Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 16


__ADS_3

"Heaven Wolf?serigala dewa Apa maksudmu Hakuya?"


"Anda benar Tuan,saya adalah Heaven Wolf dan ini saatnya saya keluar dari pedang itu dan melayani anda Tuanku"


"Hah Tuanku?nanti saja kau jelaskan,ayo kita bunuh Hydra ini dulu"


"Tidak perlu tuan,Aku sendiri akan memakannya,Roaaarrr........"


Aku dan Adelio terkejut melihat serigala besar berwarna biru sama seperti pakaian yang aku kenakan dan juga memiliki tanduk di keningnya,dia mengunyah Hydra iti tanpa menyisakan tulangnya,Hydra itu tampak kesakitan


"Hei apa kau tidak apa-apa?darah hydra itu kan beracun,Aku khawatir kau terkena efek racunnya"


"Tuan memang baik hati,tapi aku tidak apa-apa Tuan,tubuhku bisa menetralkan segala jenis racun,hanya racun Hydra yang bisa membuatku bangkit kembali Tuan"


"Heeh begitu yah,syukurlah jika kau baik-baik saja dan kenapa kau bisa keluar dari pedangku?"


"Hakuyaaa.....Hakuyaaa..."


Adelio berlari kearahku dan menghampiriku dengan waja kebingungannya itu


"Adelio?kau tidak apa-apa?"


"Ya aku tidak apa-apa,binatang sebesar ini keluar dari pedangmu,apa dia peliharaanmu"


"Oh dia-


"Aku peliharaan Tuan Hakuya,oh ya Tuan Aku belum memperkenalkan diriku,Namaku adalah Alarick Tuan,pemimpin dari semua serigala.....alasan ku berada dipedang itu karena dua ratus tahun yang lalu,Tempat tinggalku dan semua rakyatku diserang pada malam hari oleh sekumpulan orang-orang yang sangat kuat,jumlah mereka melebihi jumlah kami,dikarenakan perang mendadak semua dari kami mati kecuali diriku,saat-saat terakhir Aku terluka parah saat mengeluarkan kekuatan terakhirku karena mereka sudah menghancurkan tempat tinggalku dan membunuh orang-orangku,Aku kemudian meninggalkan tempatku yang hancur dengan fisik yang lemah dan banya luka ditubuhku,Aku terus berjalan dari malak itu hingga kefajar Aku mulai masuk kehutan dan mengira bahwa hidupku tidak akan selamat lagi tapi beruntunglah masih ada jalan,saat itu Aku melihat sebuah pedang yang tertancap di atas batu didepan gua,di dalam pedang itu Aku melihat langit yang bisa membuatku pulih kembali tapi dalam waktu yang lama,saat-saat aku terbangun Aku melihat kau Tuan,kau sangat kuat dan hebat Aku senang ketika menjadi bagian darimu tapi tenaga ku masih tidak stabil dan saat ini Aku baru bisa keluar,maaf mengejutkanku Tuan Hakuya"


Serigala itu kemudian duduk menatap wajahku


"Waah kisahmu menarik sekali Alarick,tapi kau juga hebat bisa memakan Hydra itu tanpa membahayakan dirimu"


"Terima kasih pujianmu Tuan,Aku senang"


"Hakuya,dia bilang dia peliharaanmu,bagaimana kau membawanya pulang?dia sangat besar sekali"


"Hmm kau benar Adelio,karena masalah disini sudah selesai,aku juga tidak tega membiarkan Alarick sendirian disini"


"Soal itu tenang saja Tuan........"


Alarick kemudian menunduk dan tiba-tiba menjadi serigala kecil dan suaranya pun berubah menjadi lebih seperti anak-anak


"Dengan begini apa tidak masalah jika Aku tetap disampingmu Tuan,jika disampingku Aku mengganggumu makan Aku akan kembali ke pedang dan hanya akan keluar jika kau membutuhkanku"


"Tidak masalah,dengan kau yang sekecil itu tidak akan masalah membawamu pulang tapi untuk sementara masuklah kepedangku sebentar,Aku ingin mengaggetkan lima gadis yang spesial bagiku"


"Haha Aku tau maksudmu Tuan Hakuya"


"Hahahahahahahahah..... "


"Ketawa apa kalian itu?ke...kenapa seram sekali....dan raut wajah kalian juga seram hihi......"


Kami kembali menggunakan portal dan kulihat Asap dari darah Hydra perlahan mengilang saat keluar dari gua,Aku masuk ke istana bersama Adelio dan melaporkan apa yang terjadi


"Yang Mulia,kami sudah mengatasi apa yang terjadi di dalam gua itu dan penyebabnya adalah Hydra"


"Hydra?apa itu benar yang dikatakan Hakuya Adelio?"


"Benar Ayah,Hakuya bilang Hydra itu sedang terluka dan darahnya mengalir keluar,karena darah itu sangat beracun hingga keluar dari gua,menyebar ke kota dan membuat penduduk menjadi sakit,sekarang sudah aman karena peliharaan Hakuya yang memakannya"


"Peliharaan?Hakuya....."


Yang Mulia lalu menatapku dengan bingung


"Haha tidak ada masalah Yang Mulia"


"Baguslah,Aku mengucapkan terima kasih pada kalia berdua dan Hakuya,kau dan rekanmu adalah tamu penting diistana ini,jadi nikmatilah yang ada disini dulu dan pergilah ke pesta pertunangan putraku besok malam,jangan lupa mengundang Yang Mulia Raja Dan Ratu Hestia dengan portalmu"


"Baiklah terima kasih Yang Mulia,ngomong-ngomong dimana mereka berlima?"


"Oh mereka berada di belakang istana,disana ada banyak bunga-bunga,gadis-gadis itu tentu menyukainya"


"Baiklah Aku akan pergi kebelakang dulu Yang Mulia"


"Tunggu apa kau tidak tersesat?kau kan tidak tau dimana pintu istana ini"


"Tenang saja Yang Mulia,Aku tidak akan tersesat"


"Baiklah jika kau bilang begitu,oh ya Adelio,ibumu menunggu di kamarnya"


"Ehh ibu sudah pulang?baiklah Ayah,Hakuya Aku akan menemui Ibu dulu,sampai nanti"


"Ya sampai nanti,Yang Mulia Aku juga akan pergi menemui rekanku,sampai nanti Yang Mulia"


"Jangan tersesat....."


Aku lalu pergi menuju ke halaman belakang istana untuk melihat lima gadis yang kucintai,Aku tidak akan tersesat karena bantuan dari peta ponselku


"Ehh....Hakuya sudah kembali"


"Hakuya....Kau sudah kembali"


"Hai Ryuu,Alizia dimana mereka bertiga?"


"Oh mereka ada disana,jadi bagaimana masalahnya?apa sudah diatasi"


"Sudah Ryuu dan Aku membawa sesuatu yang imut disini"


"Sesuatu apa Hakuya?jangan bikin Aku dan Ryuu penasaran"


"Baiklah,jika begitu....keluarlah Alarick"


Pedangku kembali bercahaya dan Alarick keluar dari pedangku dan mendarat ketanah


"Tuan,Apa Aku sudah boleh berada disisimu sepanjang waktu?"


"Tentu saja,Ryuu Alizia bagaimana menurut kalian"


"Se....serigala kecil ini Pluk....i...imutt sekalii,Ryuu menyukainya" Ryuu tiba-tiba mengangkat dan memeluk Alarick


"Tu...Tuan tolong Aku,Aku....."


"Wahhh Ryuu benar ini imut sekali,semuanyaa ayo lihat kesini"


Aliza,Ayane dan Neptune melihat ke arah kami dan langsung berlari


"Tap....tap....Hakuya kau sudah kembali?"


"Master kau baik-baik saja,syukurlah"


"Aku khawatir padamu Hakuya"


"Aliza,Ryuu,Neptune,kalian tidak usah khawatir,Aku akan baik-baik saja dan dari pada itu coba lihat serigala kecil ini?"


Mereka lalu melihat arah jari telunjukku yang mengarah ke Alarick yang sedang diangkat dengan tangan Ryuu


"Woaaahh ini imut sekalii....Pluk...kau dapat dari mana Hakuya"

__ADS_1


"Master....pluk....ini sangat imutt Aku tidak tahan"


"Hakuya dia sangat....pluk....sangat imutt sekalii"


"Tuan....To...tolong akuuu....auuuuu....


Dan mereka berlima mulai merebut Alarick hingga membuatnya pusing,setelah keadaan kembali normal,Aku menceritakan bagaimana bisa Aku bertemu Alarick


"Salam kenal,Aku Alarick hewan surga peliharaan Tuan Hakuya"


"Heeh,jadi yang membuat pedangmu bercahaya kemarin itu Alarick Hakuya?"


"Waah dia hebat sekali kan kakak,bisa menjadi besar dan kecil lalu memakan monster"


"Ryuu tidak tahu kalau Hakuya memiliki kartu AS,benar-benar hebat"


"Master,Aku semakin mengaggumimu dan mencintaimu"


"Woaah Hakuya,serigala ini juga bisa bicara"


"Baiklah Alarick,mereka adalah Ryuu,Aliza,Alizia,Ayane dan Neptune,mereka adalah lima gadis yang kucintai,jadi tolong lindungi mereka saat Aku tidak ada oke"


"Baik Tuanku,semuanya mohon Bantuannya"


"Mohon bantuannya juga Alarickk....."


Aku mengeluarkan ponselku dan melihat waktu sudah jam sore


"Keadaan kota sudah semakin membaik dan Aku sudah janji membawa anak-anak untuk ikut jalan-jalan dikota Ascerdant"


"Wah mereka pasti menyukainya"


"Itu sudah pasti Ryuu,kita akan mengelolohi kota ini bersama"


"Aku dan Alizia ingin melihat makanan dikota ini"


"Aku juga ingin melihatnya,mungkin tidak kalah dengan makanan di Aqua"


"Master,Aku ingin melihat senjata,mungkin ada yang bagus untukku,senjataku sudah tidak tajam lagi"


"Baiklah,kita akan membeli yang sesuai dengan seleramu Ayane"


"Hakuya,Aku ingin melihat pemandangan kota"


"Kita akan melihatnya bersama-sama Neptune,Alarick ingat untuk menjaga merek berlima,karena mereka sangat berarti bagiku"


"Serahkan padaku Tuan Hakuya,Aku tidak akan mengampuni orang yang ingin menyakiti lima kekasihmu"


"Terima Kasih Alarick,semuanya Ayo kita kembali....tunggu kenapa wajah kalian malu begitu?"


"Ryuu,Ryuu senang sekali saat bilang kami berarti bagi Hakuya,Ryuu mencintai Hakuya karena itu,Ryuu...Ryuu..."


Aku tersenyum dan mengelus kepala Ryuu,sangat membuatku tenang


"Bodoh,karena kalian berlima adalah milikku,Aku dan Alarick akan melindungi kalian apapun yang terjadi,karena itu teruslah bersamaku"


"Hakuya......Heem,Baiiiikkkk"


"Terima kasih Hakuya,Aku juga senang kalau kau menganggap kami seperti itu"


"Ya ampun jangan berterima kasih,Aku memang mencintai kalian sama rata,jangan berterima kasih padaku"


"Hakuya....bodoh...kau membuatku malu" Aliza dengan senyumnya itu"


"Kami berlima akan selalu bersamamu Hakuya,susah dan senang"


"Master,Aku bahagia bisa bertemu denganmu,untuk kedepannya tolong bimbing Aku untuk menjadi gadis yang bisa kau Andalkan"


"Dengan adanya dirimu sudah cukup buatku Ayane"


"Master.......,Aku mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu Ayane"


"Walaupun Aku berusia dua belas tahun,tidak masalah kan jika mencintai yang lebih tua dariku,Hakuya Aku akan selalu menjadi milikmu"


"Aku juga akan terus menjadi milikmu Neptune,tetaplah bersamaku yah"


"Hakuya....,Heem" Neptune lalu tersenyum dan membuatku tersenyum bersama semuanya,kalian memang benar-benar berarti bagiku


 Malam Jam 18:30 


"Heeh kamar ini begitu luas sekali,kalian ingin tidur bersama malam ini?"


Aku dan Alarick sedang berada dikamar yang besar bersama mereka berlima,mereka sedang duduk bercerita dilantai sedangkan Aku sedang duduk di ranjang yang tak jauh dari mereka


"Ya Hakuya,Ryuu senang jika tidur bersama...Apa Hakuya ingin ikut?"


"Ehh?Apa....apa boleh?"


"Menurutmu?Apa kau tidak mau tidur bersama kami Hakuya"


"Eehh,bu....bu...bukan begitu,Alarick bantu Aku"


"Aku tidak bisa nembantu Tuan,soal wanita Aku bukan Ahlinya"


"Ya ampun yang benar saja"


Tok...tok....tok...


"Maaf mengganggu anda Tuan Hakuya dan nona-nona,Yang Mulia menyuruh Anda turun untuk makan malam"


"Baiklah,kami akan turun kebawah"


"Baik Tuan,saya permisi"


Ternyata hanya seorang pelayan istana ini yang menyuruh kami kebawah untuk makan bersama Yang Mulia


"Baiklah ayo kita semua turun,Aku juga sangat lapar"


"Kau turunlah duluan Hakuya,kami akan menyusul nanti"


"Baiklah,cepat menyusul yah,ayo Alarick kita pergi"


"Baik Tuan"


Aku lalu keluar dari kamar dan langsung menuju kebawah untuk makan malam,tetapi sebelum itu....


"Hakuya?disini kau rupanya,ayah menyuruhku menunggu disini untuk membawamu ke ruang makan"


"Ohh Adelio,baiklah jika begitu tapi tunggu sebentar...."PORTAL"......."


Dari portal keluarlah empat anak kecil yang memakai pakaian yang indah


"Hakuya Hakuya Ryuko merindukan Hakuya"


"Kyouko juga merindukan Hakuya,jalan-jalannya jadi kan?"

__ADS_1


"Tentu saja Ryuko,Kyouko,bersikap baiklah disini yah"


"Baiiiikkkkk Hakuyaa....."


"Hakuya dimana Kakak Ryuu?"


"Dimana Kak Neptune?"


"Mereka sedang bersiap-siap,tunggu saja mereka akan datang sebentar lagi"


"Hakuya,siapa anak-anak ini dan kenapa yang itu memiliki tanduk naga?"


Adelio terus menatap mereka dengan bingung dan Aku harus menjelaskannya


"Adelio,ini adalah Ryuko,dia adalah naga Shinobu,dia sudah seperti anakku sendiri"


"Naga shinobu?wah naga kuno yang menghilang ratusan tahun yang lalu"


"Ya itu benar dan ini adalah Kyouko,dia juga sudah seperti anakku juga,anak laki-laki disana itu pangeran Rugo dan adik laki-laki Ryuu,disamping Rugo adalah Rae,adik Neptune"


"Heeh begitu yah,anak-anak semoga kalian nyaman disini"


"Terima kasih......" senyum anak-anak


"Hakuya,kami sudah selesai,eh kenapa adik Ryuu ada disini?"


"Kakak......pluk....Rugo merindukan kakak"


"Kakak juga merindukan Rugo"


"Ehh Rae juga?"


"Kak Neptune,Rae senang melihat kakak"


"Ya ampun adik kecilku...pluk"


"Setelah makan ayo kita jalan-jalan"


"Ide yang bagus Tuan...."


"Heeh?Hakuya siapa itu yang bicara?apa ada anak lain disini?Ryuko ingin berteman dengannya"


"Oh dia ada disini Ryuko"


Aku lalu mengambil Alarick yang sedari tadi menggantung dikerah bajuku


"Wahh serigala kecil,imut sekali...Ryuko menyukainya"


"Ini imut sekali,Kyouko sangat menyukainya"


"Wah serigala,keren sekali,kakak Ryuu lihat"


"Kakak,serigalanya lucu sekali"


Mereka berempat mengelus Alarick yant sedang duduk dilantai,Alarick begitu menikmatinya


"Alarick,tolong jaga mereka berempat yah"


"Baik Tuanku"


"Ayo Hakuya,Ayo semuanya kita ke ruang makan,kalian pasti sangat lapar kan"


"Baiklah Adelio,ayo semuanya"


Kami kemudian pergi keruang makan dan makan bersama Yang Mulia Raja dan Ratu dan juga bercerita tentang hidupku serta awal pertemuanku dengan Ryuko dan Kyouko,setelah makan kami izin untuk keluar istana dan melihat-lihat toko sembari jalan-jalan dimalam Hari,suasana Kota sangat ramai sekali


"Wahh disini sangat ramai dan Ryuu masih bingung makanan apa yang enak disini"


"Kita akan membeli banyak untuk dimakan bersama-sama,lagipula waktu kita sangat banyak"


"Baik Hakuya,itu sangat menyenangkan kalau bersama Hakuya dan semuanya"


"Baguslah jika Ryuu menyukainya,Oh ya besok pertunangan pangeran Adelio kalian siap?"


"Tenang saja,kau tidak usah khawatir,Aku dan Alizia sudah berlatih berdansa dengan baik"


"Heeh Aliza,Alizia hebat sekali,tapi Aku tidak bisa berdansa,sepertinya itu bukan gayaku"


"Tenanglah Ayane,Aku,Alizia,Ryuu dan Neptune bisa mengajarimu"


"Terima kasih banyak semuanya,kalian memang sahabat,tidak kalian adalah keluargaku,Aku sayang kalian"


"Huuuhh....pluk...Ayane manis sekalii Aku tidak bisa berhenti memeluknya"


"Sesakk....sesakk dadamu terlalu besar...."


"Tuan maaf mengganggumu tapi ada yang sedang mengawasi kita"


"Mengawasi kita?Apa maksudmu Alarick?"


"Nona Ryuu,ada tiga orang yang tak dikenal sedang memata-mataimu Tuan,mereka berada di atas Menara yang disana dan menggunakan jubah hitam dan penutup mulut,sepertinya dua perempuan satu laki-laki"


"Hmm baiklah,Ayane dan Alarick pergilah keatas menara itu dan cari tahu apa yang mereka butuhkan,jika mereka berniat mencelakai bunuh saja mereka"


"Baik Tuan......."


"Baik Master......Kami berangkat....Wooosshhh"


Alarick kemudian menjadi besar dan langsung berlari dari atap ke atap dengan Ayane di punggungnya dan melompat tanpa suara ke atas menara yang disebutkan oleh Alarick tadi


"Hakuya,apa semuanya akan baik-baik saja?Ryuu khawatir jika terjadi sesuatu kepada Ayane"


"Tenanglah Ryuu,Aku sudah memberi sebuah benda ke Ayane agar Aku tahu dimana dia dan langsung teleport kesana dan membantunya,jangan khawatir"


"Baiklah bila begitu,kita lanjutkan jalan-jalannya,jangan sampai mereka tahu kalau Ayane dan Alarick sedang kearah mereka"


"Baikk Hakuyaa"


Aku melanjutkan jalan-jalanku dan membawa anak-anak sembari menunggu informasi dari Ayane dan Alarick


 Disuatu Menara 


"Kemana Hakuya dan rekan-rekannya pergi"


Aaaauuuuuuuu.......


"A...ada yang tahu keberadaan kita"


"Bruukk.....Hei kalian bertiga yang disana,kalian memata-matai kami dari tadi,Aku diperintahkan Masterku Hakuya untuk mendapatkan informasi dari kalian,jika kalian berniat membunuh atau mencelakai,kalian akan dimakan duluan oleh serigala besar ini!cepat beritahukan apa tujuan kalian dan maksud kalian memata-matai kami"


"Gawat semuanya cepat kabur,kabur,gadis dan serigala itu sangat berbahaya ayo kabur"


"Tidak bisa disini ada penghalang,kita tidak bisa kabur"


"Penghalang ini dibuat olehku karena Tuanku membutuhkan informasi dari kalian,jadi Aku tidak bisa membiarkan kalian kabur,menyerahlah atau ingin kumakan bila kalian memberontak!"


"Ka...ka...kami....kami.......

__ADS_1


__ADS_2