
Aku lalu mengeluarkan sesuatu dari pedangku dan barang-barang pun keluar,sehingga membuat mereka semua bingung.
"Yang Mulia,alat apakah ini?" tanya seorang tentara.
"Ya Saudaraku,alat ini Aku tidak pernah melihatnya."
Aku lalu mengambil sebuah pistol dan mengarahkannya ke arah sebuah pohon dan menarik pelatuknya hingga mengeluarkan suara yang membuat semua orang terkejut.
"Ya ampun,suara ini membuatku kaget." Rin sambil menutup telinganya.
"Haha semuanya,ini adalah pistol yang digunakan untuk serangan jarak jauh,lihatlah pohon itu meninggalkan bekas." kataku sambil menunjuk ke arah pohon itu.
"Wah benar-benar hebat."
"Bagaimana Yang Mulia punya alat secanggih ini?"
"Bayangkan kepalamu yang tertembus akibat alat itu." kata para tentara bertanya-tanya.
"Lalu ini adalah rompi anti peluru yang lebih kuat dari pada zirah,juga sangat ringan,ini adalah seragam kalian,alat pelindung kepala dan juga sniper."
Aku menduplikat hingga cukup untuk semuanya kecuali sniper yang khusus digunakan oleh Ran dan Rin.
Lalu memberitahu mereka caranya membidki dan menembak ke arah sebuah target untuk di tembak,selagi mereka berlatih Aku mengajarkan kepada Rin dan Ran untuk menggunakan sniper.
"Wah ini sangat berguna." Ran sambil memegang sniper itu.
"Rompi ini juga sangat berguna,mereka bahkan tak bisa ditembus oleh Senjata tajam." Rin kagum.
"Teruslah berlatih menggunakan sniper dan pistol itu,gunakan sniper untuk membunuh target dengan jarak yang sangat jauh." Kataku sambil melihat mereka yang sedang latihan.
Dalam waktu 2 bulan,semua rumah telah selesai di renovasi bahkan ditengah kota ada air mancur dengan patung diriku di atasnya,tembok yang mengelilingi kota juga telah dibuat,trotoar untuk pejalan kaki dan jalan ditengah disediakan untuk para pedagang melintas.
Restoran dengan menu dari bumi yang sudah ku atur,cafe untuk hiburan,rumah sakit untuk penduduk,sekolah untuk anak-anak,taman yang indah,pusat pembelanjaan dan penginapan yang mewah ada di kota ini,Aku juga diam-diam menaruh cctv dan dermaga telah selesai memperindah kota.
Di Kota ini,tidak ada yang namanya bangsawan,semuanya sama,yang dibutuhkan hanya saling menghormati.
"Semuanya,kita telah menyelesaikan renovasi kota kita,kota ini dulunya hanya permukaan tanah dengan rumah-rumah yang tidak sebagus sekarang,namun dengan kekuatan kita semua,kota kita menjadi sangat indah berkat kalian,dengan ini kota Theresa telah di resmikan olehku!" Kataku memberi kata-kata dari atas kastil dan disaksikan oleh pendudukku.
"Hidup Yang Mulia!"
"Yang Mulia Hakuya yang terbaik!"
"Aku mencintaimu Yang Mulia!" Kata Rakyatku bersorak.
__ADS_1
"Wah semuanya sangat bahagia." Ryuu dengan nada senang.
"Itu memang benar,tapi kita masih membutuhkan banyak orang lagi untuk mengelola kota ini." kataku mengeluh.
"Hakuya benar,para pekerja di penginapan,rumah sakit dan juga restoran masih sangat kurang." Ayane melanjutkan.
"Oh ya,ibuku sedang berada di restoran,dia sangat ingin bekerja disana karena beliau sangat bosan." Kataku.
"Apa ibu bisa melakukannya sendiri?" Neptune bertanya.
"Aku akan membantu Ibu,ayo Neptune ikut denganku!" kata Angela sembari menarik tangan Neptune.
"Tu...tunggu!" Neptune berkata namun tidak dihiraukan.
"Ran,arahkan tim patroli siang untuk berjaga di gerbang dan juga suruh mereka berkeliling kota untuk memastikan kota kita aman." kataku.
"Serahkan padaku saudaraku." Kata Ran sembari meninggalkan.
Aku dan Ryuu kembali ke ruangan kerjaku untuk mengurus kota ini,karena Ryuu adalah seketarisku maka dia akan selalu bersamaku.
"Kalian pergilah berkeliling Kota Theresa ini,Aku akan kembali ke ruangan ku,Ayo Ryuu." Kataku melangkah meninggalkan balkon dengan diikuti Ryuu disisiku.
"Aku dan Adikku akan berjalan-jalan di kota sebentar." Aliza berjalan sambil diikuti Alizia.
"Baiklah,semuanya telah pergi,Aku akan melihat Kak Hinna di sekolah,sampai nanti." Rin melompat dari atas balkon.
"Ayo kita latihan." Ayane mengajak.
"Oke,panggil Alarick untuk menemani kita."
Satu persatu meninggalkan balkon dan mulai menikmati suasana kota baru ini,Aku dan Ryuu sedang mengurus keperluan kota ini.
"Ryuu,menurutmu apa yang kurang dari kota ini?" Tanyaku.
"Jika Hakuya bertanya,Ryuu berpikir bahwa kita kekurangan orang untuk mengolah sumber daya seperti sayuran dan juga pertambangan,dermaga kota kita juga membutuhkan kapal untuk mengantar barang milik kota kita ke kota lain." Ryuu menjawab.
"Hmm baiklah,pasang pengumuman untuk merekrut penduduk yang tersisa untuk bekerja menjadi petani dan penambang,Aku akan keluar untuk mencari orang-orang yang membutuhkan pekerjaan,lihat perkembangan Kota ini,Orion!" Kataku memerintah lalu memanggil Orion.
"Hati-hati dijalan Hakuya!" Ryuu melambaikan tangan ke arahku yang menuju ke Orion yang bertengger di balkon.
"Ryuu juga hati-hati,beritahu ke petugas patroli dan divisi keamanan jika ada masalah besar." Kataku lagi.
"Baikk!"
__ADS_1
Aku lalu merebahkan tubuhku ke punggung Orion dan mengobrol dengannya sambil mengudara.
"Hei Orion,apa kau tahu dimana tempat dimana banyak orang membutuhkan pekerjaan?" tanyaku.
"Saya terlalu lama di dungeon tua itu Tuan,jadi saya tidak tahu apa yanh terjadi diluar,maafkan saya." Orion menjelaskan.
"Tidak masalah,kita melihat-lihat dulu." Kataku membalas.
Beberapa saat ketika mengudara,Orion memberi tahuku sesuatu yang mungkin tidak bisaku biarkan.
"Tangkap Elf berambut perak itu!"
"Kejar dia kejar!"
"Dia bernilai 2000 emas,jangan biarkan kabur."
"Tuan,seorang gadis Elf berambut perak tampak dikejar oleh beberapa orang,gadis itu terluka parah." Orion memberi tahu.
"Baiklah,itu makananmu Orion,Aku akan memeriksa gadis itu." Kataku sembari melompat dari punggung Orion dan terbang dengan sayapku sendiri.
"Tuan memang sangat hebat,kalian jadilah santapanku hahaha!" Orion terbang sedikit merendah dan memakan satu persatu dari beberapa orang jahat itu.
"Ada burung raksasa! lari semuanya!"
Tampak mereka semua lari pontang panting namun tidak ada yang bisa kabur dari Orion,tak lama kemudian mereka lenyap di paruh Orion.
Aku turun mengecek gadis itu dan banyak bekas luka di tubuhnya,dari penglihatanmu tampaknya gadis ini terus dikemas sepanjang hari.
"Bagaimana keadaannya Tuan?" Orion menghampiri.
"Tidak begitu bagus,tubuhnya terluka hingga ke organ dalamnya,tapi itu akan sembuh dengan sihirku "Health" " Kataku menyembuhkan gadis itu.
Gadis itu kemudian terbangun dan melihatku dengan tatapan takut,gadis itu menggunakan pakaian hijau khas Elf namun berambut perak.
"Ja...jangan sakiti Aku!" Gadis itu perlahan mundur dan melindungi dirinya sendiri dengan kedua tangannya.
"Tenang saja,Aku tidak bermaksud jahat,Aku tidak mungkin menyembuhkan dirimu jika Aku orang jahat. Kataku tersenyum.
"Jika begitu,maaf telah salah sangka,terima kasih telah berbaik hati menyelamatkanku,dibelakangmu bukankah itu hewan surga?baru pertama kali Aku melihatnya." Kata gadis itu terkejut.
"Kau mengetahui Aku gadis kecil?" Orion bertanya.
"Ya Kau adalah Elang Biru Amethyst,Aku menyukaimu dan mencarimu sejak Ayahku menceritakan padaku tentangmu,tak kusangka kalau Aku melihatmu." Kata gadis itu.
__ADS_1
"Hahaha begitu rupanya,terima kasih sudah mengagumiku gadis kecil." Orion dengan sopan.