
Karena madu yang ku ambil dari sarang lebah di pohon-pohon pulau bintang,Aku dapat memancing gadis ini untuk berdamai.
"Jika kau ingin berdamai dan berteman,Aku akan memberikan benda manis ini untukmu." kataku sambil tersenyum sinis.
"T...t...tapi A...aku ingin bertarung denganmu!"
gadis itu sedikit memelas.
"Heeh baiklah,jika begitu Aku akan memakan ini semua sendiri haha." sambil menuangkan
madu itu ke mulutku yang terbuka sambil melihat wajah manis serta keputusasaan dari wajah gadis itu.
"Aaaaaaa..." saat hampir jatuh kedalam mulutku
"TUNGGU!"
"Hmm?" leher ku reflek melihat gadis itu.
"BAIKLAH BAIK! AKU AKAN BERDAMAI!,SEKARANG BERIKAN ITU PADAKU!" gadis itu sedikit keras kepadaku,dengan wajah marahnya itu,Aku hampir tidak berhenti tertawa dihatiku.
"Hahahahaha...baiklah ini untukmu." kataku sambil memberikan sebotol kaca penuh madu ini kepadanya.
Sett... "terima kasih!" gadis itu merampasnya dari tanganku dan kemudian berbalik untuk memakannya tanpa dilihat olehku.
__ADS_1
"**Aku ingin bertanya kepadamu."
"Hmm?apa yang ingin kau tanyakan?"
"Tempat ini tidak bagus untuk untuk mengobrol,ayo ikuti Aku**!" kataku sambil membuat portal dan masuk kedalamnya hingga Raja Iblis kecil itu ikut denganku.
****Setelah sampai*
"Wahh,apa ini?pulau melayang?hebat sekali**!" gadis itu kegirangan.
"Selamat datang di pulau bintang ku Rin,karena kita adalah teman maka Aku tidak akan memanggilku dengan Raja Iblis Rin atau semacamnya,kau juga boleh memanggilku Hakuya. kataku menyambut
"Baiklah Hakuya,terima kasih telah mengajakku kesini." balasnya lembut.
Aku lalu duduk di bangku dibawah pohon dan melihat bintang malam,Rin lalu duduk disampingku dengan santai.
"Rin,kau datang ke tempat ku bukan hanya untuk sekedar berduel kan?" kataku bertanya.
"Oh,Ada sesuatu yang ingin kukatakan."
"Apa itu?" Aku penasaran.
"Kakakku ingin mengajak seseorang yang cukup kuat untuk ikut dengan dirinya ke dungeon untuk mencari benda yaitu sebuah jantung dewa,benda itu tersembunyi di dungeon tingkat seratus ke atas."
__ADS_1
"TINGKAT SERATUS KE ATAS?!" *Aku sedikit terkejut mendengar itu.
seperti yang kita tahu,dungeon adalah tempat para petualang untuk mengumpulkan bagian tubuh monster untuk di jual.
"Tetapi,untuk apa kakakmu mencari benda seperti itu?dungeon tingkat seratus sangatlah berbahaya,tetapi monster disana dibilang hanya ada separuh dari dungeon tingkat bawah."kataku menjelaskan.
"Aku tahu,tapi itu sangat dibutuhkan,karena kakakku ingin menghidupkan orang yang dia cintai." balas Rin.
"menghidupkannya?apa yang terjadi?" tanyaku penasaran.
"Setahun yang lalu,kakakku bertemu dengan seorang gadis cantik yang terkapar di tepi hutan dan membawanya pulang kerumah,gadis itu perlahan membuka matanya dan bangun dari tempat itu."
Lalu Rin bercerita bahwa Kakaknya bertemu seorang gadis cantik yang terluka di hutan dan menaruh hati pada gadis itu,karena orang tuanya tidak ingin putra mereka menyukai gadis manusia karena mereka sangat lemah,maka gadis itu melarikan diri tanpa sepengetahuan kakaknya itu,saat-saat jauh lari dari rumah,gadis itu bertemu seseorang yang membunuhnya dan mengambil jantungnya.
"Lalu kakakku mencoba segala cara agar gadis idamannya itu dapat hidup kembali,satu-satu cara pun adalah menggunakan jantung dewa itu untuk memperbaiki tubuhnya dan menaruh kembali roh kehidupannya,namun resiko untuk ini sangat besar." Jelas Rin.
"Seperti itu,Aku bisa menghidupkannya kembali sebagai undead dan menyucikan tubuh undead itu menjadi manusia,namun tanpa jantung itu sangatlah mustahil." Kataku menjelaskan, "**Baiklah Aku akan membantu sebisa mungkin.
"Benarkah**?" terukir senyum di wajah Rin yanh cemas sedari tadi.
"Aku tidak berbohong kok,Aku setengah Dewa,walaupun tidak sekuat dirimu,Aku akan menolong siapapun yang meminta bantuanku." Kataku sambil tersenyum dan meletakkan telapak tanganku di atas kepalanya,warna wajahnya mulai berubah.
"B...B...Baiklah..." Rin lalu memalingkan wajahnya yang berwarna merah itu.
__ADS_1