Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
S2 CH:16 Chapter 57


__ADS_3

Sementara itu di sebuah mansion.


"Kota yang kita jual ke anak itu menjadi kota mewah yang mengalahkan kemewahan kota lain! ini tidak bisa dibiarkan."


"Papa benar,anak itu mungkin kekurangan uang sekarang,bagaimana jika kita membeli kembali kota itu,bocah itu pasti tidak akan menolaknya."


Kota Theresa.


Orang-orang yang kubawa ini sudah makan dan melakukan pengecekan kesehatan terutama Rita yang sekarang berada di sampingku,mereka semua disini untuk kuberi pekerjaan.


"Baiklah semuanya,jumlah kalian ada 2500 ras Elf,1500 ogre dan 1000 ras hewan.Aku butuh setidaknya 1500 tentara pasukan penembak jitu dan sisanya bisa tinggal disini atau bebas.silakan buat barisan yang berbeda untuk bergabung dengan unit penembak jitu." Kataku menjelaskan.


Beberapa menit terdiam sejenak,beberapa orang tertarik untuk menjadi pasukan penembak jitu,yang perlu di ketahui adalah bahwa mereka semua seorang gadis,yang terkumpul menjadi 1500 orang lebih,serta 1000 sisanya ingin tinggal di kota ini dan masing-masing dari mereka kuberi 10 perak untuk tinggal di penginapan dan bekerja.


"Baiklah,semua dari ras Elf sudah terkumpul dan ku perkenalkan,orang disampingku ini adalah Kapten kalian,jangan lihat dia dari rambut peraknya,tidak ada yang namanya kesialan dengan rambut perak disini,semoga kalian rukun bersama dan anggap dia sahabat kalian." Kataku menjelaskan.


Aku lalu mengeluarkan busur hasil ciptaan ku berkat Dewa teknologi,yaitu busur cahaya.tidak membutuhkan anak panah dan hanya perlu menarik busur maka anak panah bercahaya yang ringan muncul dengan sendirinya.


"Baiklah,lihat busur ini,busur ini adalah hasil ciptaanku dan biarkan Kapten kalian mencobanya." Kataku sambil memberikan kepada Rita.


Rita hanya melihat dan kebingungan dengan senjata yang kuberikan untuknya,Aku bertanya apa yang dia bingungkan.


"Ada apa Rita?apa busurku kurang bagus?"


Tanyaku.


"Tidak Yang Mulia,hanya saja dimana anak panah untuk ku gunakan?" katanya.


"Ya ampun,Aku lupa mengajari kalian,ini masing-masing satu untuk kalian dan pelajari bagaimana Aku menggunakannya."


"Busur ini kelihatan aneh."


"Tapi sangat keren."


"Bagaimana tanpa anak panah?"


"Sudah sudah,perhatikan Aku."


Disaat mereka sudah memperhatikanku,Aku menarik panahnya dan kemudian muncul anak panah bercahaya itu sendiri yang membuat mereka semua terkejut.

__ADS_1


"Kalian hanya perlu menarik dan anak panah akan muncul dengan sendirinya." Kataku tersenyum.


"Wah keren sekali."


"Tak kusangka Yang Mulia membuat busur ini."


"Yang Mulia sangat keren."


"Oke semuanya,tunggu sebentar." Kataku sambil melihat ke arah Rin.


"Hei Rin!" Kataku memanggil.


"Hei Hakuya,apa mereka pasukan penembak jitu?" Tanya Rin sambil mengarah ke arahku.


"Ya itu benar,Aku ingin kau mengantar kan mereka semua ke kamp pelatihan untuk berlatih,disaat perjalanan kesana,perkenalkanlah dirimu." Kataku tersenyum.


"Ryoukai! ayo ikut Aku semuanya!" Kata Rin berjalan ke depan dan diikuti oleh mereka semua.


"Sampai nanti Yang Mulia!" Rita melambaikan tangan lalu pergi dan Aku membalasnya.


Lalu Aku meminta Ran untuk melatih para Ogre sebagai pasukan khusus tanpa senjata karena tubuh mereka yang besar,sedangkan para ras hewan akan bertugas di divisi keamanan,rumah sakit,restoran bintang lima,penambang,penempa senjata dan sebagiannya ingin tinggal di kota.


"Oh Ryuu,ada apa?apa ada masalah?laporkan saja ke divisi ke amanan." Kataku melihat Ryuu di depanku.


"Tidak ada,sejauh ini tidak ada masalah,orang-orang yang melintas di kota Theresa tertarik untuk berjualan disini,pengunjung juga mulai datang,tidak ada masalah hanya saja ada yang ingin bertemu denganmu." Ryuu menjelaskan.


"Heeh,siapa dia?" tanyaku.


"Orang tua Ran dan Rin." Ryuu berkata.


Aku bergegas menuju ke kastil dan melihat apa yang ingin dikatakan oleh orang tua itu hari ini.


"Yang Mulia Hakuya,anda pastilah mengenal kami,kami berdua adalah orang tua dari Rin dan Ran,Aku kesini ingin membeli kembali kota ini." Kata wanita tua itu.


"Heeh,atas dasar apa kalian ingin membeli kota ini?" Tanyaku.


"Tidak usah banyak tanya bocah,kau pasti kekurangan uang,kami akan memberimu satu platinum untuk kota ini,kau tidak bia menolaknya." Kata pria tua itu sinis.


*DOBRAKK

__ADS_1


"Saudaraku! jangan jual kota ini!" Ran berkata sambil membuka pintu terburu-buru bersama Rin.


"Ya,jika kau menjualnya maka kota ini alan dalam bahaya lagi!" Rin nada marah.


"Halo kedua anakku yang baik,pujuklah temanmu ini untuk memberikan kota ini untuk kami,kami pasti akan menjalin baik hubungan dengannya,jika tidak-."


"Jika tidak apa?kau ingin membunuhku?kalian bahkan tidak berhak untuk terluka oleh pedangku." Kataku membalas.


Raut dari muka mereka berdua terlihat kesal dari yang kulihat hingga mereka menunjukkan hawa membunuh mereka padaku.


"Cih,kalian membawa kami berdua kerumah kalian dan memperlakukan kami seperti sampah! sekarang ingin menjilat kami?jangan harap!" Ran kesal.


"Cih awas saja nanti!" Kata wanita tua itu sembari pergi dan diikuti oleh suaminya.


"Jadi kalian berdua bukan anak kandung mereka?" Tanyaku penasaran.


Terlihat raut kesal dari mereka berdua dan langsung duduk di kursi depanku lalu Ran menatap ke arahku.


"Kami dulu adalah anak dari Raja Iblis,tapi karena kerajaan kami sudah direhut,kami di usir dan bertemu dengan pria dan wanita tua itu,mereka menjanjikan untuk merawat kami namun tidak seperti yang mereka katakan." Ran menjelaskan.


"Mereka bahkan tidak menganggap kami anak mereka sama sekali." Rin memelas.


Aku melihat mereka dengan tenang namun sejujurnya itu menyakiti perasaanku.


"Sudahlah,kastil ini rumah kalian,rumahku an rumah kita semua,kita berjanji akan membangun kota ini bersama." Kataku tersenyum.


Mereka berdua lalu menegakkan kepalanya dan menatap ke arahku dengan wajah yang sedikit lebih baik dari sebelumnya.


"Kau benar Hakuya,lagipula kami sudah tidak memiliki hubungan dengan mereka." Rin berkata.


"Hakuya,terima kasih sudah menerima kami dan memperlakukan kami seperti saudaramu." Ran tersenyum.


"Apa yang kau katakan,kita memang saudara,apapun yang terjadi kita akan melewatinya bersama." Kataku tersenyum.


Setelah itu,mereka berdua ingin makan di restoran bintang lima,Aku kembali ke kamarku.


"Hmm Aku tak tau apa yang akan mereka rencanakan,apa Aku harus mencoba mesin waktu itu?"


Aku lalu membuka ponselku dan mencoba mesin waktu,tercatat tanggal,bulan dan tahun yang bisa kuubah lalu kembali ke waktu yang normal.

__ADS_1


"Oke,ayo kita lihat sekarang jam 2 sore dan anak-anak akan pulang sebentar lagi,Aku ingin melihat apa yang terjadi dimasa lalu,Aku ingin melihat diriku." Kataku sambil menyetel waktu beberapa bulan yang lalu.


__ADS_2