
Senyum tanda bahagia terukir di wajah manis Neko,Ryuu dan lainnya menyukainya hingga pipi mereka semua memerah.
"Ayo kita makan,mama Ayane akan menyuapimu,buka mulutnya." Kata Ayane sembari menyuapi Neko.
"Enak!" Gadis itu menelan.
"Ryuko juga Ryuko juga!"
"Kyouko mau disuapi!" Mereka berdua dengan manis.
"Ayo sini,buka mulutnya."
Mereka bertiga sangat senang hari ini bahkan membuatku ingin terus bersama mereka,sungguh mereka benar-benar penyemangatku.
Hingga selesai makan,Aku dan Ran kembali ke kamar masing-masing sedangkan Ryuu dan lainnya beserta anak-anak mendengarkan cerita dari Ibuku dikamar mereka.
"Baiklah,Aku harus kembali ke bumi untuk membeli kaca jendela dan cat tembok untuk memperindah kota ini,Alarick dan Orion!" Kataku memanggil.
"Ada apa Tuan?" Alarick bertanya.
"Apa ada perintah Tuan?" mereka berdua sekilas langsung muncul di depanku
"Pergilah makan di pulau bintang dan istirahat,Aku ingin ke kamarku!" kataku kepada mereka berdua.
"Apa itu pulau bintang?" Orion bertanya sambil menatap Alarick.
"Hooh,kau akan melihatnya nanti." Kata Alarick ke Orion dan berjalan menuju bawah tanah.
"Baiklah,apapun itu sesuai perintahmu Tuan." Kata Orion lalu mengikuti Alarick dari belakang.
Aku menaiki tangga dan masuk ke kamarku yang indah,berpakaian biasa dan kembali ke bumi.
"Haah,malam dibumi sudah lama tak kurasakan,Aku akan membeli cat masing-masing warna dan hiasan juga tumbuhan untuk memperindah kota." Kataku sambil melihat barang-barang yang kubeli dari jual beli online.
Sebelum pulang,Aku jalan-jalan dimalam hari menuju taman di sekitar rumahku,Aku mengingat kejadian dulu alias Nostalgia.
"Heeh,Aku merindukan bumiku." Kataku berjalan-jalan sambil tersenyum.
Tiba-tiba terdengar teriakan dari seorang wanita dari kejauhan dan membuat kakiku berlari dengan cepat ke arah sumber suara.
"TOLONG!!"
Seorang gadis berambut merah dengan kuncir kuda terlihat gadis itu dipaksa seseorang.
__ADS_1
"Haha,tidak ada yang menolongmu haha."
*BUG
Aku memukul seseorang yang ingin melakukan hal tidak senonoh didepanku dengan seorang gadis yang tidak dikenalnya sama sekali.
"Kau sudah aman sekarang,teleponlah polisi untuk meminta tolong mengawalmu ke rumahmu,jangan berkeliaran sendiri,itu berbahaya." Kataku sambil meninggalkan gadis itu.
"Terima kasih banyak." kata gadis itu masih sedikit ketakutan.
Sebelum pergi,Aku meletakkan sebuah jimat perlindungan agar gadis itu sampai ke tujuannya dengan selamat,jumat itu tak terlihat.
"Baiklah,ini sudah selesai dan saatnya kembali."
Aku kembali setelah beberapa jam dibumi,Aku melihat ketiga malaikatku sudah tertidur dan Ibuku menjaga mereka.
"Ibu!" Kataku memanggil.
*SYUUUTT...
"Pelankan sedikit suaramu sayang,susah payah Ibumu ini menidurkan cucu-cucunya,sekarang kau ingin menghancurkan jerih payahku." Kata Ibuku bercanda.
"Hehe maafkan Aku Bu,Aku memperoleh ilmu dari dewa Teknologi,mungkin Aku bisa menambahkan benda yg ada dibumi khusus kota kita."
"Tenang saja,setelah ini Aku akan membuatkan sekolah khusus untuk anak-anak kota Theresa ini." Kataku sambil tersenyum.
"Bagus,itu baru putraku." Kata Ibuku sambil mengelus kepalaku hingga membuatku memerah karena mengingat masa kecil.
"Kau tidak akan jatuh cinta padakukan Putraku sayang!" Kata Ibuku lagi,tapi kali ini dengan sedikit hawa membunuh.
"Haha tidak-tidak,bagaimana Aku bisa jatuh cinta dengan Ibuku sendiri ngomong-ngomong bagaimana Neko sekarang?" Tanyaku.
Ibu lalu melihat ke arah tempat tidur dimana Neko berada di atas tempat tidur bersama Ryuko dan Kyouko.
"Walaupun kisahnya sangat kelam,tapi dia tidak menyerah,ini karenamu putraku,dia dari tadi menanyakanmu,dimana papa?Aku ingin tidur bersamanya,katanya begitu." Ibuku menjelaskan.
"Baiklah,Aku juga sangat menyayanginya sama seperti Aku menyayangi Ryuko dan Kyouko,Ibu istirahatlah,serahkan padaku saja sekarang." Kataku sambil menunjuk diriku sendiri.
"Baiklah,selamat malam." Kata Ibuku sembari keluar dari kamarku.
Aku melihat mereka bertiga dan membuatku merasa senang,untuk sekarang Aku akan beristirahat karena sangat lelah.
Aku naik ke atas tempat tidurku dan mengelus kepala mereka bertiga secara bergantian,itu membuatku merasa tidak ingin meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Pa...Papa?" Neko terbangun dan menggosok matanya.
"Ah maaf,apa Papa membangunkanmu?" tanyaku.
"Tidak,Neko merasa senang di elus oleh Papa,tidurlah bersama Neko ya!" katanya dengan pipi mungilnya itu.
Aku lalu tersenyum dan langsung memakaikan selimut untuk mereka bertiga dan Neko masih melihatku sambil tersenyum.
"Baiklah,lanjutkanlah tidurnya,Papa akan menjaga disini hingga Neko tertidur ya." Kataku.
"Bhaaiklah Phapa,selamat malam." Neko sambil menguap dan langsung tidur dengan posisi melihat ke arahku.
"Selamat malam." Balasku sambil mengelus kepala Neko lagi.
Pagi harinya,Aku dan yang lainnya melakukan tugas seperti biasa,Aku mengawasi pembangunan,Rin dan Ran sekarang sedang melatih tentara,Ryuu dan lainnya menyiapkan makanan.
"Yang Mulia Hakuya,rumah-rumah ini sudah kering dalam waktu sesingkat ini,semen yang Yang Mulia bawa sangat berguna." Kata salah seorang pekerja yang membangun rumah penduduk.
"Tentu saja,panggilkan setengah orang yang membangun!" Kataku memerintah.
"Dimengerti Yang Mulia,Semuanya! Yang Mulia memanggil setengah orang dari kalian,setengah orang lainnya tetap membangun." Kata seorang penduduk melaksanakan tugas.
Setengah dari bagian membangun berkumpul dan bertanya-tanya apa maksudku memanggil mereka.
"Ada apa Tuan memanggil kami?" tanya seorang penduduk.
Aku mengeluarkan cat tembok beserta roll kuas cat yang kubeli semalam untuk meminta mereka mengecat seluruh kota ini.
"Ini adalah cat tembok,ikuti Aku untuk memperindah kota Theresa!" kataku sambil menduplikat semua cat itu dan memberi mereka masing-masing satu.
"Yang berwarna emas dan putih untuk tembok kota,warna hijau dan kuning untuk tembok rumah dan kuning dinding dalam rumah dan langit-langit rumah berwarna putih,kerjakan sekarang." Kataku memerintah.
"Akan kami laksanakan Yang Mulia." kata para penduduk menurut dan pergi melakukan apa yang kukatakan.
Setelah itu Aku menuju dimana Ran dan Rin sedang melatih pasukan tentara,dengan melihat saja Aku dapat menyimpulkan bahwa mereka berdua berbakat dalam melatih.
"Ran,Rin bagaimana kalian?" Tanyaku.
"Sudah sangat maju,mereka sudah menguasai cara membela diri mereka,mereka juga sudah diajari taktik bertahan dalam perang." Ran menjelaskan.
"Aku tidak salah meminta kalian untuk melatih mereka,baiklah karena kerja keras kalian semua,Aku memberi kalian penghargaan." Kataku.
"Wah,apa itu apa itu?" Rin bertanya.
__ADS_1
"Hehe kau akan menyukainya,Aku berani menjamin dan kalian para prajurit juga akan mendapat hadiah dariku." Kataku kepada mereka semua hingga mereka melihat satu sama lain.