Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 14


__ADS_3

"Kau adalah Byakko,salah satu penjaga mata angin,kenapa kau bisa ada disini?"


"Aku merasakan energi yang sangat kuat yang setara dengan dewa dan Raja iblis,Aku mengira itu adalah Raja iblis dan Aku datang untuk menghentikannya,ternyata itu adalah kau Hakuya"


"Tapi,kenapa kau bisa tau namaku?"


"Aku memerhatikanmu setiap saat,dari awal kau tiba disini,syukurlah kau ternyata orang baik"


"Jadi apa yang kau lakukan disini?"


"Seperti yang kau katakan,disini adalah arah barat dan angin selalu berhembus disini,bisa dibilang Aku menjaga hutan ini"


"Oh begitukah,pantas saja tidak ada monster disini"


"Hahah itu karena Auraku membuat para monster takut,tapi kau berhati-hatilah,aku dengar kalian ingin ke Ascerdant kan?"


"Iya,Kami harus kesana untuk membuat suasana kota menjadi lebih baik"


"Berhati-hatilah Hakuya,kita akan bertemu lagi"


"Baiklah,terima kasih Byakko"


Dengan begitu sesuatu yang membuatku terkejut tadi masuk kembali ke dalam hutan dan tak terasa ini sudah ganti giliran berjaga hingga matahari terbit


"Tuan Hakuya..Tuan Hakuya...Tuan Hakuya"


"Ehm...Hoaaaahhhmmm....Selamat pagi"


"Selamat pagi Tuan Hakuya,kita akan siap-siap untuk berangkat"


"Oh baiklah,kita akan menuju kepelabuhan kan?"


"Oh ya,kita akan melewati kota tetangga dan membeli beberapa makanan untuk dikonsumsi dalam perjalanan nanti,lalu kita akan langsung kepelabuhan"


"Heeh begitu yah,baiklah Aku juga akan bersiap-siap"


Aku pergi ke sungai dan membasuh wajahku dengan air yang dingin


"Hakuya selamat pagi"


"Oh Neptune selamat pagi,dimana yang lainnya"


"Mereka sedang bersiap-siap di kereta"


"Heeh begituyah,baguslah...Aku mengira kalian belum bangun"


"Hakuya ini aneh sekali,suhu diluar sini sama dengan suhu dirumahmu dan rumahku,Aku mengira ini akan sedikit lebih panas"


"Tidak,itu karena saat tidur kau kumantrai mantra yang sama dengan yang dirumah,karena mantra itu tidak bisa bertahan lama,Aku membuatnya bisa bertahan selamanya"


"Tidak mungkin,Hakuya kau hebat sekali,terima kasih banyak"


"Sama-sama,itu bukan hal yang sulit,Ayo kita ke kereta,semuanya pasti menunggu"


Lalu Aku dan Neptune pergi ke kereta untuk melanjutkan perjalanan dan di kereta Aku melihat Aliza sedang berdiri dibelakang sedangkan


"Selamat pagi Hakuya"


"Oh selamat pagi Aliza dan semuanya"


"Pagi Hakuyaa...."


"Master,kita sudah siap"


"Benarkah Ayane?Ryuu baik-baik saja?siap melanjutkan perjalanan?"


"Semua sudah siap Hakuya,Ryuu baik-baik saja,siap melanjutkan perjalanan"


"Alizia,Neptune,Ayane kalian juga sudah siap?"


"Kami baik-baik saja Master,kami siap"


"Baguslah jika begitu"


Lalu pemimpin pengawalan datang dan bilang kalo semuanya sudah siap dan melanjutkan perjalanan,Aku duduk didepan bersama Ryuu dan mereka berempat duduk dibelakang sedang mengobrol-ngobrol biasa


"Ryuu tidak tahu kalau Hakuya bisa mengendarai kuda"


"Oh,Aku bisa sedikit-sedikit dan kulihat Ryuu tampak sedikit lebih manis hari ini"


"Benarkah Hakuya?Apa Ryuu tampak begitu?"


"Ya itu benar,Ryuu sangat manis bagiku"


Ryuu kemudian terdiam dan menunduk dengan pipi memerah sembaru menyentuh cincin pasangan yang kami beli beberapa bulan yang lalu di Aqua


"Terima kasih Hakuya,Ryuu mencintaimu"


"Hakuya juga,mencintaimu"


Dia tersenyum dan kemudian bertanya kepadaku


"Hakuya,Apa boleh Ryuu bertanya?"


"Boleh,Apa yang ingin ditanyakan?"


"Hmm,Ryuu tidak ingin menguasai Hakuya sendirian,karena Alizia dan yang lainnya juga menyukai Hakuya,Ryuu merasa bersalah bila menguasai Hakuya sendirian,maaf jika tiba-tiba menjadi tunangan Hakuya pada saat itu,Ryuu sangat egois" Ryuu menjelaskan dengan raut wajah sedih dan menyentuh kearah cincin pasangan itu


Dan saat itu Aku tidak tahu Apa yang harus Aku lakukan,memang mereka semua terlihat manis sekali,jadi Aku tidak tahan bila melihat seorang gadis bersedih,Aku selalu membuat seorang gadis tersenyum bagaimanapun caranya


"Jadi,Ryuu ingin yang bagaimana?"


"Ryuu ingin,Ryuu ingin,Ryuu..."


Slaabb.....Aku lalu menarik tirai masuk dari depan dan membukanya,Aku melihat mereka semua menguping pembicaraan kami


"Eehh,Ha...Ha...Hakuya,kami kami tidak"


"Kami tidak menguping hehe be...benarkan kakak"


"Itu be...be...benar,benar kan Ayane hehe"


"I...i...itu be...be...nar mas...ter"


"Aku....Aku juga tidak meng...mengerti apa yang sedang kalian bicarakan"


"Neptune,kau...kau benar haha kami ti...tidak menguping Hakuya"


Aku dan Ryuu melihat pipi mereka semua memerah dan aku sangat bingung,Aku melihat mereka sambil mengendarai dan langsung melihat kedepan kembali


"Aliza,bukankan Kau menyukai Hakuya?"


"R...R...Ryuu itu tidak be..benar hehe"


"Alizia...kau juga kan"

__ADS_1


"Aku...hehe aku...."


"A...ya...ne!"


"Aku tidak tahu apapun"


"Neptune,kau juga bilang padaku sebelum berangkat kalau Hakuya sangat tampan"


"Eh itu...itu tidak benar"


"Hakuya,Hakuya,Ryuu memanggil Apa Hakuya tidak mendengarnya"


Aku duduk didepan sambil fokus mengendarai tak kusangka kalau


mereka....


"Hakuya....pipimu memerah"


"Ti...tidak kok tidak hehe" kataku membantah Ryuu


"Hakuya maafkan kami karena menguping pembicaraan kalian"


Aliza berkata dan menunduk bersama Alizia,Neptune dan Ayane


"Maaf juga karena kami menyukaimu secara diam-diam,kami...."


Aku kemudian tidak berfokus pada tunggangan dan berfokus saat Aku menyatakan cinta pada gadis yang kusukai semasa SMA dan aku ditolak,karena itu membuat hatiku hancur dan Aku tidak ingin mereka merasakan hal yang sama,tak kusangka Aku juga menyukai Ryuu dan mereka secara adil,pria macam apa Aku ini?menjijikan kah?kurasa lebih dari menjijikan


"Tidak apa-apa semuanya,Hakuya pasti akan menerima kalian,karena Aku tidak ingin menjadikannya milikku sendiri,karena Aku tahu kalian menyukai Hakuya juga,karena itu maafkan Aku"


"Tidak usah meminta maaf Ryuu,Aku juga tidak akan menolak mereka"


"Hakuya?apa kau?...."


"Master kau sungguh?...."


"Apa Hakuya benar?"


"Hakuya?kau?...."


"Ya,Aku tau rasanya menyakitkan ketika ditolak dan Aku juga tidak ingin kalian merasakannya,dan Aku juga tidak menyangka kalau Aku juga menyukai kalian berlima


"Hakuya?Hakuya serius?"


"Ya Aku serius Ryuu,apalagi kita sudah tinggal bersama kan"


"Hakuya,Apa benar kau akan memperlakukan kami seperti Ryuu?"


"Tentu saja,kalian berlima adalah milikku,hanya Aku yang boleh dimiliki kalian,karena itu tetaplah bersamaku"


"Hakuya......"


"Kakak,Hakuya...."


"Master....."


"Hakuya....."


"Denga begini masalah terselesaikan kan,jadi Hakuya tunangan kita berlima kan,Benarkan Hakuya"


"Anu....kurasa begitu"


"Jika kau serius Hakuya,kau harus bilang kalau kau mencintai kami berlima"


"Bagaimana Hakuya?jika kau tidak mengatakannya berarti kau bohong,Aku tidak akan memaafkanmu"


"Bohongkan....yaampun"


"Hakuya,katakan saja,Ryuu percaya pada Hakuya"


"Ehh..hm baiklah....Aku....aku...aku men..cintai..kalian"


Astaga Hakuya,suaramu sangat pelan sekali,dan pipimu memerah sekali,begini kah caramu dihadapan gadis yang menyukaimu,tidak-tidak Aku harus bisa,batinku berkata begitu


"Hakuya....." Aliza memanggilku


"Ada apa?" kataku melihat kebelakang dengan pipi yang memerah dan melihat mereka semua tersenyum


"Ayo semuanya kita katakan,Ryuu hitung mundur"


"Baiklah,tiga...dua..satu."


"Kami mencintaimu...." Kata mereka secara bersamaan dan itu membuat hatiku berdetak normal dan sangat lega saat mereka bilang cinta padaku


"Semuanya berhenti sebentar,Ayo kita membeli makanan untuk di makan saat perjalanan nanti,kita akan berkumpul kembali setelah 30 menit" kata pemimpin pengawal


"Hakuya,kita akan membeli makanan apa?"


"Kita akan membeli beberapa makanan dan minuman...Aku,Ryuu dan Ayane akan membeli makanan,Aliza,Alizia dan Neptune membeli beberapa minuman"


"Okeeee"


Aku,Ryuu dan Ayane membeli makanan untuk dimakan diperahu nantinya,kami membeli enam kotak makanan dan sekantung buah-buahan


"Yosh,dengan begini semua sudah siapkan"


"Ya itu sudah selesai,Hakuya ayo kita kembali,sepuluh menit lagi perjalanan dilanjutkan"


"Ryuu benar,Ayane ayo kita kemba-


"Tunggu Master,itu ada apa ramai-ramai disana"


"Ayo kita periksa Hakuya,perasaan Ryuu tidak enak"


"Aku juga merasakan firasat buruk tentang ini,Ayo...."


Aku berjalan kearah kerumunan orang itu dan melihat seseorang yang tidak ingin kulihat dengan beberapa orang pengawalnya


"Heii...Aku Pangeran Ariel disini kau tidak hormat padaku hah rakyat jelata,dasar demi-human sialan,menjijikan!!"


"Ma...maafkan saya Pangeran Ariel,saya...saya minta maaf,jangan lukai putri saya"


"Ayahh...Ayahhh....hiks Ayahh"


"Hahah,Akan kubunuh saja anak ini,slaaasssshhh......


"Tidaakkkk....Ayahhhhhh.....


"Putrikuu.......


"TRANSFER......."


"Heeh?di...dimana bocah sialan itu?"


Aku kemudian maju bersama Ryuu,Ayane dengan memegang anak perempuan setengah kucing anak dari pria yang sedang terbaring lemah karena ditindas

__ADS_1


"Kau tidak apa-apa kan?bagaimana jika kau tutup matamu dan saat kusuruh buka,ayahmu sudah berada di depan ku"


"Hiks...ba...baiklah,kumohon selamatkan Ayahku"


"Serahkan padaku "Nice Dream" "


"Ariel,kau sudah menyalah gunakan jabatanmu dengan menindas orang-orang tidak bersalah


"Apa yang kau inginkan dasar manusian sialan,setelah kau merebut Ryuu dariku dan sekarang kau ingin menghentikan kesenanganku haah?jangan kurang aja kau....slasssshhhh.....


"Cringgg......,Heeh,Aku tidak akan memaafkan orang yang suka menindas orang tidak bersalah"


"Diam kau....Slaaasshhh"


"Cringg....Brakkk.....bagaimana sekarang?"


"Pedangku,pedangku patah,bagaimana ini,sialan kau Hakuya,Heii prajurit bodohh cepat kalah kan manusia sialan itu"


"Baik Tuan.....hiyaaaaahhh.....slaaassshh"


"Huh dasar orang-orang jahat....slasssshhhh......"


"Whaaaaa.........Arrghh"


"Tuan dia sangat kuat sekali"


"Haaah dasar sialan Kau"


"ARIELL!!!!........."


Ada seseorang yang tiba-tiba memanggilnya dan itu membuat pangeran bodoh itu diam dan bergetar


"Ariel,kau membuat Ayah malu"


"A....a...Ayah...apa yang,aku...aku tidak"


"Pengawal,bawa putraku pulang dan jangan biarkan dia keluar istana"


"Baik Yang Mulia"


Para pengawal tiba-tiba membawa Pangeran itu dan atas perintah seseorang yang sepertinya seorang Raja di negeri tetangga,lalu dia berjalan kearahku dan orang-orang terus melihat ku


"Atas nama putraku,Aku sungguh meminta maaf kepadamu karena dia telah membuat masalah,terima kasih karena telah menegurnya"


"Ah iya tidak masalah,kuharap ini yang terakhir kali,pastikan dia menyesal"


"Baiklah sekali lagi saya meminta maaf dan anda pasti putri Ryuu kan?dan pria ini adalah tunangan Anda bukan?''


"Ya Anda benar,tolong jangan biarkan pangeran Ariel membuat masalah lagi,kumohon padamu"


"Serahkan padaku,Aku permisi..."


Kemudian Raja itu pergi meninggalkan kami dengan kereta kuda bersama pengawalnya


"Oh ya hampir lupa,Tap...tap...tap...maaf kau tidak apa-apa?"


"Aku....aku tidak apa-apa,terima kasih telah menyelamatkan putriku,Aku berhutang padamu Tuan"


"Ayahh....hikss...hikss....Ayahh....."


"Jangan sedih ayah baik-baik saja"


"Tunggu sebentar Tuan......"Command Health"...."


"Haah?lukaku?hilang?terima kasih banya tuan,terima kasih banyak"


"Tidak masalah,kami akan pergi sekarang...sampai jumpa"


Denga begitu masalah terselesaikan,kuharap tidak ada masalah lagi,dan beberapa orang sudah kembali ke kereta termasuk Aliza,Alizia dan Neptune


"Maaf apakah kami telat Aliza?"


"sama sekali tidak,kalian tepar waktu"


"Oh Tuan Hakuya,kau sudah kembali,ayo kita melanjutka perjalanan" kata pemimpin pengawalan


"Ayo,semakin cepat semakin baik"


Lalu kami semua melanjutkan perjalanan kepelabuhan sambil memakan makanan karena belum maka sedari pagi dan kami duduk diposisi yang sama


"Selamat Makan"


"Eh Kau tidak makan Hakuya?"


"Aku nanti saja,setelah kita di kapal"


"Hakuya harus makan,ini makan punya Ryuu,buka mulut Hakuyaa,aaaaaa...."


"Aaaaaaa.....nyam....ini enak,terima kasih Ryuu"


"Ryuu senang Hakuya menyukainya"


"Ryuu curang,Hakuya ini buka mulutmu"


"Kakak juga curang,Hakuya ini makan punyaku"


"Master,makan juga punyaku"


"Hakuya,buka mulutmu...Neptune akan menyukaimu"


"Hehe ba..ba..baiklah satu satu oke"


Setelah berjala cukup lama dan perut pun terisi,kami semua sampai di pelabuhan dan memesan tiket,juga mulai menaiki perahu yang menuju ke Ascerdant


"Ya ampun,Ryuu tidak sabar menuju Ascerdant Hakuya"


"Aku juga tidak sabar,setelah semua masalah selesai kita bawa anak-anak jalan-jalan"


"Mereka pasti akan senang Master"


"Ayane benar,mereka pasti sangat senang jalan-jalan diAscerdant"


"Hakuya,ini cuma perasaanku saja atau pedangmu begitu bercahaya"


"Hah?bercahaya apa maksudmu?"


"Kakak benar Hakuya,lihat pedangmu"


"Aku melihatnya Hakuya,walaupun Aku sependek dan seumuran Ryuu Aku bisa melihatnya"


"Hmm apa itu benar,sebentar"


Aku lalu mengeluarkan pedangku dari sarungnya dan melihat pedangku begitu bercahaya dan ini sangat aneh bagiku


"Ini cukup aneh.......

__ADS_1


__ADS_2