
"Tuan berbaik hati,saya tidak sungkan,terima kasih Tuan." Elang itu membalas.
"Kau adalah milikku sekarang,Aku harus menjagamu." kataku lagi.
"Hakuya,kau baik-baik saja?" Rin berjalan ke arahku sambil merangkul Ran dan diikuti oleh Ryuko dan Kyouko."
"Aku baik-baik saja,perkenalkan ini adalah Orion,Elang biru Amethyst,Orion ini adalah Ran dan Rin,mereka adalah Kakak beradik dan juga temanku,dua gadis kecil ini adalah anakku." kataku memperkenalkan.
"Saya Orion meminta maaf karena telah melukaimu,sebagai permintaan maaf,kuberikan satu buluku padamu." Kata Orion sembari mengeluarkan sebuah pedang dari dalam sayapnya.
"Ini,pedang ini adalah bulumu?" Ran terheran.
"Ya,buluku bisa menebas apapun kecuali pedang Tuanku." Orion menjelaskan.
"Terima kasih banyak,harta mulia darimu ini akan ku jaga dengan sangat baik." Ran menunduk.
"Tidak masalah,teman Tuanku adalah temanku juga,maaf jika Aku lancang tapi apa yang ingin kau lakukan dengan jantung dewa?" Kemudian Orion bertanya.
"Aku butuh jantung dewa itu karena..."
Ran lalu menceritakan masa lalu nya dan soal kekasihnya yang dibunuh dan kehilangan jantungnya.
"Baiklah,jantung dewa memang digunakan untuk hal seperti ini,jantung dewa akan membuat kekasihku memiliki tubuh baru."
Orion menjelaskan.
"Jadi dimana jantung dewa itu Orion?" kataku bertanya.
"Didalam tanah yang sudah kutandai,terdapat peti yang berisi jantung dewa didalamnya,gali saja dan jantung dewa ada didalamnya."
"Kami sudah menggalinya." Kata Ryuko dan Kyouko sambil membawa peti yang diomongkan oleh Orion barusan.
"Baiklah,kita sudah mendapatkannya,Ayo kita kembali sekarang." Kataku.
"Tapi perjalanan naik ke lantai 1 itu sangay panjang." Ran berkata.
"Siapa bilang kita akan pulang melewati itu.".
"Apa maksudmu Hakuya?" Ran penasaran.
"Hehe, "Portal"." Kataku sambil membuka portalku.
"Apa ini?sihir portal?bagaimana kau bisa membukanya Hakuya?" Rin penasaran.
"Haha tidak usah dipikirkan,ayo kita kembali ke rumahmu dan menyembuhkan kekasihmu." Kataku sambil menepuk pundak Ran.
"Baiklah." raut lega terukir diwajahnya.
Kami semua lalu masuk ke portal secara bergantian dan keluar tepat di pintu masuk dungeon.
__ADS_1
"Wah sihir ini hebat sekali,Hakuya kau sangat hebat." Rin tersenyum.
"Hakuya kesayangan Ryuko memang hebat." Ryuko sambil tersenyum manis.
"Itu benar,Kyouko menyayanginya." sambil menatap ke arahku.
"Haha,Aku juga menyayangi kalian." Lalu kmi semua tertawa dan masuk ke dalam pedati dan dibawa oleh Rin untuk kembali ke rumah mereka,tak kusangka hari sudah semalam ini.
Pukul 19:00 Diperjalanan.
"Ran,maaf jika Aku bertanya,tapi dimana kau meletakkan tubuh kekasihmu?" tanyaku.
"Aku menyembunyikannya di sebuah kota kecil,ada sebuah kastil disana,penduduk kota itu sangat baik namun Ibu dan Ayahku terus saja menaikkan pajak,hingga beberapa dari mereka banyak yg mati." begitu dia menjawabnya
"Benarkah?bagaimana nanti kau tinggal?"
Tanyaku lagi.
"Entahlah,Aku masih memikirkannya."
Ran menjawab.
Hingga akhirnya kami kembali ke Verdant namun melewati perbatasan yang tak jauh dari Istana Yang Mulia,terdapat sebuah kota yang kecil dengan sebuah kastil di jalan menuju ke tengahnya.
Kondisi kota itu kumuh dan orang-orang berpenyakit,anak-anak kelaparan,juga mereka sangat kumuh.
"Disini buruk sekali,apa penduduk kota ini terus-terusan diminta kenaikan pajak?"
"Hmm,tunggulah sebentar,jaga kedua malaikatku." kataku saat hampir menuju ke kastil dan masuk ke portal.
Beberapa menit kemudian...
Portal terbuka kembali dan Aku melempar beberapa karung gandum ke dalam pedati dan kurasa itu cukup.
"Hakuya,ini gandum?dari mana kau mendapatkannya?"
"Aku membelinya,tidak usah khawatir,apa ada panci yang lumayan besar untuk merebus ini semua?"
"Ya ada." Sekali lagi,Ran tampak lega.
"Bagus,Aku dan Ran akan menyembuhkan wanitanya dulu,Rin kau memasak beberapa panci gandum didepan gerbang kastil." Kataku memberi perintah.
"Baik." Ran dan Rin serentak.
Hingga kemudian kami sampai ke sebuah kastil yang besar itu.
"Ran,pergilah memasak gandum itu dan minta Ryuko,Kyouko untuk membantu." Kataku.
"Serahkan padaku." Rin menjawab
__ADS_1
"Ayo Ran."
Ran kemudian mengangguk dan berlari masuk ke dalam Kastil sambil memegang peti berisi jantung dewa itu,Aku kemudian mengikutinya.
"Orion,bagaimana cara meletakkan jantung dewa itu?" Kataku sambil berlari.
"Hanya tinggal meletakkan posisinya saja Tuan." Orion di pundakku.
"Ini sangat mudah." kataku tersenyum.
Lalu Aku masuk ke sebuah kamar yg dimasuki oleh Ran dan melihat seorang wanita yang berbaring dikasur itu.
Wanita itu setinggi bahu Ran,rambut merah hati dan berkulit putih.
"Setelah ini,kita akan bersama kembali." Ran berkata kepada wanita yg tidak bergerak itu.
"Hakuya,bagaimana cara meletakkan jantung dewa itu?" tanya Ran.
"Serahkan padaku,tapi apa tak masalah Aku menyentuhnya?" Tanyaku kembali.
"Tidak masalah,asalkan dia kembali kepadaku,apapun akan kulakukan." Katanya.
"Baiklah,berikan padaku jantung dewa itu." Kataku sambil mengarahkan tanganku dan Ran meletakkan peti itu padaku.
Aku lalu membuka dada wanita yang robek itu,dimana jantungnya telah hilang,lalu Aku membuka peti yang berisi jantung berwarna emas mengkilap itu dan langsung meletakkan jantung itu sesuai dengan posisinya,menutupnya dan memberikan obat penghilang bekas luka hingga bekas luka hingga jantung itu berdetak.
"Itu...itu berhasil! Hakuya terima kasih,terima kasih banyak karena telah menyelamatkan hidupku Hakuya,bagaimana Aku membalasmu." Ran menangis terharu sambil memelukku.
"Tenanglah,kau sudah ku anggap sebagai saudaraku,Aku membenci orang-orang yang memperlakukan wanita seenaknya,jadi sebagai bayarannya,ku ingin kau memperlakukan wanitamu dengan baik,saudaraku." Kataku sembari menepuk pundaknya.
"Baik,akan ku pastikan Aku tidak mengecewakanmu." balasnya.
"Ran,Aku..."
terdengar suara wanita dari arah tempat tidur yang memanggil nama Ran dengan lembut.
"Hinna?" Ran melepas pelukannya dan berlari kemudian memeluk wanita yang sedang terduduk di tepat tidurnya itu.
"Syukurlah kau bangun dari tidur panjangmu." Ran mendekap wanita itu sambil menangis tersenyum.
"Maaf karena Aku telah membuatmu cemas,Aku sudah merasa lebih baik sekarang." Balas wanita itu.
"Oh ya,perkenalkan ini saudara baruku Hakuya,dia yg membantuku untuk menghidupkanmu kembali,saudaraku ini adalah Hinna,wanita yg kucintai." Ran memperkenalkan.
"Saya berterima kasih kepada Tuan Hakuya karena telah menolong saya dari kematian." kata wanita itu.
"Bukan masalah dan jangan terlalu formal,Aku juga orang biasa,kau bisa memanggilku Hakuya." Aku membalas.
"Baik Hakuya,kau bisa memanggilku Hinna."
__ADS_1
"Baiklah,cukup perkenalannya,ayo kita membantu Rin dibawah." A