
"Haha baiklah,tinggal sedikit lagi rencanaku akan selesai dan..dan Hakuya pasti sudah mati,tunggulah Neptune,kau akan kembali ketanganku...."
Di Istana
"Ayah...mereka berdua sudah pergi selama 3 jam,Ryuu khawatir dengan mereka berdua"
"Ayah juga khawatir dengan Hakuya,dia sangat bijaksana dan dia adalah pria yabg tepat untuk kalian berenam"
"Ayah...Ryuu akan menunggumu sebentar lagi"
"Oh ya dimana rekanmu yang lain Ryuu?"
"Mereka sedang bermain bersama Ryuko,Kyouko dan Rugo agar mereka tidak cemas dengan situasi sekarang"
"Hooh begitu?kalian berenam memang sangat pintar sekali,semua penduduk sudah dievakuasi dan dikumpulkan dihalaman istana,disini mereka akan aman dari bencana"
Tiba-tiba seseorang bertopi datang dengan wajah sedih dan berjalan dengan gugup kehadapan Yang Mulia dan sambil menunduk dia berkata
"Yang Mulia,maafkan saya karena tidak hati-hati,karena kesalahan saya Hakuya jatuh kelubang kawah gunung itu dan terbakar,saya benar-benar minta maaf"
Ryuu lalu terduduk dan tidak percaya dengan apa yang terjadi hingga dia mengeluarkan air mata dan berduka atas jawaban tersebut
"Ini..bo..bohongkan...Hakuya...Hakuya...hiks...tik..tik..Hakuya tidak mungkin mati kan..hiks..ini bohong kan"
"Apa?Hakuya...tidak mungkin,bagaimana bisa?"
Beberapa gadis turun dari lantai atas dengan heran melihat Ryuu yang sedang terduduk menangis meratapi apa yang sedang terjadi
"Ryuu...Ryuu...Apa yang terjadi?kenapa kau menangis?"
"Hiks....Aliza...semuanya,Hakuya telah...mati....Hiks...."
"Apa?Hakuya?bagaimana bisa?,Hakuya..."
"Kakak,apa itu benar?bo...hiks...bohongkan"
"Hakuya?Hiks...tidak mungkin...mustahil sekali,bagaimana bisa...Hakuya berjanji untuk kembali dan berkumpul bersama lagi kan...HAKUYAAA JANGAN TINGGALKAN KAMII!!!HIKSSS....."
"Apa ini,Hakuya mati?bohongkan?orang yang memberikan cintanya padaku?bagaimana bisa"
Rave hanya menatap para gadis itu dengan sedih,namun mata dan hatinya sangat puas dengan berita matinya Hakuya
"Yang Mulia,apa yang harus kita lakukan,Hakuya adalah pria yang mereka cintai"
"Menurut hukum kerajaan,jika seorang tunangan mati maka mereka harus kembali ketempat asal mereka,tapi Aku tidak tahan jika harus melihat putriku dan rekan-rekannya yang sudah kuanggap sebagai putriku sendiri,akan kehilangan pria yang mereka cintai,namun Aku harus membawa mereka pulang kerumah mereka masing-masing"
"Heh..maaf Yang Mulia itu tidak bisa..."
Pria itu lalu mengeluarkan semacam kalung berwarna biru dari dalam bajunya dan sekarang menggantung dilehernya,juga memakai cincin ungu dari dalam sakunya dan situasi aneh sedang terjadi
"Apa...apa yang kau lakukan?kenapa Aku tidak bisa bergerak?dimana Ayane?dia dimana saat keadaan buruk seperti ini"
"Ryuu juga tidak bisa bergerak,ada apa ini?"
"Tunggu,kalung itu adalah kalung pusaka es,kalung itu bisa membuat target yang dia inginkan membeku"
"Kakak benar,cincin yang dia gunakan dapat mengendalikan tubuh target yang ia tentukan dan dapat menghipnotis targetnya itu"
"Tunggu,Aku tidak bisa bergerak"
"Tunggu apa yang ingin kau lakukan?Apa rencanamu?"
"Huh?rencanaku?Apa kau tidak tahu siapa Aku putri Neptune?hahaha...."
Pria itu lalu menunduk dan mengarah ke Neptune lalu menyentuh dagunya,mengangkat dagu gadis itu keatas lalu melepas topinya
"Kau...Kak Rave?"
~Masa Lalu Rave Dan Neptune~
Rave adalah seorang anak yang hidup sendirian dirumah yang tidak jauh dari istana kerajaan Ocean
Neptune yang merupakan putri kerajaan ke 3 Ocean kadang bermain ke tempatnya yang penuh bunga dan kupu-kupu karena saat itu dia tak mempunyai teman,dia bertemu dengan Rave yang saat itu mengajaknya berteman walaupun usia mereka berbeda namun Rave yang sekarang masihlah enam belas tahun dan Neptune tiga belas Tahun,tetapi disaat itu Rave masih berumur 13 tahun jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Neptune yang saat itu masihlah sepuluh tahun
"Apa yang sedang Tuan putri lakukan disini?"
__ADS_1
"Haa?oh Aku senang melihat bunga-bunga yang indah itu,para kupu-kupu juga sangat menyukainya"
Rave menyapa Neptune yang sedang duduk dibawah pohon tak jauh dari rumahnya lalu duduk disamping Neptune
"Tuan putri,aku juga menyukai bunga-bunga,apa kau tidak memiliki teman?"
"Ya Aku tidak memiliki teman,Ayahku bilang kalau Aku harus berhati-hati dalam memilih teman jika tidak sesuatu yang buruk akan menimpaku,jadi Aku tidak ingin berteman dengan siapapun"
"Haah?jika begitu apa kau ingin menjadi temanku?Aku tidak akan membuat sesuatu yang buruk yang aka menimpamu"
"Kau...benarkan?janji yah,jari kelingkingmu?"
"Baik jari kelingking"
Sehari-hari tuan putri datang setiap sore mengunjungi temannya itu dan bermain dengannya,terkadang makan bersama dan piknik hanya dibawah pohon itu
hingga Rave memutuskan untuk pergi tanpa sebab
"Tuan putri ada hal yang harus Aku lakukan,jadi Aku harus pergi
kita akan bertemu lagi saat Aku disini oke"
"Baiklah,Aku akan merindukanmu dan kau juga jangan pergi terlalu lama yah,Rave"
Sejak saat itu Tuan putri terus duduk dibawah pohon itu dan memikirkan bagaimana cara agar Rave cepat kembali dan bermain dengannya lagi sebagai Teman
"Rave...kau sudah kembali?tapi kenapa kau seperti ini?"
"Kau tau,saat Aku kembali Aku ingin melamarmu tetapi kau sudah punya tunangan,kau tidak berpikir bagaimana sakitnya hatiku saatkau begitu"
"Tapi...Aku...Aku hanya menganggapmu temanku,tidak lebih dari itu"
"Cih...kurasa Aku harus memaksamu"
"Apa?....apa yang ingin kau lakukan?"
"Tentu saja menikahimu sekarang?"
Rave mengarahkan cincin ungu kearah Neptune dan sekelilingnya,lalu beberapa orang datang masuk ke istana dan langsung mengambilkan kursi dan karpet merah untuk melakukan acara pernikahan,tampaknya mereka juga sudah terhipnotis
"Baiklah Neptune,apa kau sekarang ingin menjadi istriku?"
Semua sudah terhipnotis dalam dan berada dalam kendali Rave,Hakuya telah mati
Ryuu,Aliza,Alizia,Angela dan bahkan sang Raja terhipnotis bersama beberapa penduduk yang sedang menyiapkan acara pernikahan disana,Ayane dan Alarick yang tak tahu kabar mereka dimana dan tampaknya situasi menjadi lebih gawat
"Tunggu kenapa Aku memakai gaun pengantin?Aku tidak ingin menikahinya,Aku hiks...hiks...aku membencimu Rave...kenapa kau jadi seperti ini?hiks...Hakuya...kau belum matikan?..."
Di tempat yang akan dijadikan acara pernikahan tepatnya di tempat singgasana sang Raja Hestia
"Semuanya sesuai rencanaku,tampaknya Aku benar-benar mendapatkan Neptune,dia akan segera menjadi milikku,semua sudah kuhipnotis dan Hakuya juga telah mati hahaha..."
Saat ini jam menunjukkan pukul 19:00
Semua persiapan acara pernikahan sudah selesai,Neptune akan segera menikah dalam kendali Rave,Ayane dan Alarick menghilang,anak-anak entah apa yang sedang mereka lakukan sekarang dan keempat gadis itu juga sedang bersiap menghadiri pernikahan,tidak ada yang bisa dilakukan Neptune karena dia sendiri sudah menjadi tidak berdaya untuk melawan
"Baiklah para hadirin,kita akan melangsungkan pernikahan antara Rave dan putri Neptune,kedua pengantin silakan naik keatas untuk melangsungkan pernikahan"
Pernikahan dilangsungkan dibawah kendali Rave yang sekarang sedang melangsungkan pernikahan
"Apa ini?tubuhku?kenapa aku menikah sekarang,tubuhku dikendalikan seperti ini
tidak ada yang bisa kulakukan,siapapun tolong Aku"
Di atas panggung pernikahan
"Kepada Rave,apakah bersedia untuk hidup bersama putri Neptune selamanya?"
"Saya bersedia"
"Putri Ocean ketiga,apakah anda bersedia untuk hidup bersama Rave untuk selamanya?"
"Aku....."apa ini?aku tidak ingin menikah"Aku...bersedia
"Apa?apa ini siapapun tolong Aku kumohon,dasar jahat kau Rave,pernikahan dalam kendalimu ini tidak resmi" "
__ADS_1
"Baiklah,sebagai tanda kesetiaan hubungan silakan kedua mempelai"
Rave menutup matanya untuk mencium bibir Neptune dan Neptune hanya bisa menerima paksaan itu
"Ayo kita hidup bahagia selamanya Neptune,Aku ingin memiliki anak darimu"
"Baik..."Apa...apa?Aku tidak ingin...Aku belum ingin,seseorang tolong Aku kumohon siapapun"
Neptune menutup matanya karena tak sanggup melihat apa yang terjadi,tetapi
"Neptune...Neptune buka matamu"
"Nona Neptune,ini kami bukalah matamu"
Suara Ayane menggema dipikiran Neptune
ini mimpi apakah benar-benar terjadi
Neptune membuka kedua matanya dan melihat Ayane sedang duduk disampingnya diatas lampu hias gantung di istana yang masih bisa diduduki dan sangat seimbang itu Neptune melihat harapan
"Ayane?Alarick?kemana saja kalian dan kenapa Aku bisa diatas sini?"
"Syukurlah kau baik-baik saja Neptune,pertunjukan baru dimulai"
Ayane melihat kearah panggung seakan tl percaya apa yang sedang terjadi
"Tidak mungkin...itu...itu..."
Yang Terjadi di Atas Panggung
"Ayo kita hidup bersama selamanya Neptune,Aku ingin hidup bersamamu selamanya dan Aku mencintaimu,terimalah ciumanku"
Rave mendekatkan bibirnya perlahan tanpa tahu siapa yang ada didepannya itu sedang menunggu ciumannya
"Heeh,Aku tidak tahu kalau Rave ini penyuka sesama jenis dan ingin mencium bibir yang sejenisnya,tapi maaf Rave,aku sudah punya enam gadis yang kucinta haha...."
Rave terkejut mendengar suara itu dan seakan tak percaya apa yang sedang dilihatnya itu merupakan suatu kebetulan atau tidak hingga dia menjadi ketakutan
"Ha..Ha..Hakuya?ke kenapa kau masih hidup?ke...kenapa kau?"
"Kenapa?kau terkejut Aku masih hidup hah? "DESTROY" "
Craaanggg!!!.....dua benda tampak hancur yaitu cincin ungu dan kalung milik Rave yang membuat semuanya terjadi
"Cincin dan kalungku,kenapa bisa?kau...bagaimana kau bisa?"
"Ya semua orang disini sudah sadar karena benda milikmu hancur"
Semua orang heran dengan apa yang terjadi,mereka yang duduk di kursi pernikahan,Yang Mulia Raja dan Ratu juga keempat gadis yang sedari tadi terhipnotis
"Apa...apa yang sedang terjadi?kenapa kita memakai baju seperti ini?"
"Ryuu,kakak semuanya lihat itu..."
"Itu?Hakuya...masih hidup?ini bukan mimpi kan?"
"Hakuya?Ayah terkejut kau masih hidup"
"Aku pulang Ayah dan kalian berlima terima kasih sudah menungguku"
"Hakuya,bagaimana bisa?"
"Ryuu tidak percaya,Hakuya masih hidup"
"Aku tidak mati Ryuu,Aliza dan semua orang disini,Aku sedari tadi berada diatas sana"
"Neptune?Alarick? dan Ayane,apa yang terjadi?"
Hakuya menatap Rave yang sedang ketakutan dan berjalan perlahan hingga membuat Rave mundur kebelakang
"Rave,permainanmu sudah selesai,kau membuat bencana palsu namun sebenarnya kau lah bencana yang sebenarnya Rave,sungguh bodoh...
kau tidak tahu apa artinya ketika berhadapan denganku atau melukai salah satu dari keenam gadis yang kucintai haahh?..."
"Kau...kau mundur kau...sialan,jangan dekati Aku"
__ADS_1
Hakuya terus maju dan memperlihatkan wajah seramnya yang seperti psikopat dan terus berjalan maju perlahan
"Kau tahu kan apa akibatnya itu?itu sama dengan MATI!...."