Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 23


__ADS_3

Saat itu Aku membisikkan pada telinga Ayane dan Alarick untuk pergi ke atas lampu gantung di istana dan diam disana dan Aku bilang Aku akan menyusul,Aku menyadari bahwa ini adalah jebakan karena tidak ada magma di gunung itu,juga asap dari gunung berapi tidak bisa hilang dalam waktu semalaman namun Aku tetap sengaja terjatuh ke perangkap Rave untuk melihat permainannya,bagaimana Aku bisa disini adalah karena Aku menggunakan sihir teleport sambil memikirkan wajah Ayane untuk berpindah dengan cepat ke sampingnya,begitu Aku sampai


permainannya sudah dimulai dan Aku menikmati permainanmu sampai akhir


"Maaf Rave,Aku lebih pintar darimu ingat itu dan jangan sesekali ganggu gadis milikku,jika tidak kau akan merasakan akibatnya"


"Rave,ke..kenapa kau jadi seperti ini?Aku hanya ingin berteman denganmu dan itu sangat cukup bagiku,Aku tak menginginkan ini Rave,Aku sudah bertunangan bersama Hakuya dan ini adalah keluarga keduaku,kumohon Rave jangan sakiti keluargaku"


"Neptune....Aku....Aku....Aku...."


"Kau dengar itu Rave?lain kali jangan menuruti keegoisanmu,turutilah apa kata hatimu,jodoh sudah diatur Rave


jika dia bukan ditakdirkan untukmu berarti dia sudah ditakdirkan dengan yang lain dan jodohmu ditakdirkan denganmu yang lebih baik nantinya"


"Hakuya...Neptune...kalian memang orang-orang baik,Aku menyesal telah melakukan ini tapi terima kasih telah membersihkan hati dan pikiranku"


"Tidak usah dipikirkan,setelah keluar dari penjara kau hanya harus berusaha untuk tidak menimbulkan masalah untuk yang kedua kalinya"


"Baiklah,Hakuya"


Denga begitu Rave ditangkap dan ditetapkan hukuman tiga tahun penjara dan semuanya kembali normal


"Hakuya...Hakuya..."


"Oh Ryuu...Aku kembali"


Aku tersenyum dihadapan Ryuu dan semuanya berada didepanku saat ini dan mereka tampak sangat mengkhawatirkanku


Ryuu sedikit melompat dan kemudian memelukku dari depan kemudian menangis


"Hiks...bodoh bodoh...Hakuya bodoh...Hiks...plukk....Ryuu takut jika tidak bisa bertemu dengan Hakuya lagi"


Aliza memeluk tanganku lalu menempatkan kepalanya di bahu kananku dan menangis


"Pluk...Aku juga takut jika tidak bisa bertemu denganmu lagi Hakuya...Hiks..."


"Ryuu,Aliza"


Aku saat itu merasa bersalah karena telah membuat mereka khawatir,tapi Aku senang mereka baik-baik saja


Neptune kemudian memeluk lengan kiriku dan menangis seperti anak kecil di bahu kiriku dan saat itulah Aku melihat sisi keimutannya yang lain


"Pluk...Hikss...Hakuya Hakuya...Neptune takut saat mendengar Hakuya sudah mati...hiks...hueeeee...Hakuyaaaa.....!!!"


Angela lalu memeluk di bagian kiri dadaku dan sedikit berlinang air mata


" Hiks...syukurlah Hakuya masih hidup...hiks"


Pluk...Aku tak tahu kenapa saat mendengar itu hatiku terasa sakit,tolong jangan lakukan itu lagi,ya?"


Berbeda dengan Ayane dan Alizia yang memelukku ditempat yang kosong lalu sedikit menangis lalu mengusap air mata nya


"Kami semua mengkhawatirkan Hakuya,pluk...jangan melakukan hal itu lagi"


"Master...pluk...Aku khawatir terjadi sesuatu padamu,Aku bersyukur kau masih hidup Master"


Aku lalu mendekatkan diri kepada mereka semua dan senang karena mereka semua mengkhawatirkanku


"Neptune,Angela,Alizia,Ayane,Ryuu,Alizia...maaf sudah membuat kalian khawatir,Aku mencintai kalian"


Mereka memeluk tanganku dengan erat sambil menangis hingga tidak melepaskan tanganku selama beberapa menit dan semuanya kembali seperti semula


"Hakuya,dimana anak-anak


apa mereka baik-baik saja?"


Neptune bertanya keadaan anak-anak dan sangat cemas pada mereka


"Tidak usah cemas Neptune,saat sudah sampai disini


Ayane menyemprotkan gas tidur agar mereka tidak terlibat,mereka akan bangun sebentar lagi"


"Hakuyaaaaaa........"


Datang dua gadis kecil pemberani turun dan berlari ke arah ku dan Aku merendahkan tubuhku untuk menyambut mereka


"Pluk...Ryuko...Kyouko,Hakuya senang kalian berdua baik-baik saja"


Kedua gadis kecil tampak senang saat melihatku dan memelukku dengan erat tanda mereka sayang padaku


"Haha kalian bersemangat seperti biasanya,baiklah sudah waktunya kita pulang"


Setelah pamit dan keadaan Kota dan kerajaan kembali normal,kami semua memutuskan pulang untuk pergi kerumah


"Kami pulang!!!...."


Serentak mengucapkan dan melihat Gero,Asuka dan beberapa pelayan lainnya sedang membersihkan dan keluar masuk dapur


"Selamat datang Tuan Hakuya"


"Selamat datang kembali Tuan Hakuya"


Mereka berdua menyambut kami lalu ini sudah jam enam sore,Aku membangunkan Alarick yang tidur didalam pedangku


"Hei Alarick kita sudah pulang,cepatlah bangun"


Alarick kecil muncul lalu Ryuko dan Kyouko mengelusnya,sepertinya mereka sangat menyayangi Alarick


"Baik Tuan,Aku sudah bangun"


"Baiklah kalian mandilah dulu,bawa Ryuko dan Kyouko ikut dengan kalian"


"Baiklah,Hakuya jangan mengintip yah hehe.."


Ryuu menggodaku sambil tertawa kecil padaku dan semuanya ikut tertawa,Aku menyukai suasana yang seperti ini


"Tidak akan tidak akan,Aku akan jalan-jalan sebentar ke Ascerdant,Aku akan kembali"


Kataku dengan santai lalu mereka menyetujuinya dan wajah mereka mulai khawatir lagi


"Tenang saja Aku akan kembali pluk..."


Lalu Aku mengelus kepala Ryuu,Neptune dan Angela bergantian


"Baiklah,cepatlah kembali Hakuya"


"Jangan membuat kami menunggu,jika tidak aku akan memukulmu"


"Baiklah Ryuu,Angela tenang saja"

__ADS_1


"Aliza dan Alizia kami berangkat"


"Hati-hati kalian berdua"


Lalu aku membuka portal dan saat ingin masuk Ayane datang kepadaku dan bilang ingin ikut denganku


"Master Aku ikut denganmu"


"Baiklah,Ayo"


"Semuanya sampai nanti"


"Sampai nanti...!!"


Lalu kami masuk keportal dan tiba di Ascerdant dalam sekejap lalu melihat Ascerdant yang sangat indah


"Sekarang sudah jam 17:00,kita pergi kemana Master?"


"Kita akan berkeliling sebentar,Ayo"


Aku menarik tangan Ayane dan mulai berjalan mengelilingi jalanan dan membeli makanan ringan lalu duduk di bangku taman yang sudah disediakan


"Master,berjalan berdua seperti ini bukannya kencan yah"


"Heeh,tanpa sadar kita berkencan yah


tak masalah lagipula kita adalah tunangan kan,hal seperti ini wajar saja"


Pipi Ayane mulai memerah dan menunduk saat itu lalu memakan sedikit demi sedikit kue cokelat yang dipegang ditangannya


"Master..."


"Ada apa Ayane?..."


Ayane lalu mengangkat tangannya ke mulut ku lalu menunduk dengan wajah memerahnya yang imut itu,dia ninja Shinobi tapi bisa bersikap manis begini


"Buka mulutmu Master"


"Oh...Aaaaaa......nyam,rasa coklatnya enak"


"Be...begitukah?"


Aku lalu mengelus kepala Ayane dan melihat sisi keimutannya itu saat senang karena Aku memakan makanan dari tangannya


"Puk...ya itu enak sekali,terima kasih Ayane,mau coba rasa kepalaku?buka mulutnu"


Lalu Aku gantian menyuapinya dengan kue bakar isi kepalaku kemulutnya,Aku senang saat dia senang


"Hueeee...Hiks...Hiks...Hueeee"


Ada suara seorang gadis kecil sedang menangis dan suaranya sangat kecil namun Aku mendengarnya


"Kau mendengarnya Ayane?"


"Ya Master...Wooossshhh"


"Swoossshh......"


Ayane lalu pergi secepat kilat dan Aku mengikutinya dengan secepat kilat juga dan Aku melompat dari satu bangunan ke bangunan lainnya hingga tiba disebuah lorong,Aku dan Ayane mengintip dari atas


"Master gadis itu sedang menangis,apa dia kehilangan orang tuanya?"


"Heem sepertinya begitu,Ayo kita turun"


TAPP....Aku dan Ayane melompat turun daru atas bangunan tadi lalu pergi menuku gadis yang sedang terduduk dan menangis


"Hueee...hueee...papa...mama...hiks..."


"Heii,apa yang terjadi?kenapa kau disini?"


Gadis itu kemudian menatap Ayane sambil menangis dan berkata sesuatu yang tidak jelas tapi bisa dipahami


"Aa..a.a.akkwchu,kehi,,hiksslan..gan o..rang..hueee..."


"Heeh jadi kau kehilangan orang tuamu?siapa namamu?"


"Li...Lilisa..."


"Ayane tenangkan dia dulu"


"Baik Master"


Aku kemudian berdiri lalu mengeluarkan ponselku,membuka pencarian di peta lalu mencari orang tua Lilisa yang sekarang entah ada dimana


"Haah...ketemu,tapi..."


"Ada apa?Master?"


Lilisa sedang tenang dan hanya menatap kami berdua lalu Ayane berdiri lalu mendekatiku dan melihat ponselku


"Ada apa Master?"


"Jika dua titik biru ini adalah kedua orang tuanya,kenapa mereka dikelilingi delapan titik merah?"


Aku sejenak berpikir apa yang sebenarnya terjadi,kenapa mereka membawa kedua orang tuanya


"Kau pernah bilang jika ponselmu bisa mengetahui seseorang baik atau jahat melalui warna titik ini kan Master,itu artinya mereka sedang membawa orang tuanya ke tempat ini"


Ayane menunjuk kearah ponselku dan saat itu Aku sadar kalau ada rumah ditempat itu,ada tanda simbol rumah sangat membantuku


"Mereka sepertinya menuju ke sebuah rumah di peta ini,Ayane bawalah gadis ini jalan-jalan dan berikan apa yang dia mau,ini dua perak"


Aku memberikan dua perak kepada Ayane untuk membeli apa yang gadis ini inginkan lalu Aku maju kedepan untuk membuat portal


"Baik Master,Master sendiri?"


"Aku akan ketempat itu,delapan orang bukan masalah bagiku"


"Baiklah Hati-Hati Master"


"Heem,tenang saja Aku akan kembali"PORTAL"


Aku lalu membuka portal dan tiba dihutan yang gelap dan ada sebuah rumah di kayu disana


"Oke mis dimulai "Invisible,Trans" baik persiapan sudah selesai,oh ya "Insound",mantra ini sudah cukup untuk menyusup"


Aku lalu berjalan masuk kerumah dan karena sihir tidak terlihat,tembus tembok dan mantra untuk membuat suaraku tidak didengar oleh orang lain,begitu Aku masuk


"Hahah dimana orang tua anak itu,dia punya hutan sebesar sepuluh emas padaku,akan kubunuh dia hari ini jika tidak membayar hahaha"

__ADS_1


Aku melihat seorang pria gendut yang memakai cincin emas dan kalung perak ditubuhnya sedang duduk didalam rumah itu,lalu Aku melihat kepeta ponselku


"Heeh,sepertinya mereka sudah sampai yah"


GUBRAKK....dua orang masuk dengan membawa kedua orang tua gadis itu lalu menjatuhkannya kelantai


"Tuan ini kedua orang tua gadis itu"


"Bagus...Hahahaha,ayo bayar hutang kalian,jika tidak kalian akan mati disini Hahahah"


Aku berdiri melihat apa yang akan dilakukan pria gendut ini kepada kedua orang tua gadis itu


"Tu...Tuan saya mohon jangan apa-apakah Aku dan istriku Tuan,kami akan segera bayar hutang itu,saya mohon"


"Heh...ingin dibunuh yah,kalian berdua hajar pria ini"


"Baik...Tuan"


Mereka berdua maju kehadapan ayah anak ini lalu mengangkat tangan mereka dan


"Pletaaakkkk...Arrrgggghhhh...tanganku...tanganku patah Arrgggggghhh ini sakit sekali..Arrggghhh"


"Aaaarrgggghhhh...kenapa bisa begini...Arrggghh tanganku bengkok Haaahhhh"


Aku mematahkan lengan mereka berdua dengan tanganku dan diam-diam meletakkan sepuluh emas hingga pria gendut itu tidak menyadari bahwa sepuluh emas itu ada di atas meja nya


"Apa,apa apa yang terjadi?kenapa kalian berdua"


Pria gendut itu penasaran atas apa yang terjadi lalu menatap ke arah ayah gadis itu dan hanya bisa terheran bagaimana ini bisa terjadi


"Apa yang sedang terjadi?kenapa lengan mereka berdua seperti ini?Apa yang....hooh tapi sudahlah,sepuluh emas sudah berada dimejaku,kalian ku lepaskan"


"Benarkah Tuan?Anda serius?"


"Tetapi karena kau telat membayar selama berbulan-bulan,istrimu jadi peliharanku Hahahahah"


"Ja...jangan istri hamba Tuan,saya bisa menjadi peliharaan Anda,jangan istri saya Tuan"


"Hahah tidak bisa,istrimu harus menjadi oeliharanku,lagipula Aku membutuhkan mainan,sangat menyenangkan apabila itu seorang wanita Hahahah"


"Baiklah Tuan,saya akan menjadi peliharaan anda tapi lepaskan suami saya hiks"


Wania itu menangis dan pria itu hanya bisa pasrah melihat keadaan,pria gendut itu lalu maju dan menarik tangan wanita itu sekuat nya


"Aaarrrhhh,sakit Tuan...tanganku sakit sekali"


BUUUUGGGGGGG!!!!........


Tubuh pria itu terlempar keatas dan jatuh kemejanya sendiri dan membuat meja itu hancur,lalu terduduk


"Apa...siapa...siapa yang memukulku?heii siapa kau sialan,tunjukkan dirimu"


Aku mengabulkan keinginannya,Aku membuat tinta merah dari duniaku dan menulisnya di dinding yang tak jauh dari sibodoh itu


"KAU AKAN MENYESAL SETELAH MELIHATKU"


Aku menulisnya begitu lalu dia hanya melihat dan kemudian tertawa sekerasnya


"Hahahahah,jika kau laki-laki sebaiknya tunjukkan dirimu sialan,jangan menyerang diam-diam seperti orang lemah"


Aku menunjukan diriku dihadapannya dan membuatnya tertawa lalu berdiri dan menatap ke arahku


"Hahaha...hei bocah,jika kau tidak ingin mati makan pergilah lemah,menyerang diam-diam dasar tak tahu malu"


"Aku tak tahu malu?kau bercanda?hutang mereka kepadamu sudah lunas namun kau masih mencari gara-gara dan menyakiti wanita,kau harus malu"


"Diamm dasar kau bocah sialan....wossh"


Dia lalu melayangkan tinjunya ke arahku dengan wajah yang buruk dan membuatku ingin memberinya pelajaran berharga


PAKKK.....


"Ini pukulanmu kah?kenapa lemah sekali?"


Aku menahan serangannya dengan tanganku lalu menggenggamnya dengan kuat


"Apa...hei sialan lepaskan,kenapa cengkeramanmu kuat sekali"


"Cepat kau lepaskan sendiri jika kau tidak ingin menjadi seperti mereka berdua"


Aku melihat kearah kedua anak buahnya yang pingsan dengan tulang lengan yang patah dan bengkok


"Apa...apa...apa maksudmu sialan,bocah sialan lepaskan"


"Kenapa kau panik?kau takut tanganmu seperti kedua anak buahmu?"


"Aku mengerti maafkan Aku maafkan Aku..."


Aku mengambil pedangku lalu menatapnya tajam dan dengan senyumku lalu


CKK...SWOOSSHH...JLEB


"Aaarrrggggghhh,maafkan Aku...maafkan Aku maaf...Aku mohon ampuni Aku,jangan bunuh Aku kumohon"


Aku lalu menatapnya yang sedang kesakitan karena tusukan pedangku diperutnya dan mengeluarkan banyak darah


"Sayang sekali,didalam kamusku tidak ada kata maaf Hahahahah"


SWOSSHH JLEB....


Aku menarik pedangku kembali lalu melihat kearah mereka berdua yang sepertinya ketakutan melihatku


"Tenanglah kalian berdua,jangan takut kepadaku"


Aku menunduk dan meletakkan tanganku diatas perut pria gendut ini dan menggunakan sihir COMMAND HEALTH untuk menyembuhkannya dan setelah itu giliran kedua anak buahnya dan membuka portal untuk kembali


"Nak...terima kasih karena telah menolong kami,kami sangat berterima kasih padamu"


"Kami beruntung kau menolong kami anak muda yang baik"


Mereka berdua kemudian berdiri dan mengucapkan terima kasih padaku


dan tersenyum kepadaku


"Tidak usah kalian pikirkan,jika Aku tidak menemukan putri kalian,Aku juga tidak akan menemukan kalian"


"Sekali lagi terima kasih banya anak muda"


"Baiklah Ayo kita pergi,putri kalian menunggu kalian"

__ADS_1


Kami masuk keportal dan didalam portal sudah ada Ayane dan gadis itu sedang menunggu kami,dan juga ada seorang wanita yang begitu familiar bagiku


"I...i...Ibu?......"


__ADS_2