
"Eh lihat cahayanya menghilang"
"Heh?Apa itu tadi?,yasudahlah ayo kita makan makanan yang dibeli tadi"
Kami duduk dibagian depan perahu dan duduk dilantai sambil menghabiskan makanan dan melihat indahnya laut
"Hakuya lihat,indah sekali dan laut sangat menyenangkan"
"Baguslah kalau Ryuu menyukainya,tapi jangan terlalu di pinggiran yah sangat berbahaya Ryuu"
"Baaiiikkk""
Dua jam perjalanan menggunakan perahu dan akhirnya sampai ke kota Ascerdant,dilihat dari pelabuhan saja memang benar kalau Ascerdant terkena wabah penyakit,karena itu kota sangat sepi
lalu kami semua turun dan ingin menuju ke Kota
"Tuan Hakuya dan nona-nona kita sudah sampai,selamat datang dinegeri kami,Ayo kita ke istana Tuan Hakuya"
"Sebentar semuanya" Aku mencoba memberhentikan semuanya dan mengaktifkan sihir pelindung
"Nah dengan ini kita tidak akan tertular"
"Pemikiran yang bagus tuan Hakuya"
"Ayo kita langsung mengambil kereta kuda dan pergi ke istana" Kataku sembar berjalan
Kami kemudian pergi mengambil kereta kuda yang ada di perahu dan langsung menuju ke istana Kota Ascerdant,di saat perjalanan tampak tidak ada satupun orang-orang yang lewat,kota benar-benar sepi
"Seisi kota ini sangat buruk sekali,jika begini terus bisa-bisa wabahnya sampai ke Verdant"
"Ryuu benar,kita tidak ingin wabah penyakit ada di Verdant,untuk itu kita akan mencari tahu penyebab wabah ini dulu"
"Hmm menurutmu ini wabah penyakit atau apa Hakuya?"
"Hmm Aku masih tidak yakin Aliza,kita akan menyelidikinya nanti"
"Hakuya,kami akan membantumu,jangan khawatir"
"Terima kasih,Neptune"
"Tidak usah sungkan,ya kan Alizia"
"Itu benar Hakuya,jangan sungkan untuk meminta bantuan kami"
"Master andalkanlah kami,kau bilang kami adalah milikmu kan" Ryuu berkata begitu dengan wajah memerahnya dan Aku ingin tertawa karena itu sangat lucu,tapi Aku lebih memilih tersenyum
"Justru karena kalian milikku Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian berlima"
"Hakuya sangat perhatian......"
"Ryuu dekat sekali,dekat sekali ada apa?"
Ryuu yang duduk disampingku mendekatkan wajahnya kepadaku dan...
"Cupp........Hakuya butuh semangat kan,ciuman ini karena Ryuu sangat mencintaimu"
"Terima kasih,Ryuu...Hakuya juga sangat mencintaimu"
"Heehh Ryuu curang,pa...padahal Aku juga ingin"
Aliza lalu melihat kearah lain sambil mengembungkan pipinya
"Kakak benar,Aku juga ingin"
"Master,jika tidak keberatan Aku juga"
"Ayane kau juga?tapi apa tidak apa-apa"
"Karena kau bilang kami milikmu,dan Aku juga sangat mencintaimu,Aku ingin ciuman dari orang yang kucinta"
"Ba...ba...baiklah,Ryuu apa tidak apa-apa?"
"Heem,tidak apa-apa Hakuya,kami semua mencintaimu"
"Baiklah baiklah,jika be...begitu sa...sa...satu satu oke"
"Heeh?bagaimana Aku yang didepan Master"
Aku melompat dan mendaratkan diriku tepat disamping Ayane dan
"Cup........maaf jika melakukannya tiba-tiba Ayane,Aku mencintaimu sama seperti Ryuu"
Ayane lalu menunduk dengan pipi yang memerah sambil tersenyum
"Terima kasih,Master...Aku juga mencintaimu"
Setelah itu keadaan Ayane menjadi normal kembali dan kini perasaannya menjadi lebih baik
"Hakuya,Hakuya...."
"Ada apa Neptune"
Neptune memegang kedua pipiku dan
"Cup.......ciuman dari salah satu gadis milikmu yang masih dibawah umur dan tentu saja ini pertama kalinya untukku,Aku senang melakukannya denganmu Hakuya,Aku juga mencintaimu"
Setelah itu Aku tersenyum karena ta menyangka semua ini akan terjadi
"Terima kasih Neptune,Aku juga mencintaimu"
"Heeh Aku juga ingin Hakuyaaa......"
"Ba...baiklah Aliza..."
__ADS_1
"setelah kakak giliranku Hakuya"
Setelah itu Aku melakukan hal yang sama pada gadis kembar yang kutemui pertama kali,tak kusangka mereka semua menjadi akrab begini,kuharap semuanya seperti ini selamanya
"Semuanya,kita sampai...."
"Master kita sudah sampai"
"Oh sudah yah,maaf membiarkanmu mengendarai sendirian Ayane,puk......" suara tanganku yang jatuh keatas kepalanya
"Ti...tidak apa-apa Master"
"Hakuya,apa kita akan terlindungi di istana ini?Ryuu khawatir"
"Jangan khawatir Ryuu,kita semua akan baik-baik saja dan pulang dengan selamat oke?"
"Okee...Hakuya"
"Tuan Hakuya ayo masuk ke istana"
"Baiklah,Ayo semuanya"
Lalu kami melewati gerbang dan temani dua orang prajurit hingga sampai ke dalam istana hingga berhadapan dengan Yang Mulia
"Yang Mulia,saya kembali dan saya membawa bala bantuan untuk menyingkirkan wabah penyakit ini"
"Aku sangat berterima kasih dan untuk kalian berenam selamat datang di Kerajaan Ashuya Kota Ascerdant"
"Terima kasih atas penyambutannya Yang Mulia kerajaan Ashuya,saya Ryuu Von Hestia,putri pertama dari kerajaan Hestia dan para gadis disini adalah rekan seperjuanganku,juga pria yang disini merupakan tunanganku"
"Terima kasih Putri kedua kerajaan Hestia,saya tidak menyangka anda juga akan datang bersama tunangan Anda"
"Saya Neptune Von Ocean,saya putri ketiga kerajaan Ocean kota Aqua,senang bisa bertemu denganmu Yang Mulia"
"Saya juga merasa terhormat dapat bertemu dengan putri ke tiga kerajaan Ocean"
"Saya tersanjung Yang Mulia"
"Baiklah Yang Mulia,langsung saja saya dan rekan-rekan saya termasuk tunangan saya ingin membantu urusan disini,bisa anda ceritakan bagaimana negeri ini bisa terkena wabah penyakit?"
"Baiklah,dua hari yang lalu......."
Sang Raja kemudian menceritakan kronologi bagaimana Ascerdant bisa terkena wabah penyakit ini,ternyata itu bersumber dari gua yang ada di kaki gunung di Ascerdant,ada asap hijau yang dapat membuat batuk hingga membuat orang tak sadarkan diri dan banyak korban yang jatuh tapi syukurlah tidak ada yang meninggal
"Seperti itulah,apa ada cara menyelamatkan negeri ini?"
"Yang Mulia,kami harus menyelidiki dulu apa yang ada di gua itu"
"Tapi tidak ada yang mendekati gua itu dan apakah kau bisa melakukannya pria muda?"
"Saya bisa Yang Mulia,saya sudah memiliki rencana untuk itu "SPAWN...HEATL ELIXIR"
"Ini ramuan obat yang ku munculkan sendiri dengan perintahku,jumlahnya cukup untuk mengobati segala penyakit,sebotol kecil ini akan cukup untuk satu kota,sebarkanlah dan minumkan untuk orang-orang yang membutuhkan"
"BAIKK YANG MULIA"
Lalu para pengawal itu mengambil 8 kotak yang berisi masing-masing 1000 botol kecil ramuan penyembuh itu dan membawanya ke ke kota Ascerdant untuk membagikannya kepada penduduk
"Pria muda,bagaimana aku membalasnya"
"Anda tidak perlu membalasnya Tuan Muda,Aku cukup senang membantu orang-orang yang membutuhkan"
"Jadi apa rencanamu selanjutnya?"
"Rencanaku?Aku ingin pergi memeriksa gua itu sendirian"
"Ehh sendirian?Apa kau baik-baik jika sendirian Hakuya?"
"Aku dan Kakak khawatir jika terjadi sesuatu padamu Hakuya"
"Ryuu juga khawatir jika terjadi sesuatu pada Hakuya"
"Master biarkan Aku menemanimu"
"Aku akan ikut denganmu Hakuya"
"Aliza,Alizia,Ryuu,Ayane dan Neptune,kalian berharga bagiku,tak ada yang dapat menggantikan kalian berlima,tenang aja Aku akan kembali dengan selamat"
"Tapi Haku-
"Puk.....tenang saya Ryuu,Aku akan kembali kepadamu"
"Baiklah Hakuya,jaga diri dan cepatlah pulang,Ryuu akan menunggumu"
"Begitu juga dengan kami Hakuya,jangan membuat kami berlima cemas dan pulang terlalu lama"
"Aku tidak akan memaafkan Hakuya jiks Hakuya tidak pulang"
"Aku akan menunggumu Masterku"
"Kami semua akan selalu jadi milikmu,karena itu cepatlah pulang"
"Terima kasih semuanya...."
Dengan begitu Aku menghadap Yang Mulia dan ingin mengatasi masalah itu sendiri
"Yang Mulia,Aku sudah memutuskan untuk mengatasi gua itu sendiri,berikanlah tempat untuk rekanku beristirahat"
"Baiklah jika itu kemauanku Hakuya,Aku akan-
"Tunggu Ayahh......"
Aku melihat seseorang dari atas memotong pembicaraan Yang Mulia
__ADS_1
"Aku Putra pertama kerajaan Ashuya Pangeran Adelio senang bertemu denganmu"
Seorang pangeran seumuran denganku memakai baju khas kerajaannya turun dan pergi ke hadapanku dan Raja
"Tuan Hakuya,biarkan Aku ikut denganmu"
"Heeh....pangeran ingin ikut?"
"Ada apa sampai pangeran ingin ikut bersam Hakuya?"
"Ayah,aku mohon padamu izinkan Aku untuk ikut menyelidiki gua itu bersama Tuan Hakuya"
"Pangeran?apa kau serius?perjalanan ini akan sangat berbahaya"
"Tidak apa-apa Tuan Hakuya,karena wabah penyakit ini pertunanganku dengan kekasihku diundur,Aku ingin secepatnya negeriku kembali normal dan melanjutkan pertunanganku"
"Baiklah Adelio,Aku mengizinkanmu ikut bersama Hakuya,ingatlah jangan memaksakan dirimu"
"Baik,Ayah......."
Dengan begitu kami berdua pergi menggunakan kereta kuda dan melambaikan tangan kepada mereka berlima
"Sampai nanti kalian berlima,jaga diri kalian"
"Sampai nanti Hakuya,Ryuu akan selalu menunggumu"
"Aku juga akan menunggumu"
"Kami semua menunggumu Master"
Mereka melambaikan tangan kearahku dan didalam perjalanan Aku sedikit mengobrol dengan pangeran Adelio
"Tuan Hakuya,terima kasih banya sudah datang jauh-jauh ke Ascerdant"
"sama sekali bukan masalah besar Pangeran dan tolong panggil namaku saja,dipanggil tuan oleh anda membuat saya tidak nyaman"
"Jika begitu kau harus memanggilku Adelio,mulai sekarang kita adalah rekan dan teman,apa kau setuju?"
"Hmm...baiklah Adelio,karena kau sangat pintar dan tidak bodoh seperti dua pangeran lainnya yang ku kenal"
"Hahaha,sepertinya Aku bisa tau siapa mereka"
"Kau tahu,kenapa kau bisa tahu?"
"Ya Henry dan Ariel itu sangat mengganggu ku,suka membuat onar dan tidak bisa diajar,mereka selalu ingin mendapatkan Apapun yang mereka inginkan,Henry juga pernah ingin membawa kekasihku saat kami duduk disekitar kota,untungnya Aku mengagalkannya"
"Heeh,itu sama dengan kejadian diMansionku,dia membawa beberapa tentaranya dengan maksud ingin membawa Ryuu pergi dengannya dan Ariel juga ingin menculiknya,untunglah Aku masijbdapat melindungi Ryuu,juga saat perjalanan kesini dia menindas rakyat yang tidak bersalah"
"Sungguh kejam sekali,Aku harap dia bisa sedikit lebih pintar"
"Heeh,baiklah untuk sekarang kita harus menyelidiki dulu apa yang terjadi,tunggu sebentar"
Aku menyentuh Adelio yang ada di hadapanku dan "Poison Shield"
"Apa yang kau lakukan Hakuya?"
"Oh Hanya memberimu Mantra Anti Racun,saat perjalanan kesini,Aku sudah menduga bahwa asap hijau ini bukanlah penyakit melainkan Racun"
"Heeh jadi begitu yah?kau hebat Hakuya"
Setelah berjalan satu jam Akhirnya kami sampai ke kaki gunung,tinggal berjalan kaki dan bisa sampai ke goa
"Kita sudah sampai Hakuya"
"Adelio,dari sini Aku merasakan racun yang sangat kuat,jika kita tidak memakai mantra Anti racun maka kita akan mati"
"Hmm sumbernya memang dari gua,ayo kita kesana"
"Ayo......"
Kami berjalan masuk kedalam hutan dan menemukan gua yang mengeluarkan racun asap berwarna hijau
"Asalnya dari dalam Hakuya,Ayo kita periksa kedalam"
"Tap....tap...tap racun disini sangat kuat sekali,didalam sini sangat gelap,Hakuya apa kau mendengar sesuatu?seperti sedang mendengkur?"
"Kau benar Adelio,kita periksa lebih dalam"
Setelah berjalan cukup dalam kami berdua menemukan mahluk yang sangat langksa yaitu
"Hakuya,ini adalah mahluk yang mendengkur itu dan racunnya juga dari sini,kepalanya ada sembilan...mungkin kita tidak usah membangunkannya,mahluk apa dia?"
"Dia adalah Hydra,mahluk berkepala b sembilan yang darahnya sangat beracun,jika kau memotong kepalanya,maka kepalanya akan beregenerasi kembali"
"Ternyata ada mahluk seperti ini?"
"Ya dan lihat perutnya,dia terluka dan sedikit darahnya mengalir keluar,penduduk desa terkena racunnya"
ROAAAAARRRRRR.......
"Hakuya dia terbangun,dia datang kearahmu,hati-hatilah Hakuya!!!"
"Gawatt.....pedangku tidak sempat dia cepat sekali"
Roaaaaaarrrrrrrrrr......
Apa aku sudah mati?Apa Aku sudah digigitnya atau dimakan olehnya?Apa yang terjadi?Aku dapat merasakan Aku mash hidup,lalu Aku membuka mataku dan didepannya hanya ada kedua tanganku untuk menghalangi pandanganku dan sesuatu yang menarik juga didepanku yaitu seekor serigala besar menahan gigi hydra itu dengan taringnya,tak kusangka dia....
"Apa yang sedang?"
"Hakuya kau tak apa?pedangmu bercahaya"
"Apa?Aku lihat pedangku sebentar,claassshh....kau benar Adelio dan Mahluk ini?serigala raksasa jangan-jangan kau serigala Dewa Heaven Wolf??..............
__ADS_1