Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 41


__ADS_3

"Tunggu,maksud Yang Mulia?" kataku setengah kaget."


"Aku ingin Shiina menjadi tunanganmu dan belajar dari dirimu,Aku mohon" kata sang Ratu kepadaku.


Aku berpikir sejenak apakah Shiina mau dan apakah mereka juga setuju? *yang dimaksud mereka adalah Ryuu dan lainnya.


"Saya minta izin sebentar Yang Mulia." kataku sambil membelakangi Ratu dan Shiina juga adiknya,Aku membuka portal dan memanggil mereka semua."


"Yang Mulia,kelima gadis ini dan juga gadis yang bersamaku tadi adalah tunangan ku,beliau yang tampak seperti gadis ini sebenarnya adalah Ibuku,Aku ingin minta persetujuan dari mereka dan putrimu Shiina,apa tidak masalah?" Kataku sambil mengenalkan mereka.


"Hakuya,kenapa membawa kami kesini?" Ryuu bertanya padaku serta yang lain hanya senyum dan diam."


"Ryuu,sebenarnya-"


"Aku tidak masalah." Yang Mulia Ratu spontan.


"Haah?..."


Yang Mulia Ratu kemudian berjalan mendekati Ibuku dan sekarang berada dihadapannya.


"Selamat datang di istanaku Ibu dari Hakuya,atau kupanggil Nyonya Hikiga?" Beliau menyapa Ibuku.


"Hahah tidak usah memanggilku begitu,panggil aja Aku Namiya." balas sapa Ibuku.


"Baiklah Namiya,panggil namaku saja,namaku


Linza,Aku di hadapanmu ingin memohon agar putramu yang baik bisa bertunangan dengan putriku."


"Menurutku tidak masalah,Aku akan merestui nya dan menganggapnya putriku sendiri,Apa kalian tidak masalah anak-anak?" Ibu kemudian bertanya kepada mereka berenam.


"Ryuu tidak masalah Ibu." Ryuu mengangkat tangannya sambil tersenyum.


"Aliza juga tidak masalah." jawab Alizia sambil menatap Ibu.


"Alizia juga Ibu." Alizia mengikuti kakaknya.

__ADS_1


"Lebih ramai lebih baik." Angela melipat kedua tangannya kedada nya."


"Angela benar,lebih ramai lebih baik." jawab Neptune sambil melihat ke arah Angela.


"Baik,bagaimana denganmu Ayane?" Jika semuanya begitu tidak masalah Ibu." Ayane yang sedari tadi di sampingku.


Ibu lalu menghadap Yang Mulia lagi dengan tersenyum.


"Baiklah,tidak ada kebencian tidak ada masalah,Aku merestuinya,bagaimana dengan putri Anda?" Ibu memperjelas.


"Ya tunggu sebentar." yang mulia melihat kebelakang dan menatap putrinya yang cantik jelita dengan menggunakan pakaian yang sama seperti Ayane namun warna berbeda. "Apa kau setuju untuk menjadi tunangan Hakuya Shiina?" Yang Mulia bertanya.


"A...A...Aku se...tuju." Shiina lalu menunduk dengan wajah yang memerah tanda dirinya malu.


"Sudah diputuskan,Shiina akan menjadi tunangan Hakuya!" Yang Mulia berkata sambil melihat ke arah Ibuku lagi.


*Pertunangan terjadi dengan Ibuku dan keenam tunanganku menjadi saksi pertunangan ini,janji dalam pertunangan lalu bertukar cincin,Aku tidak menukar cincinku,tetapi melepaskannya dan dia memasangkan kembali cincin pertunangan sebelumnya ke tanganku dengan wajah yang memerah tidak menghilang.


Lalu berkeliling kota dengan semuanya menggunakan kereta kuda,para penduduk kemudian berhamburan keluar dan menyatakan kembalinya sang Ratu dan putri mereka yang baru saja bertunangan.


Juga Aku melemparkan beberapa ratus keping perak untuk para penduduk dan dengan begini mereka tidak akan kelaparan lagi*.


"Shiina,berjuanglah sekerasmu saat Ibu tidak ada." kata Yang Mulia.


"Tenang saja Ibu,Aku akan menjadi yang terbaik!" Shiina berkata kepada Ibunya.


"Itu baru putriku,Ibu harus mengurus rakyat disini." Seorang Ibu mengelus kepala Anaknya."


"Hakuya,mohon jaga putriku,Aku mempertanggung jawab kan nya kepadamu." kata Yang Mulia Ratu kepadaku.


"Tenang saja,dia berada di tangan yang tepat,oh ya Yang Mulia,di bawah singasana tepatnya di ruang bawah tanahmu,ada portal abadi yang dibuat khusus untuk ketempat kami,jika ada masalah atau ingin berkunjung, datanglah kesana." kataku menjelaskan.


"Tentu saja,Aku dan putriku akan berkunjung,karena tidak ada satupun prajurit atau pelayan disini,Aku akan merekrut rakyat pria untuk menjadi prajurit dan wanita untuk menjadi pelayan. sang Ratu berkata.


"Baiklah jika begitu,kami pamit yang Mulia!" kataku kepada Yang Mulia lalu berbalik dan memunculkan portalku.

__ADS_1


"Baiklah,Namiya tolong jaga putriku!" sang Ratu berkata ke arah Ibuku."


"Seperti yang putraku katakan,putrimu berada ditangan yang tepat,kami pergi!"


"Aku pamit Ibu,berkunjunglah jika merindukanku!"


"Ya Ibu akan berkunjung,sampai jumpa lain waktu!" *Yang Mulia Ratu melambaikan tangan ke arah kami semua yang memasuki portal satu persatu.


Lalu kami semua pulang ke mansionku dab berada di halaman rumah yang nyaman dengan langit yang dipenuhi bintang serta kedua penyemangatku sedang bermain bersama para pelayanku*. *Yang dimaksud adalah Ryuko dan Kyouko.


"Hakuyaa,kami merindukanmu!" Ryuko berteriak dan berlari bersama Kyouko ke arahku.


"Hei kalian berdua,kalian semangat sekali haha." kataku sambil memeluk mereka berdua.


"Kyouko ingin meliha bintang bersama Hakuya."


"Hakuya,ayo kita makan eskrim!"


"Heeh kalian berdua sangat manja sekali,tapi itu yang kusuka dari kalian!" kataku sambil mengelus mereka berdua.


"Anu semuanya,namaku Shimana Shiina,semoga kita bisa akrab." Shiina sedikit gugup.


"Shiina,ayo berjuang bersama!" Ryuu terlihat bersemangat"


"Kau seorang ninja?ayo berlatih bersamaku!" Begitu juga dengan Ayane.


Lalu mereka semua saling berkenalan dan semua kegugupan dan keraguan dihati dan pikiran Shiina menghilang dan sekarang tampak lebih manis,mereka lalu tertawa bersama Ibuku.


BERSAMBUNG...


END SEASON 1


12.Shimana Shiina


**Seorang gadis yang ingin menjadi seorang ninja,sekarang sudah sangat mahir dalam dasar-dasar ninja.

__ADS_1


Kakak-kakak laki-lakinya dibunuh oleh paman nya dan bersama ayahnya,karena itu dia berhasil kabur dari istana yang direbut oleh pamannya itu hingga Ibunya ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara hingga mati,namun diselamatkan oleh Hakuya.


Shiina sekarang sedang berlatih bersama Ayane yang sudah sabuk merah di klan Akatsuki yang berarti seorang ninja master suci mengajari taktik Ninja kepada Shiina yang sudah sabuk biru,yaitu masih seorang Ninja senior**.


__ADS_2