tanyakan anak muda?"


"Apa yang terjadi dengan kota ini?apa nenek tahu?"


Nenek itu lalu meletakkan tangannya di dagunya sambil berpikir dan mengingat-ngingat


"Oh ya,dulu itu ada seorang Raja bernama Shinama Rakka dan anaknya bernama Shinama Shina juga Ratu mereka bernama Ratu Ace,namun tidak di ketahui alasan kenapa Raja berganti yang sekarang kota ini di kuasai oleh Wilman yaitu paman dari putri.


Semenjak kota Amp di kuasai olehnya,rakyat kota ini menderita kelaparan dan banyak yang meninggal akibat kelaparan di kalangan anak-anak dan orang dewasa,kami ditindas dan di paksa memberikan uang kepada mereka,untungnya anak-anak disini masih banyak dan bersembunyi,juga ada yang kabur,Aku hanya tahu sekitar itu saja"


"Terima kasih banyak atas penjelasan Anda nenek,tetapi kenapa mereka mengincar cucu Anda?"


"Oh anak ini?dia seorang elf yang di usir dari hutan elf tempat dia berada dan sekarang dia tinggal bersamaku"


"Elf?(memang benar,karena rambut kuning itu,mata biru,telinga meruncing dan berbaju hijau adalah ciri-ciri seorang Elf)"


"Master,dia sangat cantik dan tubuhnya sangat ideal,mungkin karena itu mereka ingin membawanya ke istana untuk di jadikan selir"


"Hmm...begitukah?(dia memang sangat cantik bagiku,tapi Aku juga tidak ingin mereka di tangkap"


Lalu Aku menyandarkan punggungku sejenak ke kursi lalu melihat kelangit-lanhit rumah


"Ngomong-ngomong anak muda,bagaimana kau tahu penyakitku dan menyembuhkannya?"


"Hmm..." Lalu Aku duduk dengan posisi menghadap si nenek dengan gadis di sampingnya yang tidak menangis lagi


"Nenek mengidap penyakit Asma"


"Asma?apa itu?"


Lalu Aku mulai menjelaskan alasan kenapa si nenek batu berdarah dan semua gejalanya menjelaskan bahwa dia mengidap penyakit itu,ngomong-ngomong nama-nama penyakit


disini tidak terkenal dengan asma,kanker atau penyakit lainnya


"Oh begitu,syukurlah jika begitu"


GUBRAAAAAKKKK...!!!


Pintu terdobrak dan datang seseorang dengan beberapa prajurit dan membuat nenek dan gadis itu ketakutan


"HAHAHAHA!!Ikutlah denganku gadis manis,kujamin kehidupanku akan sangat menyenangkan"

__ADS_1


"Heeh,tampaknya ada beberapa orang bodoh lagi yang datang" kataku dengan senyum sinis dan wajah seramku


__ADS_2