
"Rin,Hinna sudah bangun!." Ran sambil menarik tangan Hinna keluar gerbang.
"Kak Hinna?Kakak Hinna!" Rin berlari sambil mengeluarkan air mata kebahagiaan sambil memeluk Hinna.
"Aku merindukanmu Rin." Hinna sambil membalas pelukan Rin.
"Sebanyak ini pasti cukup untuk seluruh penduduk kota,kami akan memanggil seluruh penduduk kota untuk menyiapkan mangkok mereka masing-masing." Kataku kepada Rin.
"Baiklah,Aku akan menunggu disini bersama Kak Hinna,banyak hal yang ingin Aku bicarakan." Rin membalas.
"Baiklah,Ayo semuanya!" kataku sambil mengangkat tanganku dan berlari sambil mengucapkan "ada makanan gratis ditengah kastil" hingga orang-orang mulai berkata-kata.
"Makanan gratis di gerbang kastil?benarkah?"
"Apa itu benar?kenapa pemilik kota yg jahat itu harus repot-repot memberi kita makanan?"
"Tapi tidak ada salahnya kita melihatnya dulu."
Begitulah pikiran orang-orang hingga mereka semua membawa mangkok makan mereka sendiri.
"Wah ada gandum!semuanya ada makanan!."
"Wah makanan?Aku sudah lapar!"
"Apa ini nyata?"
Mereka semua datang dari kalangan anak-anak hingga lansia memenuhi gerbang kastil untuk menunggu semangkok dari panci raksasa itu.
"Semuanya,Aku akan memberikan makanan ini secara gratis jika kalian menurut,berbaris dengan teratur,utamakan para lansia,anak-anak lalu perempuan,terakhir para pria!" kataku dengan lantang hingga mereka semua mengikuti perintahku.
"Ayo kita membagikan makanan,Ryuko dan Kyouko juga ikut membantu oke."
"Baikk!" Ryuko dan Kyouko bersemangat.
"Ayo kita lakukan." Begitu juga Ran,Rin dan Hinna.
Kami semua membagikan makanan ini satu persatu mangkok hingga makanan habis,penduduk juga tampak kekenyangan.
"Huaahh,kerja bagus tim!" kataku sambil mengelap keringatku."
"Ya,sekarang mereka semua tak khawatir kelaparan la-"
"ADA APA DISINI!"
Seorang wanita tua dan pria tua menuju ke arah sini,Ran,Rin,Hinna serta penduduk kota mulai waspada.
"Ada apa ini sebenarnya?kenapa kalian makan tanpa persetujuan dariku?" wanita tua dengan galaknya.
"Apa mereka harus menunggu izin darimu?" Kataku membalas.
"Hei kau siapa pendatang,berani-beraninya kau melawanku,apa kau tidak tahu Aku siapa,Ran dan Rin,bahkan kalian tidak menurut membawa gadis itu kembali,tampaknya dia sudah menjadi mayat hidup!" Mulut wanita Tua itu kembali pedas.
__ADS_1
"Ran,kita adalah Raja Iblis yang agung,kau tidak boleh berhubungan dengan manusia." Pria tua itu sambil memarahi Ran.
"Tapi Ayah,Aku begitu mencintainya,apa salahku membuat kalian tidak memberiku kesempatan untuk mencintai wanita yang kucintai."
"Itu benar,itu hak Kakak bukan hak kalian,kalian benar-benar keterlaluan." Rin membalas.
"Cukup sudah Ran,Rin! kalian benar-benar tidak berbakti,mulai sekarang kalian sudah bukan anakku lagi!" Pria tua membesarkan suaranya.
Tampak raut kesal dan marah berada di wajah dan hati Rin serta Ran.
"Baik...baiklah jika itu mau kalian,mulai sekarang Aku tidak akan memanggilku Ayah lagi!" Ran melawan.
"Aku juga tidak akan!."
Pertengkaran keluarga itu terjadi dan disaksikan oleh seluruh penduduk kota disaat itu.
"Dan kalian pada penduduk,pajak kalian bulan depan kunaikkan,inilah akibatnya jika kau berurusan denganku!" Wanita tua gemuk itu berkata lagi.
"Haah,bagaimana kita akan makan?"
"Sekarang apa yg harus kita lakukan,kita akan mati jika begini."
"Apa yg harus kita lakukan?" penduduk kota mulai cemas.
"Hei wanita Tua." kataku memanggil.
"Apa kau protes pria miskin?hahaha." Wanita tua itu tertawa.
"Haha,kau tidak sanggup untuk membayar harga kota ini anak muda." pria tua itu ikut sombong.
"Katakan saja berapa yang harus kubayar?" Kataku lagi.
"Cukup 1 platinum saja,sebentar lagi penduduk di kota ini akan mati,tidak ada gunanya bagiku hahaha." Wanita tua itu menyombongkan diri lagi.
" 1 platinum saja?apakah itu cukup bagimu?kenapa tidak lebih?." kataku
Lalu Aku mengeluarkan 6 platinum hingga semua orang terkejut kecuali Aku,Ryuko dan Kyouko.
"Ini 5 platinum dan jangan ganggu penduduk disini lagi." kataku lagi sambil melempar 5 platinum itu ke arah wanita tua itu."
"Bocah,bagaimana bisa?kita lihat saja seberapa lama lagi kau bisa menyombongkan dirimu." kata wanita itu sambil menunjukku lalu memungut platinum platinum itu dan pergi.
"Apa dia Raja Kota yg baru?"
"Apa dia akan lebih buruk dari pada wanita tua itu?"
"Bagaimana sekarang?"
"Semuanyaa,dengarkan Aku!" kataku memberi perintah kepada seluruh penduduk.
"Sekarang Aku adalah Raja kalian,Aku ingin membuat kota yang kumuh ini menjadi lebih mewah,kalian sudah bebas dan silakan pergi jika kalian mau Aku tidak akan melarang kalian,Pajak dikota ini akan ku hapus dan tidak ada pajak sedikitpun,juga kalian harus bekerja untukku memperbaiki kota inu maka kalian akan mendapatkan makanan." jelas diriku hingga membuat penduduk kota kebingungan.
__ADS_1
"Apa benar jika kita bekerja akan mendapat makanan?" kata salah seorang penduduk kepadaku."
"Tentu,Aku tidak akan mengingkari janjiku!."
Kemudian raut wajah para penduduk seperti sedang melihat harapan.
"Yang Mulia,mulai sekarang kami akan menjadi pendudukmu dan mengikutiku sampai akhir hayat kami." kata para penduduk bersamaan dan sembari bersujud.
"Baiklah,mulai saat ini kuresmikan bahwa kota ini akan dinamakan kota Theresa." Kataku.
Pada malam itu seluruh rakyat bersorak hidup namaku dan Aku menyuruh mereka untuk beristirahat untuk bekerja besok.
"Hakuya,terima kasih sudah membebaskan mereka,juga terima kasih karena telah menolongku." Ran berkata.
"Tidak masalah,Aku ingin membangun kota ini bersamamu,karena kalian telah diusir,bagaimana jika kalian tinggal disini bersamaku?"
Ran,Rin dan Hinna terdiam beberapa saat dan saling melihat satu sama lain.
"Be...benarkah Hakuya?"
Rin bertanya.
"Aku menghargainya saudaraku,tapi kami adalah orang luar." Ran berkata.
"Itu benar,kami juga bisa mencari tempat tinggal sendiri." Hinna menambahkan.
"Tidak apa-apa,bahkan sekarang Aku ingin kalian disisi ku,kumohon,tinggalah denganku." Kataku.
Mereka mulai melihat satu sama lain lagi lalu melihatku dengan tersenyum.
"Baiklah saudaraku,kami terima keputusanmu,kami juga bersumpah setia kepadamu,Yang Mulia Hakuya." Mereka menunduk.
"Jangan terlalu formal,bersikaplah seperti biasanya." Kataku sambil mengangkat kembali mereka bertiga.
"Kalian pergilah beristirahat,Aku akan kembali kerumahku dulu,Aku ingin memberitahukan kepada seluruh keluargaku,oh ya Rin dan Hinna,bawa Ryuko dan Kyouko lalu tidur kan mereka."
"Serahkan saja pada kami." Rin dan Hinna bersama.
Aku lalu kembali dengan portalku dan menuju ke mansion.
"Alarick!" Kataku memanggil Alarick."
"Ya Tuan,selamat da,Orion?" Kata Alarick
"Alarick,apa kabar kawan." Balas Orion.
"Kabarku baik,Aku sudah lama tidak bertemu denganmu,kita akan mengobrol saat Tuan selesai memberi perintah,ada apa Tuan."
"Orion,Alarick,bangunkan semua orang dan minta mereka menunggu di ruang bawah."
Saat itu tengah malam,Aku membangunkan mereka semua termasuk pelayan-pelayanku dan berkumpul di ruang utama.
__ADS_1