Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
S2 CH:05 Chapter 46


__ADS_3

Chapter 46


"Aku akan menjemput keluargaku sekarang."


Kataku sambil melihat ke arah Rin.


"Baiklah aku akan kembali Sampai ketemu besok."


Rin mengucap sepatah kata lalu pergi.


Aku lalu pergi ke hutan tempat tinggal para Elf untuk menjemput Ibuku aku dan para tunanganku lalu pulang dan beristirahat.


Keesokan paginya


"Selamat pagi Tuan, semuanya telah menunggu di dapur untuk sarapan."


Asuka yang masuk ke kamarku lalu membuka tirai jendela ku mentari pagi menyilaukan mataku saat itu.


"Hoaahhmm...Selamat pagi Asuka Tolong mandikan Ryuko dan Kyouko sebelum sarapan,kami akan menunggu."


"segera Tuan."


Aku lalu turun ke bawah menuju ke ruang makan untuk sarapan.


" Selamat pagi semuanya."


kataku menyapa mereka semua sambil berjalan menuju ke meja yang penuh makanan


"Selamat pagi Hakuya."


ucap mereka serentak.


" jadi bagaimana pesta semalam?"


kataku bertanya.


" sangat meriah bagusnya kau datang Hakuya!" jawab Aliza semangat.


" itu benar ada banyak makanan enak dan semuanya menikmatinya." Ryu


"Hakuyaa!!"kedua malaikatku berlari ke arahku dengan kedua kaki kecil mereka.


"kalian berdua pelan-pelan Jangan berlari nanti terluka."


"Baiikk."


mereka berdua lalu duduk di kanan dan kiri ku lalu menyantap makanan yang ada di meja.


" sebenarnya seorang gadis tadi malam datang dan memintaku untuk menolongnya."


Kataku.


"Benarkah Hakuya Siapa yang datang?"


Ibuku bertanya.


"seorang Raja Iblis."


Lalu semuanya terdiam sejenak kecuali kedua malaikatku selama beberapa detik lalu...


"APAAA?!!"


" Master kau bohong kan Bagaimana seorang raja iblis bisa meminta bantuan kita?" Ayane terkejut.


"yaitu sulit dipercaya raja iblis yang terkenal kejam bisa meminta bantuan kepada manusia?" Shiina membalas.


"Aku tidak berbohong,namun Ceritanya panjang." kataku membalas.

__ADS_1


" kau harus hati-hati Hakuya, Raja Iblis itu sangat kuat, jangan lengahkitpun." Angela dengan pipi merah mencemaskanku.


"Heeh kau mencemaskanku Angela?"


"si...siapa yang mencemaskan mu bodoh!" Katanya sambil berteriak marah dengan raut wajah kesal dan manis.


" hahaha baik-baiklah."


"Tetapi Angela benar,Hakuya harus berhati-hati." Alizia berkata.


"tentu saja,Alarick!"


Kataku memanggil Alarick yang berada di padangku.


"ada apa Tuan?"


" tolong jaga mereka sementara aku pergi." Kataku kepada Alarick.


"Hakuya,kami ingin ikut."


Ryuko dan Kyouko dengan wajah memohon.


" baiklah ayo pergi." Kataku kepada mereka berdua."


"Yeeeyy,kami tidak akan merepotkamu Hakuya." Ryuko bersemangat.


"Kami akan melindungimu." Kyouko tersenyum.


"hahaha baiklah-baik,ayo kita pergi."


Kataku sambil mengelus kepala mereka berdua.


"Kami Berangkat!" kataku dan mereka berdua serentak."


"Hati-hati dijalan!"


Pria itu setinggi diriku,rambut putih dengan bola mata yang merah yang melambangkan Raja Iblis,dengan pakaian hitam putih miliknya.


"ya ampun kau lama sekali Hakuya."


Rin dengan nada kesal.


" maafkan Aku,Aku tidak tahu kalau kalian menunggu di luar." kataku membalas.


" teman namaku Ran,Aku kakak Rin.


kau pasti seorang teman yang diceritakan oleh Rin untuk membantuku,Aku sangat berterima kasih dan berhutang budi padamu."


Seorang pria yang seusiaku memperkenalkan dirinya yang tak lain adalah Kakak nya Rin kepadaku sambil menjulurkan tangannya.


" oh ya salam kenal Aku Hakuya, mereka berdua adalah penyemangatku,Ryuko dan Kyouko." Kataku sambil menjabat tangan pria itu."


"Teman aku tahu kehilangan seseorang yang dicintai itu menyakitkan tapi aku akan membantumu dengan seluruh kekuatanku."


"Sekali lagi aku berhutang kepadamu."


Katanya dengan raut senang.


"Baiklah kalian sudah berkenalan ayo kita langsung ke dungeon."


Kami berlima lalu masuk ke sebuah pedati jangan dibawa oleh mereka berdua dan berangkat.


Ditengah perjalanan...


"Kita semua bisa terbang kenapa kita harus naik pedati?" Kataku bertanya.


"terbang itu membereskan tenaga kita harus menyimpan tenaga untuk melawan monster-monster di dungeon." Ran menjawab.

__ADS_1


"Dan juga jalan ke sana dengan pedati membutuhkan waktu hingga 3 jam dengan pedati." Rin menambah.


"tapi aku bisa terbang selama mungkin tanpa lelah sedikitpun." Kataku.


" wahh aura darimu sangat tebal, kau bukan manusia biasa kawan." Ran berkata sambil menepuk bahuku.


"Hei Rin,jika kau lelah,bergantian saja denganku,kita bertiga bisa mengambil jatah 1 jam masing-masing untuk mengemudikan pedati." Kataku kepada Rin.


" baiklah aku akan memberitahumu jika aku sudah lelah." katanya sambil tersenyum.


Di dalam pedati, Kami mengobrol kan banyak hal hingga sampai ke sebuah tempat makan.


"kita menepi dulu dan makan siang." Rin Berkata sambil memperhatikan pedati di parkiran khusus pedati.


"Baiklah." kataku membalas.


Kemudian kami berlima masuk ke dalam tempat makan tersebut dan melihat bahwa meja yang disediakan memiliki Satu meja tersisa yang memiliki 5 kursi.


"wah tempat ini cukup ramai." kataku sambil menarik kursi untuk ditempati,Ryuko dan Kyouko juga duduk disampingku.


"Kau benar Hakuya, di sini sangat ramai." Rin membalas.


"Kalian ingin makan apa?Aku yang traktir." Ran berkata.


" Oh tak apa terima kasih Ran,Aku membawa uangku sendiri lagian aku tidak lapar, aku akan memesan air minum saja." kataku membalas.


" Bagaimana dengan Kedua gadis kecil ini, kalian berdua ingin makan sesuatu?" Ran sambil tersenyum ke arah mereka berdua.


"Kyouko ingin daging bakar."


"Ryuko ingin ikan bakar." Kata mereka berdua sambil mengangkat tangan mereka.


"begini tidak apa-apa kan Hakuya?"


Kata Ran.


"Aku tidak masalah." Aku membalas.


"Kakak aku juga ingin makan daging."


Rin kepada Kakaknya.


"baiklahlah Aku akan memesannya sekarang,Pelayan!" Ran kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan untuk kami semua.


Kami kemudian menunggu hingga makanan tiba, namun di tengah-tengah menunggu, suatu kelompok yang berisikan 5 orang yang laki-laki yang membuat seluruh orang di sana bergetar ketakutan.


"Hei teman,meja ini milik kami,pergilah makan ditempat lain!." Pria itu berkata kepadaku dan Aku menghiraukannya.


GUBRAAKK...


"Waaaa!" Ryuko dan Kyouko kaget.


"Hei teman!,Aku baik-baik menyuruh kau pergi,kau ingin Aku menggunakan cara kasar ya!"


"Hei apa maksudmu?kami telah mengambil meja ini duluan!" Rin membentak


"Aku tidak peduli,semut seperti kalian tidak pantas berbicara seperti ini di hadapanku!" balas pria itu.


"Oi...kau sudah menakuti anak-anakku,bagaimana Aku membalasnya?"


Kataku nada kesal namun tetap tenang.


"Hahaha,Aku tidak peduli dengan anak-anak bodohmu itu,Aku ingin kursi ini!"


Aku kemudian diam dan bangkit dari kursiku dan pria itu kemudian langsung duduk dikursiku sambil berkata.


"Hahaha,kau pintar juga bocah,bagaimana jika Aku bermain dengan temanmu ini sebentar." tatapannya yg mesum mengarah ke Rin dan Rin masih menahan diri dengan kekuatannya yg cukup besar itu.

__ADS_1


__ADS_2