
"Alarick!" kataku memanggil Alarick untuk berjaga-jaga setelah menyembuhkan iblis itu.
"Aku akan selalu mengawasimu Tuanku!" Iblis Berjas hitam yang sedang melayang itu berkata sepatah kata dan kemudian menghilang.
Aku lalu melihat ke arah Alarick dan menanyakan beberapa pertanyaan padanya.
"Alarick,apa kau tahu siapa tadi itu?" kataku penasaran.
"Tuan,tadi adalah Iblis tingkat menengah dan sepertinya hanya rohnya saja,dia sudah mati." jawab Alarick
"Kenapa dia muncul di hadapanku?" tanyaku lagi.
"Aku juga tidak yakin Tuan,Aku juga sedang memikirkannya,menurutku dia adalah seorang Iblis yang kehilangan Tuannya,setiap Raja Iblis memiliki pelayan pribadi untuk membantu mereka melakukan sesuatu,seperti memata-matai." Jawab Alarick.
"Hmm baiklah,tidak usah dipikirkan,sebaiknya kita bergabung dalam pesta."
"Baik wahai Tuanku!" Alarick menjawab sambil berubah ke ukuran kecil dan melompat ke kepalaku.
"Hakuya,ayo pestanya akan segera dimulai!"
Ryuu berkata padaku sambil tersenyum dan menarik tanganku.
"Baiklah,baiklah,Ryuu bersemangat sekali."
Aku menghabiskan waktu malam itu dan kembali menggunakan portal untuk menidurkan anak-anak.
As
"Kalian pergilah melanjutkan pestanya,Aku akan tetap disini untuk menjaga mereka berdua." Kataku sambil mengendong Ryuko dan Kyouko.
"Baiklah Hakuya,kami akan menikmati pesta sebentar lagi." Ryuu berkata.
"Jangan lupa untuk menjemput kami!"
"Tenang saja Aliza,Aku akan menjemput kalian nanti."
__ADS_1
*Aku lalu menutup portal,naik ketempat tidurku dan meletakkan kedua malaikat penyemangatku ditempat tidur.
Wajah manis mereka saat tidur benar-benar membuat hatiku menjadi damai,damai sekali tanpa masalah sedikitpun*.
"**Tuan!"
"sssstttttt**!" kataku memberi isyarat Alarick untuk diam.
"Mohon maafkan saya,ada hal yang ingin saya katakan."
"Katakan saja ada apa?"kataku sedikit penasaran.
"Ada seseorang menuju kesini Tuan,dan kekuatannya dua puluh kali lipat dari kekuatan anda."
mendengarnya dari Alarick sedikit membuatku kaget dan penasaran mahluk apa yang menuju kesini.
"Hmm jaga mereka berdua Alarick,Aku akan menunggunya diluar agar tidak mengganggu."
kataku kepada Alarick lalu terbang keluar rumahku dan duduk di atas atap mansionku.
Aku lalu merasakan aura yang sangat kuat menghampiriku dan membuatku merinding setengah mati,tak percaya bahwa yang datang kali ini adalah seseorang dengan kekuatan sebesar ini.
***Wosssshhhh**...
seorang gadis melesat dengan cepat dan mendarat mulus di halaman mansionku,Aku lalu turun dan berjalan ke arahnya*.
"Gadis lolita berambut twintail pink ini memiliki Aura yang sangat kuat,berada didepannya saja kakiku merasa bergetar. batinku berkata.
"Maaf mengganggu waktumu,namaku Rin,Raja Iblis Rin!" Gadis itu memperkenalkan dirinya dengan sifat manis dan gaya tangan piece di akhir.
"**Namaku Hikiga Hakuya,ada apa Raja Iblis Rin datang ke tempatku?"
"Aku hanya ingin menantangmu haha**..." gadis yang bernama Rin si Raja Iblis itu memegang kedua pinggangnya sambil tersenyum manis dan kekanak-kanakan.
"Maaf tetapi Aku sedang tidak ingin bertarung sekarang." Kataku dengan santai.
__ADS_1
"Kau harus bertarung denganku sekarang juga!" ***WOSSSHHH*...
"Gawat dia ke arahku**!" batinku.
"**Hiyaaaahhh!!terima pukulan tinjuku!"
BRAAAKKK**!!
"Aku menahan serangannya,gadis ini sangat berbahaya,dia bahkan menahan tebasan pedangku juga hanya dengan satu kepalan tangannya." batinku.
Gadis itu lalu mundur kebelakang dan langsung memasang kuda-kudanya.
"Wah wah,kau sangat tangguh juga,sejauh ini hanya kau yang bisa menahan pukulanku."
"Haahh...Haah,kau juga sangat kuat haah." kataku sedikit ngos-ngosan.
"**Heeh,apa hobimu?maksudku sesuatu yang sangat kau lakukan saat waktumu luang?"
"Aku hanya suka bertarung hehe,mencari orang yang sangat kuat adalah jalan bertarungku,tidak ada yang lebih menyenangkan dari bertarung,tidak ada yang bisa menang dariku hehe**." gadis itu kemudian tertawa kekanak-kanakan lagi sambil memegang kedua pinggangnya dan membuatku terpikir sesuatu.
"Heeh,kau sangat kuat Raja Iblis Rin." kataku memasukan pedangku kesarungnya kembali.
"Wahh wahh kau cukup hebat juga ingin melawanku dengan tangan kosong itu hahahaha!." balasnya dengan posisi yang sama.
"Tapi bagaimana dengan ini!" WOSSSHHHH...
*Aku berlari secepat kilat ke arahnya dan membawa sesuatu ditanganku.
HAP!...
Hingga sesuatu ditanganku tadi ku lahap kemulutnya dan berakhir dengan posisiku yang berhenti dibelakangnya*.
"Humm!!APA INI?ENAK SEKALI!SANGAT...SANGAT MANIS!" katanya bersemangat seperti anak kecil yang baru pertama kali naik pesawat terbang atau dibelikan sesuatu yang membiatnya senang setengah mati setelah apa yang barusan ku lakukan.
"Dia kalah ya." Kataku dalam hati dan sedikit tersenyum.
__ADS_1