
"Hei gadis-gadis yang cantik,ayo ikut dengan kami,dijamin kalian akan senang Bhahahahaha....."
Pria besar yang ditengah berkata sambil tertawa bersama kedua temannya sembari berjalan dimeja kami,Ryuu dan lainnya tidak khawatir dengan itu,Ryuko dan Kyouko mengobrol satu sama lain,mereka sangat tenang menghadapi situasi seperti ini
"Haha sini tanganmu gadis kecil,ayo kita bermain hahaha...."
"Apa-apaan orang ini?tidak sopan sekali"
"Cih dasar gadis kurang ajar,akan kuajari kau menjadi gadis yang baik...swooosshh.."
"Set...pak...sepertinya Aku yang harus memegang tanganmu sebelum kau memegang tangan gadisku"
"Heii sialan,apa ini le...lepaskan jika tidak...."
"Jika tidak?kau ingin temanmu mengeroyokku?haha trik pengecutmu itu tidak mempan kepadaku....bletaaakkkkk......."
Aku mencengkeram tangannya yang ingin menyentuh Ryuu hingga terdengar suara sesuatu yang patah
"Arrrggghhh...ughhh apa apaan orang ini,tanganku tanganku patah,orang ini berbahaya,Ayo kita pergi kita pergii!.....Tap...tap...tap...tap"
Dia lari bersama temannya,orang-orang tertawa sambil memuji kearahku dan Aku hanya senyum untuk meresponnya
"Hakuya hebat,Ryuko ingin menjadi kuat seperti Hakuya"
"Ryuko juga hebat,bisa tenang dalam situasi seperti ini"
"Ha...Hakuya?bagaimana bisa tangannya patah dengan cengramanmu?"
"Heeh entahlah,yang jelas Aku harus melindungi enam gadis yang kucintai"
"Emm...Hakuyaa....Anu..."
Angela lalu menunduk dengan wajah memerah hingga kami semua terfokus padanya
"Ada apa Angela?wajahmu memerah begitu?"
"Ya Angela,katakan saja Apa yang ingin kau katakan"
"Ryuu?Anu...begini"
"Kenapa Angela?...."
"Hakuya....Anu....Apa...apa Hakuya mencintai Angela?...."
"Ehh?Tentu saja Aku mencintaimu sama seperti mereka,kita adalah keluarga mulai sekarang"
"Itu benar Angela...Ryuu,Alizia,Ayane,Neptune,Hakuya dan Aku,kita adalah keluarga"
"Aliza...Angela senang sekali,terima kasih semuanya"
"Ya dari pada itu makanan kita sudah sampai"
Miss Karina dan beberapa pelayannya membawa makanan dan minuman yang kami pesan dan aroma makanan itu sangat menyengat dan kami tidak sabar untuk memakannya
"Ini semua pesananmu Hakuya,jika butuh sesuatu panggil saja Aku,baiklah nikmati makanan kalian"
"Terima kasih Miss Karina"
Miss Karina berbalik menuju ke dapurnya dan memasak kembali untuk beberapa pelanggan yang baru datang,sekarang didepan kami sudah ada makanan yang dipesan dan kami siap untuk memakannya
"Semuanya sudah siap?selamat makan..."
"Selamat Makan...."
Mereka semua kelihatan mencicipi makanannya,apalagi Ryuko yang sangat menyukai daging panggang
"Nyam....ini enak sekali,Aliza aku ingin mencoba sup kelincimu"
"silakan Ryuu,ambilah"
"Sup sayuran adalah yang terbaik"
"Ayane,boleh Angela mencoba sup sayurmu"
"Ambil saja,ini sangat enak loh"
Semuanya sangat menikmati makanan mereka,Aku senang hari ini bisa makan bersama
"Hakuya....aaaaaa...."
"Aaaaaa....nyam...ini enak Ryuko"
"Heemmm....benarkah"
"Heem....sangat enak"
"Hakuya...aaaaaaaa"
"Aaaaaa.....nyam..ikan bakarnya enak Kyouko"
"Hehee..benarkah"
"Heem...nikmati makanan kalian ya"
"Baaiiiikkk....."
Di Ruang Tamu Mansion
Kami semua sudah pulang dari penginapan,kurasa mereka butuh istirahat
__ADS_1
Ryuko dan Kyouko sudah tertidur dan sekarang sedang kugendong dikedua tanganku,mereka sangat imut dan karena tubuh mereka kecil Aku jadi mudah mengangkat mereka
"Haahh...kenyang sekali,sekarang sudah jam 20:30,Aku akan menemani anak-anak untuk tidur,kalian mau kemana"
"Kami berenam akan tidur dikamar,karena kami tidur bersama,Ayo semuanya,selamat malam Hakuya"
"Selamat malam Aliza"
"Selamat tidur Hakuya"
"Selamat tidur juga Alizia"
"Sampai besok Hakuya"
"Ya Ryuu,tidurlah yang nyenyak"
"Master,selamat malam"
"Selamat malam Ayane"
"Jangan tidur terlalu malam atau Neptune akan mengkhawatirkanmu Hakuya"
"Tenang saja,Aku selalu menjaga kesehatanku demi melindungi kalian,selamat malam"
"Se...selamat malam...Hakuya"
"Puk....selamat malam,Angela"
"Haah....Heem"
Angela tersenyum saat Aku meletakkan tanganku di kepalanya,mereka semua menaiki tangga menuju kekamar besar mereka yang telah mereka siapkan sendiri dengan wajah yang setengah mengantuk,Aku juga mengantuk saat ini...
Aku membawa Ryuko dan Kyouko ke kamar ku dan melihat mereka tidur sambil menyebut namaku,selamat malam semuanya...
"Hoaahhhmm...sudah pagi kah"
Aku bangun dari tidurku dan duduk diranjangku sambil melihat kedua gadis kecilku,mereka sangat imut sampai aku tak tega membangunkan mereka
Tok...tok...tok....
"Hakuya?kau sudah bangun?"
"Oh Aliza kah?Aku sudah bangun,ada apa?"
"Yang Mulia Raja dan Ratu berada disini,mereka ingin bertemu denganmu"
"Eh?baiklah sebentar,Aku akan bersiap-siap"
"Baiklah,kami semua menunggu dibawah"
Aliza turun dan kurasa dia menuju keruang tamu,Aku bersiap-siap dan keluar dari kamarku untuk pergi kebawah,mereka semua pasti menungguku
"Senang melihat kalian lagi Ayah,Ibu...."
"Hakuya,Ibu senang melihatmu"
"Haha Aku juga dan kau tampaknya mendapat seorang gadis lagi yah haha"
"Begitulah Ayah,oh sudah ada teh disini
Asuka...tolong bangunkan Ryuko dan Kyouko lalu bersihkan tubuh mereka"
"Baik Tuan Hakuya...."
Asuka berbalik lalu berjalan menaiki tangga dan pergi kekamar ku untuk memandikan Ryuko dan Kyouko,lalu kami semua melanjutkan pembicaraan dengan Ayah
"Ada apa kedatangan Ayah dan Ibu kesini?"
"Sebenarnya kedatangan kami kesini untuk memberi tahu kalau satu-satunya gunung yang berada di Verdant ini telah aktif dan sepertinya akan meletus"
"Ya Hakuya,lebih baik kita semua mengevakuasi penduduk secepatnya,jika tidak dampaknya akan semakin besar"
"Tunggu Ibu,Ayah,gunung itu sangat tinggi bukan?itu adalah gunung tempat Aku menemukan Ryuko ayah,sejauh perkiraanku tidak ada magma disana,bagaimana bisa keluar lava tanpa cairan magma dibawahnya?"
"Eh?apakah itu benar?atau Aku hanya salah berita..."
"Ayah mendapatkan berita itu dari siapa?"
"Seorang petualang yang melaporkan bahwa dia berada disana dan bilang kalau keluar asap dari gunung itu dimalam hari"
Aku terdiam dan berpikir sejenak untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi,Aku ingin membantu dan menyelesaikan ini secepatnya
"Tunggu Ayah,siapa orang yang melaporkan hal itu?"
"Seorang pria seumuranmu yang bilang begitu,dia ada didepan rumahmu karena dia takut ingin masuk"
"Sebentar Ayah....Ayane sini telingamu"
"Hah?oh baik Master...."
Aku mendekatkan mulutku ke telinga Ayane dan membisikkan sesuatu secara rahasia,juga Aku membisikkan hal yang sama melalui telepati ke Alarick
"Baik Master.....wooossshh"
"Segera Tuan.....Tap...tap...tap..."
Alarick keluar dan berlari juga Ayane melakukan sesuatu yang kuperintahkan
"Ada Apa Hakuya?kau membisikkan apa ke Ayane?"
__ADS_1
"Bukan apa-apa Aliza"
"Apa yang Hakuya bisikkan?jangan menyembunyikan sesuatu kepada Ryuu"
"Tidak tidak,bukan apa-apa...baiklah Gero suruh pria itu masuk kedalam"
"Baik Tuan Hakuya...."
Gero keluar dan memanggil kan pria misterius itu lalu kami menunggu pria itu datang dan saat dia datang,Aku merasakan sesuatu yang aneh
"Salam kenal,kau pasti Hakuya kan?Aku Rave
seorang petualang yang memberikan informasi itu,Aku tak masalah saat kau tidak mempercayainya"
Seorang pria yang tampak setahun lebih tua dariku dengan pakaian rakyat biasa dan sebuah pedang di belakangnya,rambut cokelat dan mata hitam serta memakai topi yang menutupi kepalanya
"Ya...baiklah jika informasi yang kau katakan itu benar,Ayo kita mendaki ke atas gunung itu"
"Baiklah jika itu keinginanmu,namun Aku menyarankan Yang Mulia untuk menampung para penduduk di istana dan kami akan pergi melihat ke atas gunung itu"
"Baiklah,ayo putri-putriku sekalian
kalian juga harus terlindung di istana,ayo kita pergi"
"Tapi,Ayah....bagaimana dengan Hakuya"
"Ryuu...tenanglah,Aku akan baik-baik saja,Aku akan segera kembali"
"Jangan sampai kau tidak kembali,jika tidak kau akan ku hajar bersama adikku dan lara tunanganmu disini"
"Itu benar,awas saja kalau Hakuya tidak kembali"
"Tenanglah kalian berdua,kita akan segera berkumpul bersama lagi"
"Hati-hati Hakuya,cepatlah kembali jika tidak Aku akan mengkhawatirkanmu"
"puk.....tenang saja Neptune,Aku akan segera kembali dan kita semua akan berkumpul lagi,tenang saja"
"Anu...heemm...."
"Puk....ada apa?tidak ingin mengucapkan berhati-hatilah untukku?Angela?"
"Bu..bukan begitu...ber...berhati-hatilah..."
"Heem,tenang saja Aku akan segera kembali"
Saat ingin memasuki portal,Aku melihat dua gadis kecil kesayanganku berlari kearahku dan mereka memanggil namaku
"Hakuya...tap..tap..tap..Hakuyaa...Hakuyaaa"
"Heehh,hampir lupa dengan kedua gadis kecilku,jadi anak yang baik oke?"
"Baiklah,Hakuya ingin pergi?Ryuko akan menunggu Hakuya"
"Kyouko juga akan menunggu Hakuya,cepatlah pulang"
"Puk....kalian berdua anak yang baik,tenang saja...Hakuya akan segera pulang
"Heem...Hati-hatii Hakuyaaa" Mereka berdua bersamaan dan kami lalu memasuki portal yang menuju langsung ke kaki gunung yaitu di gua tempat Aku menemukan Ryuko
"Wah hebat sekali sihirmu ini Hakuya,bagaimana kau mempelajarinya"
"Tidak ada yang spesial,Ayo kita mulai mendaki,gunung ini lumays tinggi,membutuhkan waktu dua jam untuk mendaki"
"Baiklah Ayo...."
Lalu kami mulai mendaki dan melewati pohon-pohon untuk sampai kepuncak,lebih sulit dari yang kukira,lagi-lagi perasaan seperti tanda bahaya menghampiriku,mungkin hanya perasaanku saja Aku melewatkannya,dua jam mendaki akhirnya kami sampai kepuncak dan disana memang ada lubang untuk keluarnya lahar dari gunung,tapi ini tidak ada sama sekali
"Hei Rave,kau bilang disini keluar asap dan ada lavanya,kenapa ini tidak ada sama sekali?"
"Entahlah ini sangat aneh sekali,Aku tidak tau apa yang terjadi,aku sangat lelah"
"Baiklah istirahat lah dulu,Aku akan mengelilingi gunung ini dulu"
Aku lalu mengelilingi puncak gunung itu dan tidak merasakan panas apapun,tapi disini sangat tinggi,seseorang yang jatuh dibawah sini pasti akan pasti
Aku berdiri ditepian gunung dan memerhatikan sekitar dan Aku lengah,Aku didorong dan tanganku reflek memegang tepian gunung
"Brakk....Haaaahhh....tunggu kenapa kau mendorongku Rave?cepat tarik Aku"
"Hahahaha dasar bodoh,Aku kesini ingin membunuhmu,kau mengambil gadis kesayanganku,kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku hah saat tahu dia adalah tunanganmu,kau akan mati disini Hakuya Hahahah...."
"Tunggu dulu,siapa yang kau maksud hah?"
"Siapa?tentu saja Neptune,kau belum tahu asalku?Hahaha"
Dia membuka topi yang menutupi kepalanya,lalu tertawa dengan wajah menyeramkan dan bodohnya itu,Aku aka memukulmu nanti
"Kau...kau...sirip itu...kau dari Ocean"
"Ya haha Aku dari sana,Neptune adalah teman masa kecilku dan dia adalah gadis yang kucintai,dan...kau...kau...kau MEREBUTNYA DARIKUU SIALANN!!!"
"Aku akan kembali dan memukulmu!!"
"Diam kau...mati saja...Prasssss...."
"AAAAAA......!!!!!!!!"
"HAHAHAHAH!!!...MATI SAJA KAU HAKUYA SIALAN HAHAHAH!.....
__ADS_1